Hasil Penelitian Talas Beneng BPTP Banten Menjadi Acuan Dalam Lomba Kompetensi Siswa SMK se Provinsi Banten

Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Ke-29 Se-Provinsi Banten kembali digelar pada tanggal 13-16 September 2021.
 
Salah satu mata lomba yang diperlombakan adalah Food Technology yang diadakan di SMKN Pertanian Kota Serang. BPTP Banten kembali dipercaya untuk menjadi salah satu Dewan Juri dalam lomba tersebut dengan mengirimkan peneliti, yaitu Sri Lestari, S.TP, M.Si. Kedua juri lainnya berasal dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Pertanian Cianjur yaitu Prijadi S.TP, M.Si, dan Dwi Sri Retno Widowati, S.TP.
 
Peserta berjumlah 3 orang yang berasal dari SMKN 2 Kota Tangerang, SMKN 2 Pandeglang dan SMKN 2 Rangkasbitung.
Materi yang dilombakan adalah pengolahan produk tepung berbahan dasar umbi, cookies dan produk olahan kering berbahan dasar tepung umbi.
 
Jenis umbi yang diangkat oleh peserta yaitu ubi jalar ungu, kimpul serta talas beneng. Umbi talas beneng diangkat oleh SMKN 2 Pandeglang dengan proses pengolahan tepung mengacu pada hasil penelitian dari peneliti BPTP Banten mengenai reduksi asam oksalat pada talas lokal Banten melalui perendaman air garam. Hasil penelitian BPTP Banten tersebut telah terbit pada Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia Volume I Nomor 7 tahun 2015, Universitas Sebelas Maret , Surakarta. Dalam hasil penelitian disebutkan bahwa perendaman chip Talas Beneng segar di dalam larutan garam 10% selama 2 jam dapat menurunkan kadar asam oksalat sebesar 51.5%. Dengan adanya proses penepungan maka kadar asam oksalat akan mengalami penurunan kembali.
 
Dalam lomba tersebut, pada Dewan juri melakukan uji organoleptik pada produk KUMPI (Kukis Tempe Kopi) dan kue GBS (Garpu Beneng Sayuran). Hasil penilaian Dewan Juri menyatakan bahwa kedua produk tersebut tidak meninggalkan rasa gatal pada lidah. Produk yang dibawa oleh SMKN 2 Pandeglang ini mengantarkannya menjadi juara 1 dan selanjutnya akan maju ke LKS tingkat nasional.
Semangat kepada pada pemenang. Sejatinya semua adalah juara karena telah berusaha sebaik mungkin demi mengangkat komoditas umbi lokal agar memiliki nilai tambah menjadi produk pangan yang sehat dan bernilai ekonomi.