JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Korluh dan Petani Ciruas Mengikuti Sosialisasi Pencegahan COVID-19 via Teleconference

Korluh dan Petani Ciruas Mengikuti Sosialisasi Pencegahan COVID-19 via TeleconferenceJumat, 20/03/2020 telah berlangsung teleconference antara Agriculture War Room (AWR) Kementan dengan 30 peserta daerah yang terdiri dari BPP selaku Kostratani, Distan Kabupaten selaku Kostrada, dan BPTP selaku Kostrawil.

Narasumber acara pada AWR Kementan adalah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr yang menyampaikan Sosialisasi Pencegahan Berkembangnya Covid-19 kepada Petani, Penyuluh dan Petugas Lapangan Lainnya.

Terkait hal tersebut, BPTP Banten selaku Kostrawil mengajak BPP dan petani terdekat untuk mengikuti teleconference tersebut, yaitu BPP Ciruas dan perwakilan petani dari Desa Pamong.

Pada AOR BPTP Banten, teleconference diikuti oleh Kepala Balai Dr. Ismatul Hidayah, SP, MP, Kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian ST. Rukmini, SP, M.Si, sejumlah peneliti dan penyuluh, serta 2 orang dari BPP Ciruas yaitu Korluh dan Penyuluh, serta 1 orang petani.

 

Korluh dan Petani Ciruas Mengikuti Sosialisasi Pencegahan COVID-19 via TeleconferenceProf. Dedi Nursyamsi mengawali penjelasannya bahwa Penyuluh adalah Kopassus Kostratani. Selanjutnya, BPP sebagai pusat gerakan kostratani menjadi pusat kegiatan pembangunan pertanian tingkat kecamatan yang pada dasarnya merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran BPP berbasis teknologi informasi dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Kemudian, materi dilanjutkan ke bagian inti yaitu apa itu COVID-19, bagaimana karakteristiknya, bagaimana cara virus tersebut dapat menginveksi manusia, dan bagaimana cara penularannya, serta bagaimana strategi Kementan dalam Pencegahan dan Perlindungan dari serangan Covid-19 dan gerakan SDM pertanian sikapi Covid-19. Untuk itu, disampaikan tentang protokol pencegahan Covid-19 secara umum, protokol untuk penyuluh dan petugas lapang lainnya maupun protokol untuk petani.

Terkait dengan hal itu pula, Kementan membuat tagar #PERTANIANCEGAHCORONA yang dimaksudkan bahwa pertanian tidak boleh berhenti dan ayo genjot terus produksi pertanian