JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP Banten Gelar Pelatihan Teknologi Pakan Untuk Perbaikan Performance Reproduksi Ternak dan Kerbau di Tangerang Banten

BPTP Banten Gelar Pelatihan Teknologi Pakan Untuk Perbaikan Performance Reproduksi Ternak dan Kerbau di Tangerang BantenSebagai upaya mendukung pengembangan kawasan peternakan di Tangerang, BPTP Banten (10/10/2018) gelar Pelatihan teknologi pakan untuk perbaikan performance reproduksi sapi/kerbau.

Pelatihan yang berlangsung di lokasi Kelompok Tani  Sabana Mandiri, Kecamatan  Rajeg Kabupaten Tangerang dilaksanakan melalui kolaborasi kegiatan Pengembangan Bioindustri Berbasis Padi Sawah dan Upaya Khusus Peningkatam Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB).

Pelatihan digelar dengan harapan petani mampu memahami pentingnya nutrisi pakan yang diberikan, dan petani dapat mempraktekan pengolahan pakan baik dengan silase maupun amoniase.

Pelatihan diikuti oleh 50 orang peternak yang ada di Kecamatan Rajeg, Sindang Jaya dan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang, dengan narasumber utama adalah Dr. Wisri Puastuti SPt. MSi yang merupakan peneliti nutrisi dari Balai Penelitian Ternak - Bogor.

Rangkaian acara pelatihan diawali dengan pretest untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal para peserta, penyampaian materi, dan dilengkapi praktek pembuatan silase dan amoniase, kemudian diakhiri dengan post test untuk mengetahui  peningkatan pengetahuan petani.

Pelatihan ini penting untuk dilakukan karena kualitas pakan yang kurang tercukupi untuk induk sapi potong akan menekan laju pertambahan bobot sapi sehingga produktivitas menurun serta fungsi organ reproduksi terganggu (calving interval > 4 bulan).

Terdapat dua permasalahan utama yang menyebabkan pakan ternak khususnya pakan ternak ruminansia yang diberikan tidak memenuhi kecukupan jumlah dan asupan nutrien, pertama adalah bahan pakan pada umumnya berasal dari produk samping pertanian yang rendah kadar protein kasarnya dan tinggi serat kasarnya. Dan permasalahan kedua adalah ketersediaan pakan yang tidak kontinyu.

Permasalahan tersebut dapat diatasi melalui pemanfaatan teknologi nutrisi.

Tujuan dari teknologi pengolahan dan pengawetan pakan adalah:

  1. mempermudah pemberian pakan,
  2. mempermudah penanganan/distribusi,
  3. meningkatkan kecernaan dan nilai nutrien,
  4. meningkatkan palatibilitas dan
  5. memperpanjang waktu simpan. 

Manfaatnya adalah:

  1. meningkatkan produksi ternak (pertumbuhan, produksi anak dan susu),
  2. menyediakan pakan  sepanjang musim, dan
  3. mempermudah penyimpanan/penanganan/distribusi.

Teknologi pengolahan pakan yang mudah dilakukan petani sehingga menjadi bahan  praktek pada pelatihan ini adalah silase dan amoniase.

Bahan baku pembuatan silase dan amoniase adalah jerami, rumput, tongkol jagung, dedak,  molases, dan urea. Silase  mampu meningkatkan derajat cerna, lebih disukai oleh ternak serta bisa disimpan dalam jangka waktu lama.

Amoniase selain memberikan keuntungan seperti silase juga meningkatkan nilai nutrien berupa ketersediaan protein yang lebih tinggi.