JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Kementan Salurkan Bantuan Sembako Bagi THL-TBPP dan Petugas Lapang LainnyaSebanyak 279 Tenaga Harian Lepas (THL) – Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TBPP), POPT, Medik dan Paramedik Veteriner, dan petugas lapang lainnya di bawah binaan Kementan yang ada di Provinsi Banten mendapat bantuan sembako dari Kementerian Pertanian.

Setiap petugas mendapat jatah sembako 1 paket yang berisi beras 5 kg, gula pasir 1 kg, minyak 1 liter, olahan pangan dari ternak 2 macam, bawang merah dan bawang putih masing-masing 0.5 kg.

Paket tersebut dikirim langsung dari masing-masing Ditjen Teknis Kementan Pusat ke BPTP Banten sejak Senin hingga Selasa, 18-19 Mei 2020, dikemas dan selanjutnya siap didistribusikan.

Untuk memudahkan pendistribusian, Provinsi Banten dibagi menjadi 4 wilayah utama, yaitu Serang Raya yang meliputi Kab. Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon; Tangerang Raya yang meliputi Kota Tangerang, Kab. Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan; Kab. Pandeglang; dan Kab. Lebak.

Selasa hingga Kamis, 19-21 Mei 2020 keseluruhan paket telah didistribusikan ke seluruh penerima yang langsung memberikan apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada Kementerian Pertanian.

Dengan sigap, Ade Prayasta Rahadian, SP, Koordinator THL-TBPP Provinsi Banten beserta Koordinator di masing-masing 4 wilayah tersebut membantu pendistribusian hingga paket sembako diterima petugas dengan lengkap dan utuh.

VIDEO 1 ..... Link (Penyaluran sembako)

VIDEO 2 ..... Link (Ucapan terima kasih)

Pentingnya Informasi Publik di Masa Pandemi Covid-19Rabu, 20 Mei 2020, Kementerian Pertanian melaksanakan Webinar Keterbukaan Informasi Publik.

Webinar ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan PPID UK/UPT lingkup Kementerian Pertanian.

Narasumber pada Webinar ini adalah Dr. Kuntoro Boga, Kabiro Humas dan Informasi Publik (IP) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, dan Romanus Ndau, Komisioner Komisi Informasi Pusat, dengan moderator Kabag Informasi Publik Biro Humas dan IP, Komarudin, SP, M.Sc.

Peserta Webinar terdiri dari PPID UK/UPT lingkup Kementan seluruh Indonesia. Dari BPTP Banten hadir menyimak Pejabat PPID Pelaksana ST. Rukmini, SP, M.Si dan Petugas PPID, Ahmad Muhtami, S.PKP.

Sesi pertama diisi dengan penyampaian materi dari Dr. Kuntoro Boga dengan topik "Pengelolaan Informasi Publik Kementan di Tengah Pandemi Covid-19".

 Disampaikan bahwa situasi pandemi seperti ini, isu ketahanan pangan menjadi isu utama di masyarakat, contohnya bersumber dari lembaga Indonesia Indication bahwa dalam satu bulan ini lebih dari 60.000 berita online di internet mengangkat isu tentang ketahanan pangan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa di masa pandemi ini ada dua bidang yg menjadi benteng pertahanan yaitu kesehatan dan pertanian. Terkait dengan hal tersebut, disampaikan bahwa di tengah pandemi ini periode Januari - April, sektor pertanian mengalami pertumbuhan positif dengan peningkatan nilai ekspor sebesar 12.66 %, didominasi oleh produk perkebunan dan hortikultura.

Dr. Kuntoro Boga juga menekankan bahwa meskipun dalam keadaan pandemi, akses untuk informasi publik tidak boleh berhenti, harus tetap berjalan. Untuk itu, peran UPT Kementan menjadi sangat penting sebagai penyambung informasi kepada masyarakat.

Pemateri kedua adalah Romanus Ndau Lendong, Komisioner Komisi Informasi Pusat yang menyampaikan bahwa Kementan harus menjamin Keterbukaan informasi publik karena lembaga ini yang mengurusi masalah pangan bangsa ini sehingga perannya menjadi sangat strategis dalam hal informasi ketersediaan pangan.

Romanus juga menekankan bahwa pemerintah harus memprioritaskan sektor pertanian demi mencegah terjadinya bencana kelaparan akibat pandemi seperti yang diungkapkan oleh FAO beberapa waktu lalu Untuk itu, perlu dukungan dana yang mencukupi dari negara terkait dengan ketersediaan pangan.

Wujud Kepedulian, ASN BPTP Banten Kembali BerbagiSebagai wujud kepedulian ASN BPTP Banten terhadap masyarakat sekitar yang terdampak Covid-19, untuk kedua kalinya telah menyalurkan sembako khususnya ke pensiunan PNS BPTP Banten 4 orang, pegawai 1 org, Tenaga Kontrak 20 orang, Tenaga UHL 2 orang, dan masyarakat sekitar 15 org.

Rabu, 20 Mei 2020, 42 paket sembako tersebut telah diserahkan ke penerima dengan rincuan per paket berupa beras 5 kg, gula 1 kg, minyak 2 ltr, sarden 5 kaleng, biskuit 1, dan sirup 1 botol.

Para penerima mengakui bahwa mereka sangat terbantu dengan kegiatan ini, dan menunjukkan rasa solidaritas yang tinggi dari semua ASN BPTP Banten.

 

 

 

Wujud Kepedulian, ASN BPTP Banten Kembali Berbagi

"SILINCAH" Inovasi Layanan Publik BPTP Banten Dalam rangka meningkatkan kinerja layanan publik, BPTP Banten kembangkan layanan online yamg diberi nama "SILINCAH". Layanan ini diinisiasi oleh Kepala BPTP Banten Dr. Ismatul Hidayah, SP, MP.

SILINCAH adalah akronim dari Sistem Inovasi Layanan Online Cepat dan Hemat, yaitu suatu sistem layanan informasi dan produk berbasis digital melalui website BPTP Banten.

Layanan ini dibuat untuk mempermudah pengguna dalam memanfaatkan informasi teknologi dan produk yang tersedia di BPTP Banten secara cepat dan hemat.

Melalui layanan ini, pengguna/stakeholder BPTP Banten dapat mengakses:

1). Ketersediaan benih sumber dan benih sebar padi dan melakukan pemesanan benih tersebut
2). Ketersediaan stock bibit Ayam KUB berdasarkan umur, dan tersedia panduan pemeliharaan Ayam KUB, serta melakukan pemesanan bibit ayam tersebut
3). Layanan pengujian mutu benih tanaman pangan
4). Layanan magang dan kunjungan ke IP2TP Singamerta.
5). Layanan klinik pertanian yang merupakan layanan konsultasi teknologi informasi.

Pada layanan tersebut, khususnya layanan ketersediaan benih padi dan stock Ayam KUB akan diupdated setiap hari sehingga sesuai dengan ketersediaan riil di gudang UPBS dan kandang ayam BPTP Banten.

Jumat, 15 Mei 2020, Dr. Ismatul Hidayah, SP, MP melakukan sosialisasi internal terhadap layanan tersebut. Selain untuk mengenalkan layanan ini ke seluruh pegawai BPTP Banten, sosialisasi juga dimaksudkan untuk mendapatkan respon dan masukan berharga bagi penyempurnaan layanan tersebut.

Direncanakan setelah Idul Fitri 1441 H akan diadakan sosialisasi eksternal layanan tersebut kepada stakeholder secara luas melalui pertemuan online.