Info Aktual

Menjaga Kelestarian Aren Organik, BPTP Banten Sosialisasikan Sistem Pertanian Organik di Cibaliung - Pandeglang

Pekan lalu (24/02/2021), Dinas Pertanian Provinsi Banten menggandeng BPTP Banten untuk mensosialisasikan Sistem Pertanian Organik kepada petani aren dan pengolah gula aren yang ada di Desa Cibaliung, Kec. Cibaliung Kab. Pandeglang.
 
Acara yang digelar oleh Dinas Pertanian Provinsi Banten tersebut dilaksanakan dalam rangka kegiatan Pembinaan dan Sertifikasi Desa Pertanian Organik berbasis Komoditas Perkebunan.
 
Hadir dalam acara antara lain adalah Kepala Dinas Pertanian Kab. Pandeglang, Kabid Perkebunan Distan Prov. Banten dan para undangan lainnya.
 
Ir. Resmayeti Purba, M.Si, selaku narasumber dari BPTP Banten mengawali penjelasannya dengan definisi Sistim Pertanian Organik, dilanjutkan materi Budidaya Tanaman Aren, Pengolahan Aren menjadi Gula Semut, Syarat-syarat Mendapatkan Sertifikat Organik, dan Standar Mutu Gula Aren Berdasarkan SNI.
 
"Budidaya perkebunan aren secara organik, memang tidak memberikan reaksi instan pada produksi tanaman, akan tetapi dengan pelaksanaan perkebunan organik akan membawa perkebunan berkelanjutan (sustainable) dan memberikan solusi bagi tersedianya pangan yang sehat" jelas Resmayeti dalam paparannya.
 
Materi yang disampaikan dalam acara tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bagi petani dalam membudidayakan aren sehingga kelestarian alami aren akan tetap terjaga.
 
Selain sosialisasi Sistim Pertanian Organik, pada kesempatan tersebut, Distan juga melakukan pelatihan Pembuatan Kompos, MOL, Pestisida Nabati, dan APH.

Dukung Produksi Cabai, BPTP Banten Salurkan Benih ke Poktan Maju Terus

Dukung Produksi Cabai, BPTP Banten Salurkan Benih ke Poktan Maju TerusHarga cabai yang melambung saat ini, membutuhkan upaya kongkrit untuk peningkatan produksi.
 
Salah satu upaya yang dilakukan BPTP Banten adalah menyalurkan benih cabai kepada Poktan Maju Terus yang berlokasi di Desa Sentul Kecamatan Kragilan Kab. Serang. Benih yang disalurkan sebanyak 435 polibag yang akan ditanam pada areal anggota poktan.
 
Tidak hanya cabai, BPTP Banten juga menyalurkan benih terong ungu sebanyak 225 polibag.
 
Madarip, Ketua Poktan Maju Terus menyampaikan terima kasih kepada BPTP Banten saat menerima bantuan benih tersebut dari Koordinator IP2TP Singamerta, Eka Rastiyanto, SP, M.Agr.
 
Benih tersebut bersifat stimulan, diharapkan petani tetap terpacu untuk menambah kebutuhan benihnya.

DUKUNGAN BPTP TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI PADI MELALUI PENYEDIAAN BENIH SUMBER DAN BENIH SEBAR DI PROVINSI BANTEN

DUKUNGAN BPTP TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI PADI MELALUI PENYEDIAAN BENIH SUMBER DAN BENIH SEBAR DI PROVINSI BANTENBenih merupakan salah satu input produksi yang mempunyai kontribusi signifikan terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Ketersediaan benih dengan varietas yang berdaya hasil tinggi dan mutu yang tinggi, baik mutu fisik, fisologis, genetik maupun mutu patologis mutlak diperlukan di dalam suatu sistem produksi pertanian.

Kebutuhan benih potensial padi di Provinsi Banten dari tahun ke tahun semakin meningkat. Peningkatan kebutuhan benih sejalan dengan meningkatnya luas panen dan luas tanam serta berbagai program yang dilaksanakan baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah daerah tentang penggunaan benih dan varietas unggul seperti Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU), Cadangan Benih Nasional (CBN) dan Cadangan Benih Daerah (CBD).

Kebutuhan benih padi potensial berdasarkan sasaran tanam pada tahun 2011 sebesar 10.421 ton dan mengalami peningkatan menjadi 10.641 ton pada tahun 2013 dan 11.553 ton pada tahun 2019.

BPTP Banten melalui Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) turut berperan aktif dalam mendukung penyediaan benih unggul bermutu di Provinsi Banten.

UPBS BPTP Banten terbentuk pada tanggal 30 Desember 2010 melalui SK Kepala Balai BPTP Banten No. 949/OT.140/I.10.10/12/2010 dengan mengemban tugas dalam menyediakan dan menyebarluaskan benih sumber dan benih sebar dari varietas unggul yang bermutu.

Benih yang dihasilkan dari UPBS BPTP Banten merupakan benih sumber dan sebar dari varietas unggul baru (VUB) yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Kementerian Pertanian (BBPadi).

