JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Berlangsung Secara Virtual, Halal Bil Halal Kementan Tetap Hikmat

Berlangsung Secara Virtual, Halal Bil Halal Kementan Tetap Hikmat

Selasa, 26/05/2020 bertempat di ruang AWR, Kementerian Pertanian melaksanakan Halal Bil Halal dengan pegawai UK/UPT seluruh Indonesia. Acara dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian Dr. Syahrul...

Kementan Salurkan Bantuan Sembako Bagi THL-TBPP dan Petugas Lapang Lainnya

Kementan Salurkan Bantuan Sembako Bagi THL-TBPP dan Petugas Lapang Lainnya

Sebanyak 279 Tenaga Harian Lepas (THL) – Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TBPP), POPT, Medik dan Paramedik Veteriner, dan petugas lapang lainnya di bawah binaan Kementan yang ada di Provinsi Banten...

Wujud Kepedulian, ASN BPTP Banten Kembali Berbagi

Wujud Kepedulian, ASN BPTP Banten Kembali Berbagi

Sebagai wujud kepedulian ASN BPTP Banten terhadap masyarakat sekitar yang terdampak Covid-19, untuk kedua kalinya telah menyalurkan sembako khususnya ke pensiunan PNS BPTP Banten 4 orang, pegawai 1...

Pentingnya Informasi Publik di Masa Pandemi Covid-19

Pentingnya Informasi Publik di Masa Pandemi Covid-19

Rabu, 20 Mei 2020, Kementerian Pertanian melaksanakan Webinar Keterbukaan Informasi Publik. Webinar ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan PPID UK/UPT lingkup Kementerian...

Ani Pullaila, S.P,. M.AgrAni Pullaila, S.P,. M.Agr
BPTP Banten

  Unit Kerja : BPTP Banten Pendidikan : S2 Jabatan : Penyuluh Pertama / Penata III/c Bidang Penelitian : Penyuluhan pertanian
E-mail :   Profil Ani Pulla [ ... ]

SDM ProfesionalSelengkapnya...
Ahmad Fauzan, S.STAhmad Fauzan, S.ST
BPTP Banten

  Unit Kerja : BPTP Banten Pendidikan : D4 Jabatan : Penyuluh Muda / Penata Muda Tk l III/c Bidang Penelitian : Penyuluhan pertanian
E-mail :   Profil Ah [ ... ]

SDM ProfesionalSelengkapnya...
Dr. Kardiyono, S.TP.,M.Si.Dr. Kardiyono, S.TP.,M.Si.
BPTP Banten

Unit Kerja : BPTP Banten Pendidikan : S3 Jabatan : Peneliti Muda / Penata Tk.l III/d Bidang Penelitian : Pascapanen E-mail : kardiyono_bptp@yahoo.co.id Pro [ ... ]

SDM ProfesionalSelengkapnya...
Nikmatnya Olahan Mie Nikmatnya Olahan Mie "Si Eneng" dari Talas Beneng
22 Feb 2017 04:40 - Sri Lestari
Teknik Produksi Benih Sumber PadiTeknik Produksi Benih Sumber Padi
26 May 2020 04:31 - Sri Kurniawati dan Ahmad Fauzan; Editor by ST. Rukmini
Rambutan Tangkue Buah-buahan Lokal Lebak BantenRambutan Tangkue Buah-buahan Lokal Lebak Banten
20 Apr 2017 07:36 - Zuraida Yursak
 

Seminar/Lokakarya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sustainable Management of Agricultural Research and Technology Dissemination (SMARTD)

Loan IBRD No. 8188-ID

 

PENGUMUMAN

Undangan untuk Memasukkan Pernyataan Berminat

(Request for Expressions of Interest)

Nomor : 106/ PL.020/I.12.10/2/2016

 

Nama Pekerjaan : [Banten Assessment Institute for Agricultural Technology (AIAT): Designing Renovation of two-story building in Singamerta Research Station]

Pemerintah Republik Indonesia telah menerima bantuan dana berupa pinjaman dari International Bank for Reconstruction and Development (IBRD)/World Bank (WB) untuk membiayai Sustainable Management of Agricultural Research and Technology Dissemination (SMARTD) Project dan bermaksud untuk menggunakan sebagian dari dana pinjaman tersebut untuk membiayai Paket Kontrak Layanan Jasa Konsultan Perencanaan Renovasi Bangunan Gedung Bertingkat Kebun Percobaan Singamerta (Banten Assessment Institute for Agricultural Technology (AIAT) : Designing Renovation of two-story building in Singamerta Research Station)

 

Layanan jasa konsultan tersebut meliputi: (1) Melakukan perencanaan kontruksi pembangunan bangunan Gedung dan infrastruktur; (2) Membuat perkiraan Biaya (RAB); (3) Membuat Laporan akhir perencanaan; (4) Menyusun dokumen pelelangan. Jangka waktu pelaksanaan yang diinginkan adalah 45 hari kalender sejak Surat Perintah Mulai Kerja ditandatangani.

