JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Beneng Si Talas Raksasa dari Banten

Beneng Si Talas Raksasa dari BantenTidak harus nasi, talas menjadi salah satu solusinya. Talas dapat dijadikan bahan pengganti nasi karena merupakan salah satu sumber karbohidrat potensial (90%).

Banten menjadi salah satu produsen talas di Indonesia. Talas Banten yang terkenal adalah Talas Beneng (Besar dan Koneng) yang berasal dari wilayah Kabupaten Pandeglang.

Talas Beneng adalah talas lokal khas yang tumbuh subur dan liar di sekitar Gunung Karang, Kampung Cinyurup, Kelurahan Juhut Kecamatan Karang Tanjung Kabupaten Pandeglang. Masyarakat setempat telah mengenal dan memanfaatkan umbi Talas Beneng menjadi berbagai olahan pangan. Bahkan, kini daunnya juga telah bernilai ekonomi yang cukup menggiurkan.

Saat ini, Talas Beneng telah dibudidayakan dan telah berkembang ke-11 kecamatan, di antaranya Kecamatan Jiput, Kecamatan Cisata, Kecamatan Mandalawangi, dan Kecamatan Pandeglang.

Potensi produksi Talas Beneng sangat bergantung pada faktor lingkungan berupa tingkat kesuburan lahan dan ketersediaan air, dan cara budidaya petani. Cara budidaya tanaman meliputi aplikasi pemupukan, jarak tanam yang digunakan, sumber/asal benih, dan pemeliharaan tanaman.

Jarak tanam sangat berpengaruh pada produktivitas. Jarak tanam yang digunakan umumnya berkaitan dengan pola tanam. Umumnya, masyarakat menggunakan pola tumpang sari, Talas Beneng ditanam dalam kebun campuran atau di bawah tegakan sehingga jarak tanam mengikuti pola populasi yang ada. Untuk pola tanam monokultur, umumnya menggunakan jarak tanam 1 x 1 m.

Populasi tanaman dengan monokultur pada setiap 10.000 m2 berkisar antara 600-1000 tanaman.

Untuk benih yang digunakan, akan bervariasi pertumbuhannya bergantung asal benihnya. Benih yang berasal dari bonggol sisa panen umumnya akan lebih cepat tumbuh dan berumbi dibandingkan dengan benih yang berasal dari anakan.

Panen akan dilakukan saat Talas Beneng berumur sekitar 8-12 bulan, umbi bonggol akan mencapai hasil 2 - 3 kg per tanaman, jauh lebih berat/besar daripada yang berasal dari anakan yang berkisar sekitar 0.7 - 1 kg per tanaman.