JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Banten Kembangkan Tanaman Porang

Banten Kembangkan Tanaman PorangPorang merupakan tanaman umbi-umbian dengan nama latin Amorphophallus muelleri. Umbi porang biasanya diolah menjadi tepung yang dipakai untuk bahan baku industri seperti industri kosmetik, lem, pengental, mie ramen, dan campuran makanan.

Tanaman porang mulai digandrungi petani karena nilai jualnya memberikan margin yang cukup menguntungkan, bahkan ada yang menyebut panen porang seperti memanen dollar karena telah diekspor ke berbagai negara seperti China, Jepang, Korea, dan Taiwan yang mendatangkan "dollar" bagi petani.

Dari berbagai sumber diketahui bahwa porang dapat tumbuh dan beradaptasi pada berbagai jenis tanah dengan ketinggian antara 0 sampai 700 mdpl. Untuk itu, potensi pengembangan porang sangat menggairahkan.

BPTP Banten bersama UPTD PSBTPHP pada pekan lalu telah mengawali kegiatan dalam rangka pengembangan tanaman porang, yaitu dengan melakukan identifikasi dan pengamatan bersama terhadap tanaman tersebut yang banyak terdapat di Kp. Pasir Gadung Desa Sangiang Kecamatan Mancak Kabupaten Serang.

Kegiatan diawali dengan wawancara terhadap petani yang bernama Imamudin mengenai asal usul porang yang ada di wilayah tersebut. Dalam kegiatan tersebut, Tim BPTP Banten adalah Zuraida Yursak, SP, M.Si yang merupakan peneliti sekaligus Penanggung Jawab kegiatan Sumber Daya Genetik yang Terkonservasi dan Terdokumentasi, dan didampingi oleh seorang Teknisi Mahir a.n Ahmad Makmur.

Menurut petani, porang pertama kali ditemukan di hutan sekitar wilayah Mancak yang tumbuh liar dan nyaris terabaikan.

Kemudian, sejak tahun 2017 Imamudin mulai serius mencari porang ke hutan wilayah tersebut. Hasil pencariannya menemukan bahwa porang atau "cuklek" (nama lokal red) ternyata banyak tersebar di tiga kampung, yaitu Cikalapa, Bojong dan Sukajaya.

Tahun berikutnya, petani mulai mencoba membudidayakan porang. Seiring dengan hal tersebut, terbentuk pula poktan pengembang porang yang diberi nama Poktan Cakratani.

Imamudin yang merupakan salah satu penggagas Poktan Cakratani tertarik untuk mengembangkan usaha porang dengan menjadi pedagang pengumpul karena melihat peluang pasar yang tinggi dari komoditas tersebut.

Selain menanam sendiri, tahun 2019 Imamudin memperluas sumber pasokannya yang tidak hanya dari Kecamatan Mancak tetapi juga dari.Kecamatan Gunung Sari, Kecamatan Cinangka, dan Kecamatan Padarincang. Bahkan meluas sumbernya dari Kecamatan Bayah, Kecamatan Malingping, dan Kecamatan Gunungkencana Kabupaten Lebak dan juga Kecamatan Saketi dan Kecamatan Cibaliung Kabupaten Pandeglang.

Pemasaran porang dari Banten telah menjangkau wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera dengan kisaran harga per kg Rp12.000-15.000,-

Porang yang sangat potensial tersebut tentu saja perlu diiringi dengan upaya penyelamatan untuk pengembangan yang terencana yang telah diawali dengan identifikasi tanaman tersebut dalam rangka mewujudkannya sebagai varietas lokal Banten oleh UPTD PSBTPHP dan BPTP Banten.

Kasi Yantek UPTD PSBTPHP, Hj. Ade Salha menyatakan bahwa kegiatan tersebut perlu mendapat dukungan dari BPTP Banten. Kolaborasi keduanya akan mengakselerasi proses pendaftaran porang sebagai varietas lokal Banten.