UPBS BPTP Banten pada kurun waktu tahun 2012-2020 telah menghasilkan benih sumber kelas FS sebanyak 48.904 kg dan benih kelas SS sebanyak 133.540 kg dengan potensi penangkaran benih kelas SS seluas 1.956 ha dan potensi penangkaran benih kelas ES seluas 5.341,6 ha.

Benih sebar yang telah diproduksi dan didistribusikan UPBS BPTP Banten pada kurun waktu tahun 2012-2020 adalah 75.097 kg dengan potensi luas tanam 3.003,88 ha. Benih tersebut telah terdistribusi ke kabupaten dan kota sentra padi di Provinsi Banten.

Varietas yang telah diproduksi UPBS BPTP Banten pun beragam dan merupakan Varietas Unggul Baru (VUB) Badan Litbang. Terdapat sekitar 31 VUB padi yang telah diperkenalkan diantaranya adalah Inpari 20, Inpari 24, Inpari 30, Inpari 32, Inpari 33, Inpari 42, Inpari 43, Inpari IR Nutri Zinc, Inpago 8 dan lain-lain.

Rabu, 17 Februari 2021 BPTP Banten telah mendistribusikan benih bantuan Inpari 43 kelas SS sebanyak 250 kg untuk Kelompok Tani Sri Rejeki yang berada di Desa Bolang Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak yang diserahkan langsung oleh Kepala BPTP Banten Dr. Ismatul Hidayah, SP, MP kepada Ketua Kelompok Bapak Halimi dengan disaksikan oleh Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Malingkping Ira Heryani, ST.

Sebelumnya, Januari 2021, BPTP Banten juga telah mendistribusikan benih bantuan berupa benih sumber Inpari 32 kelas FS sebanyak 40 kg dan Inpari 43 kelas SS sebanyak 510 kg ke Kecamatan Cikeusik dan Inpari 43 kelas SS sebanyak 250 kg ke Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang. Benih bantuan tersebut diharapkan dapat ditangkarkan dan dikembangkan di wilayah tersebut.

Melalui dukungan penyediaan benih sumber dan sebar ini diharapkan dapat memberikan dampak dalam tersedianya benih padi sesuai prinsip enam tepat (tepat waktu, jumlah, jenis, tempat, mutu, harga) di Provinsi Banten melalui sistem penyediaan dan sistem perbenihan yang efektif dan efisien.

Diharapkan pemakaian benih varietas unggul bermutu akan memberikan dampak terhadap peningkatan produksi 10-20%, sehingga akan mampu mengungkit pendapatan petani antara 5-10% per musim tanam. Penggunaan benih bermutu yang memiliki daya tumbuh tinggi (di atas 80%) juga akan menghemat penggunaan benih di tingkat petani antara 15-25%.

Memanfaatkan Podcast sebagai Media Diseminasi

Memanfaatkan Podcast sebagai Media DiseminasiDiseminasi teknologi pertanian menjadi suatu keharusan untuk terus dilakukan dalam mendukung penyediaan pangan masyarakat meskipun dalam masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Pemanfaatan Teknologi informasi (TI) merupakan alternatif yang tepat sebagai media diseminasi dan penyuluhan saat ini, salah satunya melalui pemanfaatan Podcast.

Informasi tentang apa itu Podcast dan bagaimana memanfaatkannya belum banyak diketahui oleh pelaku diseminasi khususnya penyuluh pertanian.

Terdorong untuk berperan dalam melakukan percepatan diseminasi melalui pemanfaatan Podcast, Rabu (24/02/2021) BPTP Banten meyelenggarakan pelatihan secara virtual "Diseminasi Teknologi Pertanian via Podcast".

Acara dibuka dengan Sambutan Kepala BPTP Banten, Dr. Ismatul Hidayah, SP, MP yang mengapresiasi kehadiran para peserta dalam acara ini dan mendorong percepatan diseminasi teknologi pertanian dengan memanfaatkan berbagai media termasuk penggunaan podcast.

"Asyik" itulah salah satu kesan yang muncul dalam pelatihan ini. R. Dani Medionovanto, S.Pt. Penyuluh BBP2TP dengan piawai menghantarkan materi tentang definisi Podcast, sejarah hingga perkembangannya saat ini dan langkah-langkah memanfaatkan Podcast.

Podcast adalah file rekaman audio yang diunggah ke internet (secara berkala) sehingga dapat didengar dan dilanggani. Kapan pun, pendengar bisa menyimaknya (dapat diputar secara berulang) dengan cara memasang aplikasi Podcast di smartphone seperti aplikasi Anchor.

Podcast menjadi menarik karena kekuatannya ada pada audio. "Kita tahu bahwa audio adalah medium yang paling akrab dengan kita karena kita berkomunikasi dengan berbicara dan mendengarkan" jelas Dani.

Stimulasi suara yang didengar manusia dapat memunculkan suatu gambaran dalam benak. Inilah yang membuat podcast itu asyik untuk dinikmati.

