JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Padukan Berbagai Teknologi, BPTP Banten Tingkatkan Produksi di Lahan Kering

Padukan Berbagai Teknologi, BPTP Banten Tingkatkan Produksi di Lahan Kering"Pertanian tidak boleh berhenti di tengah pandemi Covid-19" menjadi slogan yang selalu memberikan semangat bagi insan pertanian di negeri ini.

Betapa tidak, petani menjadi garda terdepan dalam pemenuhan kebutuhan pangan pokok masyarakat.

Di tengah pandemi, BPTP Banten tetap bersemangat melaksanakan kegiatan baik yang bersifat pengkajian maupun diseminasi atau penyebarluasan informasi teknologi ke masyarakat luas meskipun dalam kondisi yang sangat terbatas.

Salah satu kegiatan BPTP Banten tahun ini adalah melakukan demfarm jagung seluas 10 ha pada Kawasan Pertanian berbasis Inovasi (KPI) di wilayah Kecamatan Gunungkencana yang dikenal memiliki lahan kering yang cukup luas, tepatnya di lokasi Kelompok Tani Desa Mandiri Benih (DMB) Makmur Bersama Desa Gunungkendeng dan di Gapoktan Tani Jaya Desa Kramat Jaya.

Kegiatan KPI merupakan upaya untuk mengembangkan model bisnis melalui konsolidasi petani dan usahatani yang mampu memberikan nilai tambah, meningkatnya posisi tawar petani, memperkuat kelembagaan petani sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, di mana di dalamnya inovasi pertanian yang menjadi titik ungkit pengembangan Kawasan Pertanian berbasis Inovasi sudah tersedia.

Pelaksanaan demfarm di wilayah tersebut diawali dengan kegiatan identifikasi potensi sumberdaya lahan, kondisi biofisik, inovasi pertanian, komoditas unggulan dan kelembagaan petaninya. Selanjutnya disusun rancang bangun inovasi teknologi sebagai acuan pelaksanaan kegiatan. Langkah berikutnya adalah melakukan implementasi beberapa inovasi teknologi melalui demfarm yang bertujuan memberikan percontohan dalam meningkatkan produksi dan produktivitas serta kualitas hasil usahatani tanaman yang berbasis teknologi inovatif.

Udin Samsudin, Ketua KT DMB Makmur Bersama dan R. Safei, Ketua Gapoktan Tani Jaya merasa senang dan bersyukur karena jagung yang ditanam pada tanggal 13 April lalu, telah tumbuh dengan optimal. Panen akan dilaksanakan sekitar pertengahan Bulan Juli 2020.

Menurut Dr. Pepi Nur Susilawaty, SP, M. Si, peneliti BPTP Banten sekaligus Penanggung Jawab kegiatan, selain pengenalan varietas NASA 29, teknologi yang diperkenalkan pada demfarm tersebut adalah pemupukan dengan rock phosphate yang merupakan sumber P alami yang mampu meningkatkan produksi sampai dengan lebih dari 15 ton/ha. Lebih lanjut disampaikan bahwa rock phosphat mampu bertahan dalam tanah sampai 5 musim sehingga sangat menguntungkan bagi petani apalagi di saat kesulitan mendapatkan pupuk P.

Tidak hanya itu, teknologi lainnya yang diterapkan menurut Dr. Pepi adalah tanam sistem zig-zag yang bertujuan untuk meningkatkan populasi tanaman.

Sementara itu, Kepala BPTP Banten mengharapkan agar pertumbuhan jagung tersebut tetap optimal hingga petani sukses memanen hasilnya. Untuk itu, petani dan penyuluh setempat diharapkan terlibat secara maksimal dalam memelihara pertanaman yang ada.