 

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Banten, Kementerian Pertanian mengundang perusahaan konsultan yang berpengalaman di bidang desain konstruksi yang memenuhi syarat untuk memasukkan pernyataan berminat untuk memberikan layanan jasa konsultansi. Perusahaan konsultan yang berminat harus memberikan informasi yang mendukung bahwa perusahaan konsultan yang bersangkutan memenuhi syarat untuk menjalankan layanan jasa tersebut.  Kriteria dalam penyusunan daftar pendek konsultan (short-list) adalah: (1) Mempunyai pengalaman minimal 8 tahun dalam merencanakan pembangunan gedung; (2) Mampu menyediakan tenaga ahli yang dibutuhkan; (3) Lebih diutamakan yang mempunyai pengalaman dalam merancang bangunan gedung kantor bertingkat.

Perusahaan Konsultan dapat berasosiasi satu sama lain dalam bentuk joint venture atau sub konsultan untuk meningkatkan kualifikasi mereka.

 

Pemilihan Konsultan akan menggunakan metode Consultants’ Qualifications Selection (CQS) sesuai yang ditetapkan dalam Pedoman Konsultan Bank Dunia (Guidelines: Selection and Employment of Consultants by World Bank Borrowers) edisi January 2011.

 

Informasi lebih lanjut bagi yang berminat dapat menghubungi:

Pokja ULP Perencanaan  Renovasi Gedung Kebun Percobaan Singamerta (BPTP Banten)

Jl. Ciptayasa KM 01 Ciruas – Serang, Banten 42182, Telp: (0254 - 281055) - Fax: (0254 - 282507), E-mail: bptpbanten@yahoo.com ,

Website : www.banten.litbang.pertanian.go.id.

 

Pernyataan minat untuk menjadi konsultan  dan dokumen kualifikasi harus disampaikan dalam bentuk tertulis ke alamat di bawah ini (secara langsung, email, atau melalui pos) paling lambat diterima oleh Pokja ULP tanggal tanggal 2 Maret 2016 Jam 14.00 Wib / setempat.

 

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Banten

UP: POKJA ULP Perencanaan Renovasi Bangunan Gedung Bertingkat Kebun Percobaan Singamerta BPTP Banten

d.a Jl. Ciptayasa KM 01 Ciruas – Serang, Banten 42182

Telp: (0254 - 281055) - Fax: (0254 - 282507)

E-mail: bptpbanten@yahoo.com ,

 

Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Peningkatan Komunikasi Teknologi/Penyuluhan Dalam Rangka Percepatan Inovasi Pertanian Di Provinsi Banten, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten telah melaksanakan pelatihan penyuluh dengan tema “Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia (Penyuluh) melalui introduksi teknologi perbenihan tanaman padi, kedelai dan buah-buahan”. Materi pelatihan didasarkan pada hasil rekapitulasi informasi yang telah disampaikan oleh penyuluh saat acara Temu Informasi-April lalu. Peserta berjumlah 30 orang dengan latar belakang penyuluh pertanian lapang (PPL) baik status PNS, THL maupun TKK. Pelatihan dilaksanakan pada Rabu, 1 Juli 2015 bertempat di sekretariat KTNA Lebak.

Pelatihan dibuka langsung oleh Kepala BP4K Kabupaten Lebak (Drs. H. Ujang), sedangkang narasumber pelatihan berasal dari peneliti dan penyuluh BPTP Banten. Teknis pelatihan diawali dengan pembagian kuisioner (pre test) yang harus diisi oleh peserta. Pre test dierikan dengan tujuan untuk mengetahui pengetahuan peserta sebelum mengikuti pelatihan. Sedangkan untuk mengukur perubahan pengetahuan, di akhir pelatihan diberikan kuisioner lagi atau yang biasa disebut post test. Materi yang dipaparkan membahas tentang teknologi perbenihan, padi disampaikan oleh (Zuraida Yursak, Sp. MSi), kedelai (Dr. Pepi Nur Susilawati), dan buah-buahan (Kartono, Sp. Msi).

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten menyelenggarakan seminar rutin pada 25 November 2014. Seminar yang dilaksanakan di aula lantai 2 BPTP Banten mengangkat tema "Potensi Pengembangan Sayuran Di Dataran Rendah" yang dihadiri 100 peserta dari SKPD provinsi//kabupaten/kota, penyuluh, petani dan kelompok wanita tani. Acara dibuka langsung oleh Kepala BPTP Banten, Dr. Muchamad Yusron, M.Phil. Dalam sambutannya, Kepala BPTP Banten menyampaikan bahwa seminar merupakan salah satu sarana yang dapat dijadikan ajang pengembangan sumberdaya manusia pertanian. Harapannya melalui seminar, informasi yang diperoleh bermanfaat khususnya bagi peserta (peneliti/penyuluh/teknisi) dan umunya untuk pengembangan sayuran di Provinsi Banten.

