JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Surplus Padi di Pandeglang ketika Biasanya Musim Paceklik

Kepala BPTP Banten pada hari ini melakukan panen padi bersama Kepala Badan Penyuluhan dan SDM Pertanian di Gapoktan Cipanas yang berlokasi di Desa Gunung Putri Kec. Banjar Kab. Pandeglang.  Areal yang siap panen selama beberapa hari ke depan di wilayah ini adalah seluas 80 ha dari total luas tanam wilayah Desa Gunung Putri, yaitu seluas 256 ha.  Rata-rata perkiraan hasil produksi Gapoktan tersebut adalah rata-rata 6 ton/ha.

Panen padi di Kabupaten Pandeglang diperkirakan akan surplus produksi di Bulan Desember yang biasanya paceklik terjadi.   Produksi padi Bulan Desember di wilayah ini  diperkirakan akan mencapai angka 21 ribu ton.  Dibandingkan dengan angka konsumsi rata-rata masyarakat Pandeglang yang mencapai 10.500 ton per bulan maka hasil panen padi akan mengalami surplus.   Hasil panen yang surplus tersebut secara rutin disalurkan ke beberapa daerah seperti Jakarta, Serang, Pandeglang dan Rangkasbitung.  Menurut Ketua Gapoktan Cipanas, harga jual gabah berkisar antara Rp.4.800 – 5000/kg.

Peran yang dilakukan masing-masing pihak baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah untuk mewujudkan swasembada pangan dengan memberikan berbagai bantuan sebagai upaya peningkatan produksi dan mengatasi berbagai kendala di lapangan telah memberikan bukti nyata bagi peningkatan hasil produksi padi di Kabupaten Pandeglang.  Bantuan dan upaya yang telah dilakukan Kementerian Pertanian antara lain berupa rehabilitasi jaringan irigasi tersier, bantuan benih, pupuk, alsin, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), dll. 

Dalam acara panen ini, Kepala BPTP Banten berkesempatan menyampaikan bahwa tugas BPTP Banten antara lain adalah melakukan diseminasi inovasi teknologi pertanian kepada petani termasuk menyebarluaskan penggunaan teknologi terbaru yang nyata-nyata dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan hasil produksi;  melakukan pendampingan dan pembinaan kepada petani termasuk kepada penangkar benih sekaligus mengawal produksi benih  untuk mengasilkan benih unggul dan bermutu,; melakukan pendampingan dan pengawalan Upaya Khusus Peningkatan Produksi Pajale (Padi, Jagung, dan Kedelai), dan kegiatan strategis Kementan lainnya antara lain seperti kegiatan pendampingan kawasan tanaman pangan.