JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

BPTP Banten Lakukan Rapid Test untuk Seluruh PegawaiKamis, 17/09/2020, BPTP Banten melakukan Rapid Test untuk seluruh pegawai baik yang ASN, honorer maupun tenaga kontrak.

Kegiatan ini diikuti dengan tertib oleh seluruh pegawai karena menyadari bahwa test ini diperlukan dalam rangka memastikan apakah tubuhnya sehat atau tidak dalam menghadapi paparan virus.

Hal ini juga penting dilakukan untuk memastikan pegawai dapat berkinerja dengan baik yang didukung jiwa raga yang sehat. Selain itu, tubuh yang sehat akan mempengaruhi interaksi sosial seseorang tidak hanya dengan rekan kerja tetapi juga dengan keluarga kecil di rumah. Jiwaraga yang sehat akan membangun kehangatan hubungan.

Rapid test merupakan metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi dalam tubuh seseorang, yaitu IgM dan IgG yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh secara alami bila ada paparan virus.

Rapid Test menjadi deteksi awal terhadap paparan virus, namun tidak dapat dijadikan dasar diagnosis apakah seseorang terpapar Covid-19 atau tidak. Untuk pemeriksaan yang lebih akurat, dibutuhkan pemeriksaan lanjutan dengan menggunakan metode swab dan tes PCR.

Hasil Rapid Test yang non-reaktif tentu saja tidak boleh membuat lengah seseorang. Kewajiban untuk menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dan hindari kerumunan harus tetap dipatuhi dalam masa pandemi dalam era new normal ini.

Jangan Lupa 3MVIDEO ..........

Unit Kerja Informatif Wujud Tanggung Jawab Lembaga PublikSelasa, 15/09/2020 BPTP Banten mendapat anugerah Peringkat VII sebagai Unit Kerja Informatif Kategori Eselon III lingkup Kementerian Pertanian dalam acara Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Lingkup Kementan Tahun 2020.

Acara tersebut digelar oleh PPID Utama Kementan yang berlangsung dari Ruang Teater Lantai Dasar Gedung Pusat Informasi Agribisnis - Kementerian Pertanian.

Selain BPTP Banten, penghargaan Unit Kerja Informatif juga diraih oleh BPTP Jambi (Peringkat VI), BPTP Papua (Peringkat VIII), dan BPTP Bengkulu (Peringkat X).

Pada lingkup Eselon II, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) meraih kategori khusus dengan predikat Pengorganisasian dan Strategi Pelayanan Informasi Publik Terbaik Unit Kerja Eselon II. Dan yang lebih membanggakan adalah pada kategori Eselon I, Badan Litbang Pertanian mendapat Peringkat I KIP 2020. Dengan demikian, terwujud keselarasan dari Pusat hingga Unit Kerja di daerah untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik.

Unit Kerja Informatif, Wujud Tanggung Jawab Lembaga PublikPenghargaan tersebut akan memacu peningkatan kinerja tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) melalui keterbukaan informasi yang merupakan kewajiban sebuah lembaga publik sebagaimana amanat UU No. 14 Tahun 2008 tentang KIP.

Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa transparansi adalah penting dalam manajemen. Transparansi akan sangat terkait dengan partisipasi publik dalam kegiatan pembangunan pertanian.

Dr. Kuntoro Boga Andri, SP, M.Agr (Kepala Biro Humas dan Informasi Publik- Kementan) selaku Ketua Panitia acara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan monitoring dan evaluasi dalam rangka mengukur kinerja keterbukaan informasi publik UK/UPT lingkup Kementan.

Romanus Ndau dari Komisi Informasi Pusat dalam sambutannya menegaskan bahwa keterbukaan informasi adalah untuk mewujudkan public trust.

Sementara itu, Tya Tirtasari, MSi (Tenaga Ahli Komisi Informasi Pusat) selaku Ketua Tim Juri menegaskan bahwa ajang anugerah informasi publik bukan ajang kontestasi tapi sebagai bentuk pengawalan dan terwujud kesepakatan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan pelayanan informasi publik karena Kementan adalah Badan Publik yang berada pada cluster tertinggi KIP yaitu sebagai Badan Informatif. Lebih lanjut disampaikan bahwa Kementan adalah satu-satunya Kementerian yang melakukan penandatanganan Komitmen KIP dari jajaran Eselon I hingga Eselon III (Kepala UK/UPT). "Sistem sudah dibuat oleh Kementan sehingga bila ada pergantian pejabat maka tidak ada masalah", jelas Tya

Selanjutnya, Sekretaris Jenderal Kementan Dr. Ir Momon Rusmono, MS dalam kegiatan penganugerahan tersebut menyampaikan bahwa acara ini berorientasi memberikan semangat kepada jajaran pertanian dalam bekerja melayani masyarakat. Untuk itu, Momon mengajak semua unsur yang hadir untuk selalu semangat dalam bekerja. "Mari bekerja keras dan tetap semangat dengan berorientasi pada ketersediaan pangan untuk 267 jiwa penduduk Indonesia", jelas Momon Rusmono.

