Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Kalender Tanam
eproduk

Video Inovasi

Video Lainnya

Waktu Banten

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday171
mod_vvisit_counterYesterday576
mod_vvisit_counterThis week3258
mod_vvisit_counterLast week3448
mod_vvisit_counterThis month171
mod_vvisit_counterLast month14926
mod_vvisit_counterAll days355287
Pengembangan Kawasan Hortikultura PDF Cetak E-mail
Oleh Zuraida Yursak   
Jumat, 05 Februari 2010 09:56
STANDARD OPERASIONAL PROCEDURE (SOP) SAYURAN DALAM BUDIDAYA SAYURAN YANG BAIK (GOOD AGRICULTURE PRACTICE)

PENDAHULUAN

SOP (standard operasional procedure) dalam budidaya sayuran yang baik (GAP) adalah cara budidaya yang baik sesuai dengan standar operasional yang ramah lingkungan. Tujuan dilakukan budidaya sayuran sesuai dengan SOP adalah untuk menghasilkan produk dengan produktivitas tinggi, mutu produk baik, aman dikonsumsi dan ramah lingkungan.

RUANG LINGKUP

Dalam SOP ditandai dengan adanya titik kendali yang statusnya adalah wajib, sangat dianjurkan dan anjuran. Berdasarkan 3 status tersebut maka dalam setiap tahapan kegiatan budidaya yang baik (Good Agriculture Practices ) maka harus memperhatikan titik kendali yang meliputi :
1. Manajemen usaha produksi
2. Lahan dan media tanam
3. Benih
4. Penanaman
5. Pemeliharan
6. Pemupukan
7. Perlindungan tanaman
8. Irigasi/fertigasi
9. Panen
10. Pasca panen
11. Penanganan limbah dan sampah
12. Kesehatan,keamanan,dan pekerja

Titik Kendali :

Wajib ( kriteria Kepatuhan/Indikator) :
• Pencacatan dan dokumentasi yang dapat ditelusuri kebelakang dari semua aktivitas usahatani
• Pemilihan lokasi lahan usaha budidaya dengan kemiringan kurang dari 30%
• Lahan harus bebas dari pencemaran limbah beracun
• Limbah manusia tidak boleh digunakan untuk memupuk tanaman
• Penyimpan produk maupun pestisida dilakukan ditempat yang aman,kering dan terlindung serta terpisah dari hasil tanaman
• Pestisida yang digunakan harus terdaftar/mendapat ijin resmi dari pemerintah.
• Penggunaan pestisida harus sesuai dengan instruksi label
• Penggunaan bahan kimia untuk penanganan pasca panen harus aman sesuia dengan tujuan dan prinsip keamanan pangan
• Pekerja pada saat melaksanakan produksi dan penanganan hasil dalam keadaan sehat dan tidak mengidap penyakit menular.

Sangat dianjurkan (kriteria Kepatuhan/Indikator)
• Catatan dokumentasi minimal 1 musim tanam sebelumnya
• Petani/pelaku usaha dilatih sesuai tanggung jawab yang dibebankan berkaitan dengan manajemen budidaya yang baik
• Persaipan lahan/media tanam untuk memperbaiki dan memelihara struktur tanah /media tanam
• Untuk tanah yang nendapat perlakuan seperti penambahan bahan kimia, kapur, sterilisasi, kompos dan lain lain dilakukan pencatatan jenis dan tujuan perlakuan
• Benih yang digunakan harus jelas asal-usulnya (produsen, varietas, dan tempat perolehan ), dan untuk benih impor harus ada surat ijin pemasukan dari Departemen Pertanian
• Benih yang mendapat perlakuan dilakukan pencatatan tentang jenis perlakuan dan tujuan perlakuan
• Penanaman dilakukan sesuai dengan teknik budidaya anjuran
• Penggunaan pupuk memenuhi kriteria tepat jenis, waktu, dosis dan cara aplikasi dengan mengacu pada SOP dengan didukung bukti visual pertanaman
• Penggunaan kotoran dan urine binatang tidak boleh langsung digunakan dalam pemupukan namun harus melalui proses pengolahan/fermentasi.
• Penyimpanan pupuk dilakukan ditempat yang aman,kering dan terlindung serta terpisah dengan pestisida dan benih
• Pupuk organik disimpan dengan baik untuk mengurangi resiko cemaran pada lingkungan
• Perlindungan Organisme Penggangu Tanaman (OPT) dilakukan sesuai dengan sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT) • Perlindungan tanaman dilakukan pada masa pra-tanam dan atau masa pertumbuhan tanaman sesuai dengan kebutuhan
• Semua produk perlindungan ( Pestisida,perangkap,hormon,agensia hayati dan lain lain) yang diaplikasikan sesuai dengan sasaran.
• Petani/pelaku usaha memiliki pengetahuan tentang penggunaan produk perlindungan tanaman
• Pestisida yang disimpan harus dengan kemasan aslinya
• Sisa pestisida dalam tabung penyemprotan harus dibuang dengan menyemprotkan ke lahan pertanaman setelah diencerkan terlebih dahulu
• Pembuangan pestisida yang kadaluarsa dilakukan sesuai prosedur
• Wadah pestisida yang kosong tidak boleh digunakan kembali dan harus dibuang ke tempat pembuangan yang aman dan tidak mencemari lingkungan
• Air yang digunakan untuk irigasi harus memenuhi baku mutu air irigasi
• Pemanenan dilakukan pada umur panen yang tepat untuk menghasilkan mutu terbaik
• Kegiatan pasca panen harus memperhatikan kebersihan, mutu dan hasil
• Penanganan limbah dan sampah baik cairan atau padat serta organik atau anorganik dilakukan sesuai prinsip keamanan pangan dan kelestarian lingkungan
• Toilet dan fasilitas kebersihan ditempat bekerja harus tersedia dan berfungsi baik

Anjuran (Kriteria Kepatuhan / Indikator)
• Pemilihan lokasi lahan harus jelas status penguasaan (milik, sewa, sakap, dan lain-lain)
• Pelaku usaha mengetahui riwayat penggunaan lahan
• Petani atau pelaku usaha melakukan inventarisasi pembelian, penggunaan dan stok pupuk
• Penggunaan biopestisida yang dibuat sendiri atau dibeli harus teruji efikasi dan dilengkapi dengan dokumen teknis
• Peralatan perlindungan (Sprayer, fogger dan lain-lain) terawat dan berfungsi dengan baik
• Apabila diperlukan peralatan perlindungan dikalibrasi terlebih dahulu
• Jenis tempat penyimpanan pestisida terbuat dari bahan yang tidak menyerap
• Penggunaan air irigasi permukaan tidak bertentangan dengan kepentingan masyarakat
• Pemberian air dilakukan berdasarkan prinsip efektif dan efisien
• Kemasan produk diberi label berupa tulisan dan gambar yang menjelaskan tentang produk yang dikemas
• Peringatan atau rambu mengenai keselamatan kerja terpasang pada lokasi kerja
• Adanya sistem kesejahteraan pekerja
• Adanya kepedulian terhadap lingkungan sekitar usaha, baik sumber daya alam, maupun masyarakat
• Adanya kepedulian terhadap kelestarian keanekaragaman hayati.


LAST_UPDATED2
 

Success Story

Joomla Templates by JoomlaVision.com