Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Kalender Tanam
eproduk

Video Inovasi

Video Lainnya

Waktu Banten

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday468
mod_vvisit_counterYesterday576
mod_vvisit_counterThis week3555
mod_vvisit_counterLast week3448
mod_vvisit_counterThis month468
mod_vvisit_counterLast month14926
mod_vvisit_counterAll days355584
Komponen Utama Teknologi PTT Padi Sawah PDF Cetak E-mail
Oleh Zuraida Yursak   
Kamis, 24 Februari 2011 00:00

Tanam Legowo diterapkan secara luas oleh petani

Oleh: Zuraida Yursak, SP. MSi

 

“Anjuran Gubernur dan Bupati Lebak

untuk tanam sistem tanju/legowo”

 

Sasaran pembangunan pertanian salah satunya adalah pengembangan sistem dan usaha pertanian yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani. Namun dalam proses pengembangannya dibutuhkan dukungan teknologi yang tepat, kemampuan sumberdaya manusia dan alam serta adanya dukungan modal. Untuk itu pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) diimplementasikan sebagai  hasil  perumusan identifikasi permasalahan usahatani padi. PTT sebagai suatu pendekatan telah diimplementasikan sejak tahun 2006 melalui berbagai program pengkajian dan diseminasi di  BPTP Banten seperti perbanyakan benih, PRIMA TANI, SL-PTT, FEATI serta program lainnya melalui demplot di lokasi-lokasi yang berbeda.

Provinsi Banten sebagai sentra produksi padi mampu terus meningkatkan produktivitas padi dengan kisaran produktivitas 5,2-6,2 ton/ha mampu menghasilkan produksi 1,8 juta ton GKG pada tahun 2009. Dengan produksi tersebut, Banten mampu mencapai swasembada beras, bahkan surplus 66.823 ton setara beras.  Komponen utama yang diimplementasikan dan mampu diadopsi oleh masyarakat petani adalah penggunaan varietas unggul baru (VUB), penggunaan bibit muda (18-21 HSS), dan sistem tanam legowo. Penggunaan     VUB umumnya berdaya hasil tinggi, tahan terhadap hama penyakit utama dan toleran dengan lingkungan setempat. Saat ini petani mulai menggunakan varietas padi yang cukup beragam dan memiliki potensi hasil tinggi. Jika dahulu varietas yang dipilih dan disukai oleh petani adalah IR-64, saat ini petani sudah berubah, mengikuti perkembangan varietas padi terbaru.  Petani dengan mudah mendapatkan informasi tentang hal tersebut dari melalui BPTP Banten. Petani sudah banyak yang menggunakan varietas Ciherang, Mekonga, Cigeulis, Cibogo, dan lainnya. Bahkan  petani sudah banyak yang menggunakan VUB terbaru seperti Inpari -1, Inpari-2, Inpari-3 sampai Inpari 10. Inpari-13 saat ini telah pula disosialisasikan dalam penggunaanya karena memiliki potensi hasil tinggi dan memiliki ketahanan terhadap WBC (wereng batang coklat).

Sejak 3-4 tahun terakhir petani sudah banyak mengadopsi komponen   penggunaan bibit muda (18-21 HSS).  Dahulu petani masih menanam dengan menggunakan bibit dengan umur lebih dari 25  HSS bahkan lebih 35 HSS.  Petani mulai menyadari bahwa penggunaan umur bibit > 25 HSS merupakan salah satu faktor penyebab turunnya produksi padi. Hal ini dikarenakan jika menggunakan bibit muda maka jumlah anakan yang dihasilkan pertanaman padi akan lebih tinggi dibandingkan jika menggunakan bibit tua.

Sistem tanam jajar legowo sudah menjadi kebiasaan sebagian besar petani.  Tanam jajar legowo merupakan salah satu cara untuk meningkatkan populasi tanaman dan cukup efektif mengurangi serangan hama tikus, keong mas, dan keracunan besi. Jajar legowo adalah pengosongan satu baris tanaman, sehingga dikenal  legowo 2:1 apabila satu baris kosong deselingi oleh dua baris tanaman padi atau 4:1 bila diselingi empat baris tanaman. Keuntungan sistem tanam ini adalah adanya efek tanaman pinggir, artinya semua tanaman dikondisikan berada seperti tanaman pinggir yang mampu menerima sinar matahari secara penuh. Pengendalian hama dan penyakit lebih mudah, menyediakan ruang kosong untuk pengaturan air dan pemupukan.

Bupati Kab. Lebak telah menganjurkan/mewajibkan petani menanam padi dengan sistem jajar legowo. Pada tahun 2009, Bupati Lebak mendapat penghargaan dari Presiden RI karena mampu meningkatkan produktivitas lebih dari 5%. Pada tahun 2010, juga diusulkan untuk mendapat penghargaan yang sama karena produktivitas padi mencapai lebih dari 7%. Sampai saat ini  implementasi PTT padi sawah di Provinsi Banten  terutama dengan  teknologi sistem jajar legowo, penggunaan VUB dan tanam bibit muda mencapai lebih dari  2000 ha (Kab. Serang), 1000 ha (Kab. Pandeglang),  25 000 ha (Kab. Lebak), dan 500 ha (Kab/Kota Tangerang).

LAST_UPDATED2
 

Success Story

Joomla Templates by JoomlaVision.com