JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Cara Menghitung Produksi / Produktivitas Gabah Kering Simpan (Kadar Air 14%)

Cara Menghitung Produksi/Produktivitas Gabah Kering Simpan (Kadar Air 14%)Kembali kami hadir untuk berbagi ilmu tentang cara menghitung produksi/produktivitas Gabah Kering Panen (GKP) ke Gabah Kering Giling (GKG) atau simpan (Kadar Air 14%).

Seringkali kita menaksir produktivitas padi melalui hasil ubinan dalam bentuk kering pungut atau kering panen.

Data tersebut sebenarnya kurang pas untuk menampilkan potensi hasil dari suatu varietas pada suatu daerah. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan kondisi lahan, tanaman dan waktu panen.

Contohnya: produktivitas padi Inpari 43 Petani A adalah 7 ton/ha, dan Petani B 6,7 ton/ha. Apakah dapat dipastikan jika produktivitas Petani A lebih unggul daripada Petani B?

Secara sepintas demikian, akan tetapi Petani A melakukan panen pada pagi hari setelah semalam hujan, sedangkan Petani B melakukan panen di siang hari saat matahari sudah tinggi. Dengan kondisi demikian tentu akan ada perbedaan kadar air pada gabah saat panen yang akan mempengaruhi hasil sesungguhnya dari petani tersebut.

Idealnya, untuk mengetahui produksi kering simpan dengan Kadar Air 14% adalah dengan melakukan pengeringan dari sampel ubinan hingga kadar air mencapai 14%, kemudian ditimbang. Akan tetapi hal tersebut sedikit merepotkan jika sampel ubinannya banyak.

Maka dari itu, jika kita mengetahui kadai air gabah ataupun lainnya saat panen, maka bisa langsung dihitung bobot sampel pada kadar air 14% yaitu dengan rumus seperti pada gambar/photo terlampir (Photo III).

Contoh:

Dimisalkan Petani A memiliki bobot panen hasil ubinan yang telah dikonversi sebesar 7 ton/ha dengan kadar air panen 23%, maka produktivitas gabah kering giling atau kering simpan adalah sebesar: 6,27 ton/ha (Photo III)

Cara Menghitung Produksi/Produktivitas Gabah Kering Simpan (Kadar Air 14%)Selanjutnya, Petani B memiliki bobot panen hasil ubinan yang telah dikonversi sebesar 6,7 ton/ha dengan kadar air panen 18%, maka produktivitas gabah kering giling atau kering simpan adalah sebesar: 6,39 ton/ha (Photo III).

Ternyata setelah dikonversi pada kondisi kering giling dengan kadar air yang sama yaitu 14%, produktivitas Petani B lebih tinggi dari Petani A.