JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP Banten Mantapkan Kajian Budidaya Kedelai Tahan Naungan pada MT II

BPTP Banten Mantapkan Kajian Budidaya Kedelai Tahan Naungan pada MT IISetelah sukses memperoleh hasil panen yang tinggi pada Musim Tanam (MT) I lalu, yaitu terwujud peningkatan 20.68 % dari hasil eksisting petani, BPTP Banten kembali melanjutkan pengkajian Budidaya Kedelai Tahan Naungan pada MT II di lokasi yang sama, yaitu Desa Citalahab Kecamatan Banjar Kabupaten Pandeglang.

Pada MT I, diperoleh kedelai dengan kualitas biji yang baik, terlihat dari bulir kedelai yang bernas, ukuran biji besar sesuai dengan karakteristik varietasnya, warna biji bersih tidak tampak serangan jamur dan biji rusak akibat serangan hama sangat sedikit. Pada MT II ini pun diharapkan perolehan hasil yang maksimal.

Pada MT I, dari berbagai jenis kedelai yang ditanam diperoleh varietas yang cukup adaptif terhadap naungan yaitu Dena I dan Devon I. Atas dasar hal itu, kedua varietas tersebut ditanam kembali pada MT II ini pada lahan seluas 3 ha dengan perbaikan beberapa komponen teknologi.

BPTP Banten Mantapkan Kajian Budidaya Kedelai Tahan Naungan pada MT IIRabu, 14/01/2020 BPTP Banten lakukan pengamatan pada pertanaman kedelai di lokasi tersebut untuk melihat kemampuan tanaman menghasilkan biomassa. Tampak pertumbuhan tanaman cukup bagus, dan sudah memasuki Fase R6 dengan polong sudah terisi dan terbentuk dengan sempurna.

Dr Andy Saryoko, SP, MSi selaku Penanggungjawab kegiatan menyampaikan bahwa secara ilmiah, varietas-varietas yang memiliki toleransi yang baik terhadap naungan mampu menggunakan energi yang ada salah satunya energi matahari untuk melakukan aktifitas fotosintesis dan menghasilkan biomassa.

 

 

BPTP Banten Mantapkan Kajian Budidaya Kedelai Tahan Naungan pada MT IIMelalui Kegiatan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi teknologi untuk masyarakat tani di Provinsi Banten. "Hasil akhir dari kajian ini adalah untuk menghasilkan sebuah rekomendasi paket teknologi yang dapat diimplementasikan secara luas untuk agroekosistem serupa di Provinsi Banten" terang Dr Andy menutup penjelasannya.

Ulasan lengkap, silahkan simak pada video berikut:

VIDEO .....