JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Perwujudan Kerjasama BPTP Banten dan UNTIRTA melalui Penyelenggaraan ‎Seminar Nasional Ketahanan Pangan

Kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan merupakan hal ‎fundamental bagi kesejahteraan suatu bangsa. Hal tersebut tercermin dari tersedianya ‎pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan ‎terjangkau.

Ketahanan dan Kedaulatan Pangan dapat dicapai melalui peningkatan ‎produksi pangan maupun diversifikasi pangan. ‎

Kamis, 25 Oktober 2018, telah diselenggarakan Seminar Nasional dengan tajuk ‎‎“Optimalisasi Diversifikasi Pangan dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional". ‎Seminar yang bertempat di Auditorium Dekanat Fakultas Teknik Untirta Lantai 2 Cilegon ‎ini ‎terlaksana atas kerjasama BPTP Banten dan Fakultas Pertanian Untirta.

Bertindak ‎sebagai pemateri adalah Siti Haryati, SP.,MSc,.sebagai perwakilan Direktorat Jenderal Tanaman ‎Pangan Kementerian Pertanian, Dr.Ir. Sudi Mardianto, ‎M.Si.‎, selaku Kepala BPTP Banten dan Dosen Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tirtayasa, Prof. Dr. Meutia, ‎S.E.,M.P.‎ Peserta seminar sekitar 150 mahasiswa dari 10 perguruan tinggi di Indonesia ‎terlihat antusias menyimak pemaparan dari para narasumber.‎

Siti Haryati sebagai pembicara pertama mewakili Direktorat Jenderal Tanaman Pangan ‎Kementerian Pertanian menyampaikan potensi sektor pertanian Indonesia dan strategi ‎pemerintah pusat dalam meningkatkan produksi tanaman pangan untuk mewujudkan ‎ketahanan pangan nasional.

Beberapa strategi tersebut antara lain: pengembangan padi ‎gogo, pemadatan populasi dengan tumpangsari, pengembangan padi lahan kering, ‎pengembangan jagung integrasi sawit maupun kelapa, potensi PATB (perluasan area ‎tanam baru) padi dan jagung di lahan kebun masyarakat, pengembangan kedelai di ‎perbukitan, dan pengembangan kedelai integrasi sawit.‎

Pembicara selanjutnya, Kepala BPTP Banten Dr.Ir. Sudi Mardianto, M.Si. mengingatkan ‎kembali akan urgensi kebangkitan pangan lokal. Secara alamiah, lingkungan telah ‎menyediakan bahan pangan, yang dikenal sebagai pangan lokal, yang paling sesuai bagi ‎penghuninya.

Utilisasi pangan introduksi yang massive dapat menimbulkan beragam ‎masalah, dari isu kesehatan, degradasi keanekaragaman hayati, hingga isu ekonomi dan ‎kedaulatan negara. Perubahan pola pangan lokal ini perlu dukungan teknologi pertanian ‎berupa teknologi lokal, teknologi olah minimal, dan teknologi pengolahan lanjut.‎

Dosen Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tirtayasa, Prof.Dr. Meutia, S.E.,M.P.‎ ‎sebagai pemateri terakhir memperkenalkan I-CEFORY (Center of Execellence for Food ‎Security) sebagai hasil kolaborasi antara Islamic Development Bank dan Universitas ‎Sultan Ageng Tirtayasa (Ristekdikti) dalam bidang ketahanan pangan. Pusat Unggulan ‎Inovasi (PUI) ini mempunyai 4 (empat) cluster riset utama ketahanan pangan, yaitu: ‎availability, acces, stabilization, dan utilization.‎

Setelah para narasumber menyampaikan pemaparannya, acara seminar dilanjutkan ‎dengan diskusi yang diikuti oleh para peserta.‎