Narasumber seminar yaitu Dr. Bagus Kukuh Udiyarto (peneliti Balai Penelitian Sayuran) dan Eka Rastiyanto, SP (penyuluh BPTP Banten) serta moderator Silvia Yuniarti (peneliti BPTP Banten). Dr. Bagus memaparkan materi tentang peluang, permasalahan dan strategi pengembangan sayuran dataran rendah. Cakupan materi yang disampaikan meliputi:

  1. Peluang pengembangan agribisnis sayuran. Hasil pertanian khususnya sayuran merupakan bahan makanan yang banyak mensuplai vitamin bagi tubuh. Sayuran juga merupakan bahan baku obat sekaligus sebagai penyedap makanan. Aroma khas yang dimiliki membuat sayuran sebagai bahan pangan yang tak tergantikan. Produk sayuran termasuk komoditas import-eksport. Tercatat pada tahun 2012, Indonesia mengimpor beberapa jenis sayuran seperti kentang, bawang merah, bawang putih, cabai dan tomat. Kondisi inilah yang menjadi alasan bahwa peluang pengembangan sayuran masih terbuka sangat luas.
  2. Program yang dilaksanakan oleh Balitsa dan BPTP yaitu adanya Program Kawasan Agiribisnis Hortikultura. Rangkaian kegiatan yang dijalankan terdiri atas: integrasi inovasi untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah, dukungan inovasi dan pendampingan serta penentuan lokasi pendampingan yang bekerjasama dengan Dinas terkait di daerah.
  3. Potensi pengembangan sayuran didasarkan pada adanya varietas unggul baru yang telah dihasilkan oleh Balitbang Pertanian, Benih bermutu, Teknologi, Luas arel, kesuburan lahan, ketersedian air dan sumberdaya manusia. Provinsi Banten  memiliki beberapa hal tersebut sebagai wilayah pengembangan sayuran.
  4. Arahan ke depan yaitu produksi sayuran secara melimpah pada saat musim hujan. Selama ini, saat musim kemarau produksi sayuran melimpah mengakibatkan harga rendah, sedangkan di musim penghujan produksi yang rendah mengakibatkan harga yang melonjak tinggi. Rekomendasi bawang merah yang tahan pada musim penghujan yaitu varietas Bima, Maja, Trisula, Sembarni dan Pancasona.
  5. Sayuran mentimun, diperkenalkan varietas litsa hijau (hibrida) yang memiliki keunggulan yaitu ujungnya tidak pahit dan isinya padat.
  6. Peran strategis benih mendukung pengembangan sayuran yaitu benih mempresentasikan keunggulan genetik dan mampu digunakan sebagai batas atas produksi dalam usaha tani. Benih juga memiliki kandungan virus yang lebih rendah dibandingkan dengan umbi.
  7. Balitsa telah memiliki sistem manajamen mutu (SMM), sehingga dalam melakukan sertifikasi benih tidak lagi tergantuk terhadap pihak lain.
  8. Kelemahan bawang putih di Indonesia sama persis dengan bawang merah sumenep yaitu tidak bisa berbunga, sehingga dalam perbanyakan benihnya belum dapat dilakukan.
  9. Budidaya sayuran sebaiknya memperhatikan konsep ramah lingkungan, persemaian yang aman dari virus dan hama (dengan sungkup), pemberian vaksinasi sebagai pencegahan virus).
  10. Strategi pengembangan sayuran mengarah pada peningkatan volume (luas lahan) dan mutu produksi, kebijakan dan regulasi, persepsi dan promosi, penguatan riset dan penguatan sumberdaya manusia.
Narasumber kedua yaitu memaparkan tentang Budidaya Sayuran di Dataran Rendah. Lokasi yang dijadikan model yaitu kebun percobaan (KP) singamerta BPTP Banten. Budidaya sayuran khususnya tanaman kol bulat dan kembang kol meliputi:
  1. Persiapan media tanam yaitu menggunakan tanah dan pupuk kandang (kotoran ayam) dengan perbandingan 1:1.
  2. Menggunakan persemaian berupa try.
  3. Pindah tanam saat bibit memiliki 4-6 helai daun.
  4. Jarak tanam 50 cm x 50 cm
  5. Penyulaman dilakukan saat tanaman berumur 15 hari setelah tanam (HST).
  6. Pemupukan, menggunakan NPK-Mutiara saat tanaman 2 dan 4 minggu HST.
  7. Penyiraman dilakukan tergantung cuaca. Saat musim kemarau penyiraman dilakukan 2-3 kali dalam sehari.
  8. Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), dan
  9. Panen, Kol Bulat panen saat umur 3 bulan HST dan bunga kol 2 bulan HST. Produksi bunga kol di bedengan lebih tinggi dibandingkan dalam polybag. Bunga Kol yang ditanam di bedengan mampu mencapai 0,8 - 1,2 Kg sedangkan yang ditanam di polybag hanya berkisar 0,4 -0,5 kg.
  10. Permasalahan yang dihadapai yaitu segmen pasar yang terbatas dan daya simpan produk yang rendah.