JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Optimalisasi Volume Semprot Pestisida dengan Mengukur Efisiensi Alat dan Kecepatan Berjalan

Optimalisasi Volume Semprot Pestisida dengan Mengukur Efisiensi Alat dan Kecepatan BerjalanKeberadaan hama dan penyakit pada tanaman seringkali menyebabkan kerugian dalam usaha tani seperti berkurangnya produksi dan berkurangnya kualitas hasil yang tentunya berpengaruh terhadap nilai jual produk.

Secara alamiah, hama dan penyakit akan selalu ada pada tanaman yang kita budidayakan. Untuk menghilangkan serangan tersebut adalah hal yang mustahil dilakukan di lahan. Tidak selalu keberadaan hama dan penyakit akan merugikan secara ekonomi apabila keseimbangan alam terjaga, yaitu dengan adanya musuh alami yang menjadi faktor pembatas berkembangnya populasi ataupun serangan hama dan penyakit tersebut.

Jika populasi atau intensitas serangan berada di bawah ambang pengendalian, maka upaya penanggulangannya tidak selalu harus menggunakan pestisida kimia sintetis.

 

Optimalisasi Volume Semprot Pestisida dengan Mengukur Efisiensi Alat dan Kecepatan BerjalanPengendalian lainnya seperti pengendalian fisik maupun pengendalian hayati menjadi alternatif pengendalian yang lebih ramah terhadap lingkungan.

 Namun, jika intensitas serangan telah melebihi ambang ekonomi, maka untuk menyelamatkan produksi harus dilakukan tindakan pengendalian menggunakan pestisida kimia sintetis.

Penggunaan pestisida kimia sintetis tentu saja harus dilakukan secara bijaksana agar efektif, efisien dan aman digunakan.

Penggunaan pestisida harus memenuhi 6 kriteria tepat yaitu: (1) tepat sasaran, (2) tepat jenis pestisida, (3) tepat dosis dan konsentrasi, (4) tepat cara aplikasi, (5) tepat waktu aplikasi, (6) dan tepat mutu.

Untuk memenuhi dosis yang tepat salah satu parameternya adalah jumlah volume semprot yang harus sesuai dengan rekomendasi.

Pada umumnya volume semprot yang dianjurkan adalah 500 liter/ha. Hasil kajian yang dilakukan BPTP Banten, sebagian besar petani di Banten hanya menggunakan separuh dari volume semprot rekomendasi. Hal ini tentu saja akan berpengaruh terhadap keefektifan pengendalian dan akan menimbulkan akibat yang merugikan lainnya seperti terjadinya resistensi (kekebalan hama atau patogen), resurgensi (meningkatnya populasi hama setelah aplikasi pestisida), dan secara ekonomi akan merugikan karena tindakan pengendalian harus diulang.

Upaya untuk mengoptimalkan volume semprot sesuai anjuran, hal yang harus diperhatikan adalah efisiensi alat semprot dan kecepatan berjalan bagi petani yang akan menyemprot pestisida.

Efisiensi alat diukur dari jumlah volume (liter) cairan yang dikeluarkan alat semprot per satuan waktu (menit).

Setiap alat memiliki efisiensi yang berbeda. Pada handsprayer pompa manual, setiap menit bisa mengeluarkan cairan sebanyak 1,6-1,8 liter/menit tergantung kondisi alat.

Pada handsprayer elektrik, memiliki efisiensi yang lebih besar yaitu lebih dari 2 liter/menit.

Sebelum mengukur efisiensi alat semprot, terlebih dahulu harus dilakukan pengaturan kepala nozel sampai cairan yang dikeluarkan berupa butiran halus dan berkabut, kemudian semprotkan ke dalam ember selama 1 menit dan mengukur volume air yang tertampung dalam ember.

Selanjutnya mengukur lebar jangkauan bidang yang terkena butiran semprot.

Setelah diperoleh angka-angka di atas, kemudian dimasukkan ke dalam rumus seperti contoh berikut:

Misalkan lahan yang akan disemprot seluas 4000 m2, maka volume semprot pestisida yang dibutuhkan adalah 200 liter. Selanjutnya hasil pengukuran efisiensi alat adalah 2 liter/menit dan lebar bidang semprot adalah 2 m, maka kecepatan berjalan yang dibutuhkan adalah 20 meter/menit. Artinya dalam 1 menit, tanaman yang disemprot sepanjang 20 meter dengan lebar jangkauan semprot 2 meter dan efisiensi alat yang digunakan 2 liter/menit.

Dengan diketahuinya patokan luas bidang semprot per meter persegi, diharapkan volume semprot yang direkomendasikan dapat terpenuhi secara optimal.

Catatan penting lainnya adalah perhatikan konsentrasi anjuran pestisida yang digunakan harus sesuai rekomendasi, misalnya anjuran yang tertera pada label adalah 2 ml/l artinya 2 ml pestisida per 1 liter air.

Materi di atas telah disosialisasikan dalam pertemuan kegiatan kerjasama BPTP Banten dengan Bank Indonesia pada petani binaan di Gapoktan Sukabungah Desa Tambakbaya Kec. Cibadak Kab. Lebak.