Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
eproduk
Kalender Tanam

Video Inovasi

Video Lainnya

Waktu Banten

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday47
mod_vvisit_counterYesterday584
mod_vvisit_counterThis week631
mod_vvisit_counterLast week3284
mod_vvisit_counterThis month11886
mod_vvisit_counterLast month13740
mod_vvisit_counterAll days352076
Singkong dan Prospek Pengembangannya PDF Cetak E-mail
Oleh Pepi Nur Susilawati   
Rabu, 18 Agustus 2010 11:54

Berita Koran BERKAH, Edisi Nomor 273, Tahun Kesepuluh, 1-7 Agustus 2010
Oleh : Pepi Nur Susilawati
(Peneliti BPTP Banten)

Bukan lautan hanya kolan susus
Kail dan jala cukup menghidupkanmu
Tiada badai, tiada topan kutemui
Ikan dan udang mengahmpiri dirimu
Orang bilang tanah kita tanah sorga
Togkat kayu dan batu jadi tanaman............

Lagu tersebut menginspirasi betapa kaya dan suburnya Indonesia. Hal tersebut sangat terasa ketika melakukan kunjungan ke Kelompok Tani Mitra Usaha Desa Bandulu Kecamatan Anyer Kabupaten Serang. Bila kita ke Anyer naik ke ats bukir di Desa Bandulu akan kita temui hamparan kebun campuran singkong, pisang, kacang tanah dan lain-lain. Tanah yang subur membuat semua tanaman mudah tumbuh walaupun tanpa diberikan pupuk buatan pabrik (anorganik).
Ketua Kelompok Tani, Bapak Anang menyatakan bahwa kebun campuran milik kelompok seluas 24 ha ditanami dengan berbagai macam tanaman kebun agar petani bisa memanen setiap minggu. Pada kebun campuran milik kelompok Tani Desa Mitra Usaha didominasi oleh tanaman Singkong. Rata-rata dalam satu hektar ada kurang lebih 4.000 tanaman singkong.
Tanaman singkong yang ditanam terdiri dari beberapa varietas diantaranya : a) Singkong Tamilung dari bandulu dengan ciri khas produksi tinggi umur genjah, dimana pada umur 6 bulan petani sudah dapat memanen singkong muda rata-rata 5kg/tanaman. Jika umur 10 bulan produksi pertanaman bisa mencapai 15-30 kg/tanaman, b) Singkong Malam, dengan ciri : rasa enak, pulen dan struktur remah, asal bibit dari sukabumi, c) Singkong Keriting, dengan ciri : daun keriting membulat, rasa singkong pahit dengan kadar pati tinggi, asal dari Ciamis, d) Singkong Hias, dengan ciri daun berlurik kuning, hijau dan putih, singkong enak dimakan tapi produksi rendah, e) Singkong Lampung, dengan ciri : rasa pahit dengan kadar pati tinggi, daun lebar, produksi tinggi sangat sesuai untuk membuat tepung tapioka. Secara keseluruhan menurut petani jenis dan keragaman singkong di Desa Bandulu mencapai 30 jenis. Namun yang banyak diusahakan hanya 3-4 jenis saja.
Ada beberapa alasan kenapa petani di Desa Bandulu menyukai bertanam singkong, hal ini karena : a) Pengolahan tanah relatif mudah cukup setengah olah tanah atau tanpa olah tanah, b) Biaya penanaman rendah dibanding dengan komoditas lainnya, c) Tidak memakai pupuk anorganik cukup pupuk organik seadanya saja, d) Hama penyakit menurut petani tidak ada, e) Pemasaran mudah.
Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua kelompok tani dan anggotanya, tanaman singkong sangat prospektif dikembangkan di Bandulu selain karena teknis budidaya cukup mudah dan sedikit dalam pembiayaan juga pemasaran yang sangat mudah. Pada lahan kebun campuran milik pak Anang rata-rata dalam 1 ha mampu menghasilkan 4.000 tanaman. Dari setiap tanaman akan menghasilkan singkong rata-rata 10 kg sehingga akan dihasilkan 40.000 kg. Jika pemasaran dilakukan secara borongan biasanya harga singkong berkisar antara Rp. 200,- samapi dengan Rp. 400.-/kg. Dengan harga demikian maka dalam satu hektar akan mampu menghasilkan unag sebesar Rp. 8.000.000,- sampai dengan Rp. 16.000.000,-.
Umumnya singkong yang dijual secara borongan/curah digunakan untuk bahan baku gaplek dan pakana ternak, sehingga tidak memerlukan sortasi. Keunggulan menjual singkong borongan karena tidak dibatasi oleh volume penjualan, selama ini berapapun singkong yang dihasilkan selalu ditampung oleh pihak pabrik.
Penghasilan akan bertambah kalu penjulan singkong melalui produsen tape. Singkong untuk tape melalui tahapan seleksi sehingga harganya bisa mencapai Rp. 600,-/kg. Ada beberapa kriteria singkong untuk tape yaiti : a) umur tanaman singkong harus antara 6-9 bulan (optimal 8 bulan), b) singkong bukan berasal dari tempat yang terndam air, c) Jenis singkong harus yang pulen dan tidak pahit (kadar pati rendah).
Harapan petani di Desa Bandulu adalah dibangun sebuah pabrik pakan ternak. Lokasi pabrik yang makin dekat akan menguntukngkan petani karena akan ada banyak petani yang tertarik mengusahakan tanaman singkomg. Ini juga disukung dengan kondisi luas lahan yang masih memungkinkan diatanami singkong.
Selama ini pemanfaatan singkong skala pabrikan didominasi oleh Privinsi Lampung. Padahal Provinsi Bantenpun taka kalah memiliki potensi lahan yang mendukung untuk pengembangan singkong skala luas seperti di Kabupaten Lebak dan Serang. Semoga denga tulisan akan menginspirasi pengusaha tapioka ataupun pakan ternak untuk mengembangkan usaha di wilayah Banten umumnya dan Kecamatan Anyer pada khususnya
LAST_UPDATED2
 

Success Story

Joomla Templates by JoomlaVision.com