JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Talas Beneng Menembus Pasar Eropa dan Australia

Talas Beneng Menembus Pasar Eropa dan AustraliaRabu (09/09/2020), acara Temu Teknologi BPTP Banten dengan tema "Peluang Pengembangan Talas Beneng sebagai Sumber Pangan Alternatif" telah berlangsung dengan lancar dan baik.

Peserta zoom sebanyak 100 orang ditambah peserta yang menyaksikan dari Youtube tampak antusias mengikuti acara. Hal ini menunjukkan bahwa minat dan keingintahuan peserta terhadap Talas Beneng cukup tinggi.

Mengawali acara, Kepala BPTP Banten Dr. Ismatul Hidayah, SP, MP menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkesempatan untuk mengikuti kegiatan Temu Teknologi tersebut yang terselenggara atas kerjasama antar instansi pemerintah dan pelaku usaha.

Kepala Dinas Pertanian H. Budi S Djanuardi, SPt, MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa Talas Beneng telah masuk dalam daftar 8 komoditas unggulan ekspor Provinsi Banten. "Talas BEneur (besar) dan koNENG adalah kepanjangan dari Talas Beneng" jelas H. Budi S Djanuardi, SPt, MM.

Lebih lanjut disampaikan bahwa beberapa keunggulan dari Talas Beneng antara lain adalah: setiap saat bisa dipanen, tidak mengenal masa kadaluarsa panen, semakin lama maka akan semakin tumbuh besar, bahkan hingga umur 2.5 tahun, bobot umbinya bisa mencapai lebih dari 40 kg. Talas Beneng menjadi jawaban di antara sumber-sumber pangan alternatif.

Bak tanaman kelapa, tidak ada yang terbuang dari bagian tanaman Talas Beneng baik umbi sebagai sumber pangan, batang sebagai sumber bahan pakan ternak, dan daunnya dengan kandungan zero nikotin sehingga menjadi bahan baku rokok herbal.

Pemerintah dan pelaku usaha optimis bahwa komoditas ini dapat memberdayakan masyarakat dan meningkatkan pendapatannya.

Selanjutnya, terdapat 3 narasumber dalam acara Temu Teknologi ini, yaitu: 1) Dr. Pepi NS, SP, M.Si (peneliti BPTP Banten) yang mengulas tentang Budidaya Talas Beneng, 2) Dudi Supriadi, SP (Penyuluh sekaligus praktisi Talas Beneng) mengupas tentang Pengolahan Talas Beneng, 3) Ardi Maulana (Pelaku Usaha/Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Talas Beneng) menjelaskan tentang Potensi dan Peluang Pasar Talas Beneng.

Teknis budidaya Talas Beneng dan pengolahannya akan kami posting di waktu berikutnya. Kali ini, kami akan sedikit mengulas tentang Potensi dan Peluang Pasar Talas Beneng sebagaimana yang dijelaskan oleh Narasumber ke-3, Ardi Maulana.

Menurut Ardi, umbi basah Talas Beneng telah diekspor ke Belanda melalui Jawa Timur (Malang) dengan rata-rata pengiriman 16 ton per minggu. Permintaan ekspor ke Belanda mencapai 70-90 ton/bulan. Harga yang ditawarkan berkisar Rp.1.500 - 2.500/kg.

Tingginya permintaan tersebut, Ardi membuka peluang bermitra dengan petani lainnya. Ayo manfaatkan peluang ini.

Bahkan saat ini, pihak pengusaha Korea Selatan telah melakukan permintaan umbi sebesar 300 ton/bulan dan belum terpenuhi.

Di dalam negeri pun, permintaan cukup tinggi. Tercatat permintaan di luar wilayah Banten mencapai 190 ton per bulan dan baru terpenuhi sebesar 10 ton.

Untuk daun, permintaan ekspor berupa daun kering per bulan mencapai 340 ton. Namun, hingga kini baru terpenuhi sebanyak 18 ton/bulan ke Negara Australia. Dengan demikian, peluang pasar mencapai 322 ton/bulan. Harga yang ditawarkan mencapai Rp.20.000/kg.

Selain belum terpenuhinya total permintaan ekspor ke Australia yang mencapai 200 ton/bulan, peluang pasar ekspor lainnya adalah permintaan dari Malaysia sebesar 40 ton/bulan dan New Zealand sebeaar 100 ton/bulan.

Permintaan ekspor Talas Beneng dalam bentuk gaplek telah dilirik oleh India dan Turki, masing-masing sebesar 50 ton/bulan.

 

Materi Webinar :

- BUDIDAYA TALAS BENENG

- PENGOLAHAN TALAS BENENG

- PELUANG PASAR TALAS BENENG

- VIDEO .......... Link