JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Andil Penyuluh Tingkatkan Produksi Padi di Banten

Andil Penyuluh Tingkatkan Produksi Padi di BantenHingga saat ini, Provinsi Banten terus menerus melakukan panen di beberapa lokasi, antara lain di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang.

Panen di Kabupaten Lebak hari ini berlangsung di Poktan Bojong Neros yang berlokasi di Desa Banjarsari Kecamatan Warung Gunung.  Panen dihadiri Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, dan  Kepala Dinas Pertanian Kab. Lebak, Dede Supriatna, SST  beserta Kasi KSPP  BPTP Balitbangtan Banten, Babinsa, Penyuluh, dan Petani anggota Poktan.

Panen hari ini di Poktan tersebut dilakukan pada lahan seluas 10 hektar dari total hamparan panen 25 hektar dengan tingkat produktivitas 6.4 ton/hektar.  Luas total  hamparan panen untuk Desa Banjarsari adalah 87 hektar.

Sejak tahun 2008, Poktan Bojong Neros sudah menerapkan Sistem Tanam Jajar Legowo (Jarwo) 4:1 dan hasilnya cukup signifikan terhadap peningkatan produksi petani, yaitu produksi meningkat sebesar 25 persen. Keberhasilan ini antara lain karena peran penyuluh yang terus menerus mensosialisasikan dan membuat percontohan (demplot) Jarwo di wilayah ini. Berkat penyuluh, petani berhasil diyakinkan untuk rencana menanam Inpari 32 pada awal musim tanam tahun ini.

Jaringan irigasi di lokasi Poktan Bojong Neros  juga sangat berperan dalam peningkatan produksi.  Irigasi mampu meningkatkan penanaman menjadi 5 kali dalam dua tahun.

Selain di Lebak, titik panen lainnya ada di di Kabupaten Serang, yaitu Desa Bumijaya Kecamatan Ciruas.  Sejak 3 tahun terakhir, 7 desa di wilayah Kecamatan Ciruas telah berhasil mencapai IP padi 300, salah satunya Desa Bumijaya.  Keberhasilan tersebut antara lain juga karena peran penyuluh secara terus menerus agar petani menerapkan inovasi teknologi seperti penggunaan Jarwo, pemupukan berimbang, penggunaan benih bermutu, dan  penggunaan alsintan.

Panen di Desa Bumijaya dilakukan di Kelompok Tani Harapan Jaya pada luas hamparan 95 hektar dengan tingkat produktivitas sebesar 6 - 6.5 ton/hektar. Panen ini dihadiri oleh Kepala BPTP Balitbangtan Banten, Camat, Danramil, Korluh Kec.Ciruas, penyuluh dan kelompok tani. Petani menjual gabah dengan harga dalam Gabah Kering Panen sebesar Rp. 5.000 per kg.  Petani mendukung upaya pemerintah untuk peningkatan produksi dan mencegah terjadinya impor.  Tindakan impor dapat berdampak pada rendahnya harga jual beras petani. (5/1/2018)