JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Menjaga Produktivitas Itik Melalui Tata Laksana Pemeliharaan yang Tepat

Menjaga Produktivitas Itik Melalui Tata Laksana Pemeliharaan yang TepatItik merupakan komoditas ternak yang telah lama dibudidayakan oleh masyarakat Banten. Bahkan wilayah ini memiliki jenis itik lokal unggul yang dikenal dengan nama Itik Damiaking.

Itik tidak hanya dipelihara untuk diambil telurnya, tetapi juga daging itik merupakan salah satu sumber untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi masyarakat Banten. Khususnya di wilayah Kab. Serang, terdapat masakan khas dari itik atau bebek yang dikenal dengan sebutan Bebek Gerem Asem.

Umumnya pemeliharaan itik di Provinsi Banten dilaksanakan secara tradisional, yaitu pemeliharaan seadanya tanpa memperhitungkan kebutuhan hidup ternak dan umumnya dilaksanakan di areal persawahan.

Melalui berbagai kegiatan kajian dan diseminasi, BPTP Banten telah memperkenalkan sistem pemeliharaan secara semi intensif dan intensif kepada peternak itik, yaitu dengan memelihara itik secara terkurung dalam periode waktu tertentu maupun secara terus menerus.

Terkait dengan hal tersebut, peternak perlu menerapkan tata laksana pemeliharaan yang meliputi tata laksana pakan dan perkandangan yang sesuai dengan kebutuhan itik. Selain itu, sistem pemeliharaan perlu dilaksanakan dengan menerapkan prinsip berbasis sumberdaya lokal untuk keberlanjutan usaha di masa mendatang.

Kali ini kita akan ulas tentang Tata Laksana Pakan dalam Budidaya Itik. Tata Laksana Perkandangan akan kami bahas di waktu-waktu berikutnya.

Menurut Maureen CH, SPt, M.Sc (Peneliti Bidang Peternakan BPTP Banten), beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan tata laksana pakan dalam budidaya itik antara lain:

  1. Konsisten dalam penerapan jadwal pemberian pakan itik. Pada saat DOD sd. umur 2 minggu, pakan diberikan ad-libitum. Mulai umur 2 minggu sd. umur >8 minggu, pakan diberikan 2 kali per hari dan air minum harus selalu tersedia.
  2. Jumlah kebutuhan pakan dan kandungan gizi yang dibutuhkan berbeda pada tiap fase umur. Air minum disediakan minimal 2 kali dari jumlah kebutuhan pakan/ekor/hari.
  3. Formulasi pakan dapat dibuat dengan menggunakan bahan baku pakan spesifik lokasi yaitu bahan baku pakan yang banyak tersedia di lokasi. bahan baku pakan yang dipilih harus kontinyu ketersediaannya, memiliki harga terjangkau dan kandungan gizi yang dibutuhkan oleh itik.
  4. Bahan pakan yang digunakan dalam formulasi pakan dihitung berdasarkan berat kering bahan. Hal ini perlu ditekankan oleh petugas pendamping kelompok mengingat peternak terbiasa menghitung jumlah pakan yang diberikan dalam bentuk basah.