JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosialisasi Hama dan Penyakit Pada Tanaman Padi Bagi Petani Desa Singamerta

BPTP Banten menanggapi permintaan Kepala Desa Singamerta Kecamatan Ciruas untuk menanggulangi hama dan penyakit utama pada tanaman padi di wilayah Singamerta dengan memberikan Penyuuhan dan Sosialisasi Pertanian.

Kepala Desa Singamerta, Ade membuka acara dengan mengungkap beberapa isu penting seputar masalah pertanian yang dihadapi warganya. Ikut memberikan sambutan adalah Danranmil Kecamatan Ciruas, Andang yang menyatakan kesanggupan anggota TNI khususnya wilayah Kecamatan Ciruas untuk mengawal petani dari sejak mulai menanam sampai panen.

Selain Peneliti BPTP Banten, narasumber yang hadir dalam acara ini adalah Kepala penyuluh BPP Kecamatan Ciruas Sukarna Saijan. Salah satu yang disampaikan adalah perlunya anggota kelompok tani untuk segera memperoleh Kartu Tani Indonesia (KTI) agar bisa membeli pupuk bersubsidi di Kios setempat.

Peneliti BPTP Banten, Sri Kurniawati, S.P., M.Si. memberikan paparan secara umum mengenai pengenalan hama dan penyakit utama pada tanaman padi berikut dengan cara menanggulangi dan mengantisipasi serangan. Beberapa hama yang kerap menyerang di lahan persawahan Desa Singamerta adalah walang sangit, wereng batang cokelat, penggerek batang, dan burung.

Pengendalian serangan dengan menggunakan pestisida alami dapat dilakukan pada saat jumlah populasi hama masih sedikit, sedangkan jika jumlah hama sudah mulai mencapai ambang pengendalian dapat dilakukan pengendalian menggunakan pestisida kimia. Walang sangit yang datang menyerang hamparan pada saat padi matang susu dapat diumpan dengan menggunakan bangkai kodok atau ikan yang berbau menyengat, dan penyemprotan dilakukan pada tempat umpan.Hama wereng yang baru menetas (imago) dapat dikendalikan dengan pestisida sistemik, sedangkan wereng dewasa dikendalikan dengan pestisida kontak.

Luasnya hamparan padi yang siap panen pada  beberapa bulan ke depan mengundang rombongan burung yang berpotensi mengurangi hasil panen. Penggunaan racun untuk menanggulangi burung sangat tidak disarankan karena dapat meninggalkan residu yang berbahaya. Bebegig (orang-orangan sawah / scarecrow) masih merupakan cara yang paling efektif untuk mengendalikan serangan burung. (28/12/2017)