JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sigap pada Serangan WBC, Petani di Desa Kepandean Serang Menuai Hasil

Sigap pada Serangan WBC, Petani di Desa Kepandean Serang Menuai HasilGairah petani di Desa Kepandean Kecamatan Ciruas untuk berusahatani masih menggeliat, di tengah maraknya serangan Wereng Batang Coklat (WBC) panen yang dihasilkan masih cukup tinggi, yaitu berkisar antara 6-6,5 ton/ha GKP.

Menurut Abdul Hadi, Ketua Kelompok Tani Suka Tani keberhasilan petani dalam menghalau serangan WBC adalah telah timbulnya kesadaran petani untuk memonitoring hama di lahan sawahnya. Pengamatan yang rutin membuat petani lebih waspada saat hama datang.

Sebelumnya, seringkali kegagalan dalam mengendalikan WBC ini adalah lemahnya monitoring oleh petani.  Mereka baru  mengambil tindakan pengendalian ketika ditemukan titik-titik/spot tanaman yang telah kering seperti terbakar. Pada saat itu populasi WBC sudah tinggi dan tindakan pengendalian lebih sulit dilakukan. Selain itu, monitoring yang tidak berkelanjutan setelah dilakukan penyemprotan insektisida menyebabkan petani banyak kecolongan dimana populasi tetap tinggi atau bahkan meningkat. Hal ini bisa jadi penyemprotan pertama belum tuntas dan masih ada telur yang belum menetas.

BPTP Balitbangtan Banten dengan berkoordinasi dengan BPTPH secara rutin melakukan pemantauan/monitoring terhadap perkembangan hama yang merugikan di lapangan seperti WBC.  Selanjutnya dilakukan tindakan pengendalian di lapangan saat serangan hama atau Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sudah di atas ambang batas pengendalian, misalnya untuk hama WBC  tindakan pengendalian wajib dilakukan bila ditemukan nimfa 10 ekor per rumpun padi untuk umur tanaman padi kurang dari 40 Hari Setelah Tanam (HST)  atau 20 ekor per rumpun bila umur tanaman lebih dari 40 HST.  Di samping itu, tidak henti-hentinya petani dianjurkan untuk melakukan pengamatan rutin minimal satu minggu sekali.

Monitoring hama yang berkelanjutan dan tindakan pengendalian yang tepat seperti penggunaan insektisida secara bijaksana akan mengurangi kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan hama tersebut.

Berkat kegigihan petani dalam melakukan monitoring serangan hama untuk mengantisipasi potensi kerugian yang dapat terjadi,  anggota Kelompok Tani Suka Tani  berhasil melakukan panen hari ini pada lahan seluas 10 ha dari total luas hamparan panen 31 ha dengan Varietas Ciherang. Panen kali ini dihadiri oleh BPTP Balitbangtan Banten,  Camat Ciruas, Danramil, Kepala UPT Pertanian Kecamatan Ciruas, Koordinator Penyuluh Kecamatan Ciruas, dan Kepala Desa Kepandean. Menurut petani, kehadiran aparat merupakan salah satu wujud perhatian dan dukungan bagi petani. Hal ini membuat petani semakin bersemangat dalam bertani dan bertekad  untuk semakin  meningkatkan produksi padi.