JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Demfarm Jagung Sukses Semangat Petani Terjaga

Demfarm Jagung Sukses Semangat Petani TerjagaJagung merupakan salah satu komoditas andalan yang diharapkan terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan industri khususnya industri pakan.

Kabupaten Lebak telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai salah satu lokasi pengembangan komoditas jagung berbasis korporasi, tepatnya di wilayah Kecamatan Gunungkencana.

Sejak ditetapkan sebagai wilayah pengembangan jagung, BPTP Banten secara rutin setiap tahun melakukan pendampingan dengan menempatkan kegiatan terkait pada lokasi tersebut pada wilayah desa yang berbeda-beda.

Pada postingan kami beberapa waktu lalu telah menampilkan tentang aktivitas BPTP Banten tahun ini dalam melakukan pendampingan melalui demfarm jagung seluas 7 ha di wilayah Kecamatan Gunungkencana yang dikenal memiliki lahan kering yang cukup luas, tepatnya di lokasi Kelompok Tani Desa Mandiri Benih (DMB) Makmur Bersama, Desa Gunungkendeng.

 

Demfarm Jagung Sukses Semangat Petani TerjagaDemfarm jagung di lokasi tersebut bertujuan memberikan percontohan dalam meningkatkan produksi dan produktivitas serta kualitas hasil usahatani yang berbasis teknologi inovatif.

Teknologi yang diperkenalkan pada demfarm tersebut adalah: 1) pemupukan dengan rock phosphate yang merupakan sumber P alami yang mampu meningkatkan produksi sampai dengan lebih dari 10 ton/ha. Rock phosphat mampu bertahan dalam tanah sampai 5 musim sehingga sangat penguntungkan bagi petani apalagi di saat kesulitan mendapatkan pupuk P; 2) sistem tanam zig-zag yang bertujuan untuk meningkatkan populasi tanaman; dan 3) penggunaan varietas NASA 29, varietas Badan Litbang Pertanian dengan membandingkan dengan varietas jagung lainnya.

NASA 29 memiliki potensi hasil yang tinggi mencapai 13,5 t/ha. Selain potensi hasil yang tinggi, jagung ini memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai, karat, dan hawar. Keunggulan lainnya adalah stay green, yaitu warna batang dan daun di atas tongkol masih hijau saat biji sudah masak/waktu untuk panen sehingga dapat dimanfaatkan untuk pakan.

Menurut pengakuan Udin Samsudin, Ketua KT DMB Makmur Bersama, hasil panen jagungnya kali sangat memuaskan dibanding tahun-tahun sebelumnya ketika tidak ada pendampingan. Menurutnya, biji jagungnya lebih berisi, bernas, lebih berat dan memenuhi sepanjang tongkol. Udin bersama anggota kelompoknya merasa senang dan bersyukur dan mengharapkan tidak ada kendala dalam pemasaran sehingga hasilnya benar-benar dapat dinikmati oleh petani.

BPTP Banten terus mendorong semangat para petani di wilayah tersebut, apalagi anggota Kelompok DMB Makmur Bersama sebagian besar tergolong petani pemula yang beralih profesi dari pekerjaan lainnya.