Membuat podcast sangat mudah, caranya download aplikasi Anchor di smartphone #SobaTani, registrasi dengan alamat email, lalu mulailah buat Podcast dengan menyiapkan alat rekam atau bisa langsung merekam pada smartphone #SobaTani, mulailah merekam, beri judul lalu publish. Selesai.

Acara yang dipandu oleh Sub Koordinator Sub Kelompok KSPP BPTP Banten ST. Rukmini, SP. M.Si ini diikuti dengan sangat antusias oleh para peserta. Tercatat, pendaftar pelatihan sebanyak 241 orang namun acara diikuti hingga 296 peserta yang tidak hanya dari wilayah Banten tetapi dari seluruh Indonesia (Aceh hingga Papua),bahkan terdapat peserta berasal dari Jepang.

Diskusi semakin menarik karena narasumber mengajak partnernya pada Podcast #Colenak (Celoteh Edukasi Peternak), Dayat Hermawan, S.Pt, M.Si (Widyaiswara BBPKH Cinagara) untuk mengungkapkan bagaimana pengalamannya dalam membuat podcast. Diskusi dengan peserta pun sangat interaktif, tidak hanya tentang bagaimana membuat Podcast tetapi juga bagaimana Podcast dapat diajukan sebagai angka kredit penyuluh pertanian.

Acara diakhiri dengan pengisian kuisioner Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) sebagai bentuk evaluasi BPTP Banten dalam penyelenggaraan acara, dan kuisioner evaluasi pelaksanaan pelatihan dengan variabel motivasi dan literasi peserta terhadap media baru Podcast.

Kiprah Milenial di IP2TP Singamerta

Kiprah Milenial di IP2TP SingamertaUniversitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) secara rutin setiap tahun menempatkan mahasiswa Fakultas Pertanian baik untuk Kuliah Kerja Profesi (KKP), Kuliah Kerja Mandiri (KKM) maupun untuk melakukan penelitian di IP2TP Singamerta.

Dengan landasan kolaborasi untuk mendidik para milenial untuk berkiprah dalam pembangunan pertanian, BPTP Banten sepakat bekerjasama dengan Untirta dalam membina dan mendampingi para mahasiswa tersebut.

Tahun ini, tercatat ada 4 mahasiswa melakukan penelitian di IP2TP Singamerta dan segera akan menyusul 1 orang untuk penelitian hidroponik. Dan terdapat 8 mahasiswa yang telah rampung melakukan KKP selama 1 (satu) bulan.

Kamis, 11/02/2021, telah dilaksanakan acara penutupan pelaksanaan KKP kepada 8 mahasiswa Untirta tersebut.

Acara penutupan yang dilaksanakan oleh Sub Kelompok KSPP yang dikoordinir oleh Sub Koordinator, ST. Rukmini, SP, MS.i. dihadiri oleh Kepala BPTP Banten, Dr. Ismatul Hidayah, SP, MP dan Dosen Pembimbing KKP dari Untirta, Putra Utama, SP, MP. Selain itu, turut hadir Koordinator IP2TP, Eka Rastiyanto, SP, M.Agr. dan Pustakawan BPTP Banten, Sri Maryani, S.I.Pust.

Kepala BPTP Banten menyampaikan agar para mahasiswa selaku milenial dapat mengembangkan diri dengan penuh semangat dalam dunia kerja nantinya karena ilmu yang diperoleh selama KKP menjadi salah satu dasar dalam berkiprah pada dunia kerja sesungguhnya. Kepala BPTP Banten juga menyampaikan bahwa BPTP Banten terbuka bagi siapa saja yang ingin bekerjasama dalam pengembangan keilmuan di Provinsi Banten. Hal senada juga disampaikan oleh Dosen Pembimbing dari Untirta agar ilmu yang diperoleh digali lebih dalam lagi sehingga penguasaannya semakin lebih baik dan lebih bermanfaat dalam dunia kerja.

Berbagai rangkaian kegiatan mahasiswa selama 1 bulan dipaparkan oleh mahasiswa dalam acara tersebut. Meskipun singkat, namun pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh cukup memberikan stimulan bagi mahasiswa selaku milenial untuk berkiprah dalam dunia pertanian.

Kegiatan yang dilakukan mahasiswa antara lain: pembuatan media tanam, perbanyakan tanaman, budidaya tanaman secara hidroponik, vertikultur, pemeliharaan kelinci, dan kegiatan penerimaan materi: pengenalan VUB Padi, teknologi budidaya padi, teknik produksi benih, teknik pembuatan pupuk organik, analisa tanah menggunakan PUTS, teknik perbanyakan buah, sistem budidaya vertikultur dan hidroponik, sistem budidaya tanaman sayuran buah dan daun, dll.

Di akhir acara, dilakukan penyerahan sertifikat kepada para mahasiswa dari Kepala BPTP Banten, yang dilanjutkan dengan penyerahan plakat dari mahasiswa Untirta.

.