Di akhir acara, dilakukan dengan penandatanganan Komitmen KIP dari Seluruh Pejabat Eselon I Lingkup Kementan sebagai bentuk komitmen yang kuat untuk mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik.

Akhirnya, selamat dan sukses kami ucapkan atas kerjasama tim sehingga BPTP Banten mendapat anugerah peringkat VII Unit Kerja Informatif. Dan selamat dan sukses kepada semua pemenang lingkup Balitbangtan.

Dan tetap semangat kepada semua tim PPID BPTP lainnya dan UPT lainnya karena keberadaan PPID di masing2 Unit Kerja Lingkup Balitbangtan khususnya dan Kementan umumnya telah saling memperkuat dan mensuppport untuk memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat.

Light Trap Alat Perangkap Hama yang Multi ManfaatModel lampu perangkap yang dikembangkan oleh (BB Padi) ini biasa digunakan di lahan sawah untuk perangkap hama di pertanaman padi.

Tahukah apa saja manfaat dari lampu perangkap ini?

Ternyata manfaat dari lampu perangkap ini tidak semata-mata untuk memerangkap serangga hama yang aktif di malam hari saja, akan tetapi terdapat manfaat lainnya. Apa saja itu? yuk kita simak bersama...

Lampu perangkap banyak digunakan untuk membantu monitoring atau pengamatan serangga hama di lahan. Dengan lampu perangkap ini dengan mudah kita dapat mengetahui keberadaan hama yang sudah menghampiri pertanaman kita.

Konfirmasi keberadaan hama pada tanaman penting dilakukan ketika terdapat serangga hama pada hasil tangkapan dalam jumlah yang cukup banyak.

Setelah diperoleh hasil konfirmasi dari pengamatan langsung di pertanaman, maka dapat diberikan rekomendasi teknik pengendalian yang tepat. Apabila hasil konfirmasi di pertanaman jumlah populasi hama telah melebihi ambang pengendalian, maka penggunaan pestisida kimia harus segera dilakukan.

Selain serangga hama, ternyata serangga lainnya yang aktif pada malam hari dan tertarik dengan cahaya turut tertangkap seperti halnya dengan beberapa jenis serangga yang berperan sebagai musuh alami hama. Sepintas lalu sepertinya merugikan, akan tetapi kita akan memperoleh informasi penting lainnya yaitu keberadaan musuh alami di lahan kita. Informasi dinamika populasi hama dan musuh alami turut menentukan keputusan tindakan pengendalian yang tepat.

Manfaat lampu perangkap lainnya adalah untuk menentukan waktu semai atau tanam yang tepat. Rerekomendasi yang disampaikan oleh BBPadi adalah waktu semai padi atau tanam adalah 14 hari setelah puncak populasi hama dari hasil tangkapan light trap. Strategi penentuan waktu tanam ini adalah untuk menghindarkan tanaman (escape) dari serangan hama, diharapkan ketika populasi hama tinggi di lapangan, tanaman sudah melewati fase rentan terhadap serangan hama tersebut.

Teknisi Litkayasa BPTP Banten, Ahmad Makmur telah mencoba mengembangkan prototype model lampu perangkap dari BBPadi. Bagian yang dikembangkan adalah rangka light trap yang bisa dibongkar pasang dan dapat dilipat dengan teknik baut tidak di-las. Hal ini akan memudahkan untuk mobilisasi light trap di lapangan.

Ke depan, lampu yang digunakan bisa dimodifikasi dengan solarcell untuk lokasi penempatan lampu perangkap yang jauh dari sumber listrik.

Tips yang perlu diperhatikan oleh adalah penempatan lampu perangkap sebaiknya tidak berada tepat di pertanaman tetapi ada ruang terbuka yang tidak ada tanamannya. Hal ini untuk mengurangi resiko kerusakan tanaman yang berada di sekitar lampu perangkap.

Menjaga Produktivitas Itik Melalui Tata Laksana Pemeliharaan yang TepatItik merupakan komoditas ternak yang telah lama dibudidayakan oleh masyarakat Banten. Bahkan wilayah ini memiliki jenis itik lokal unggul yang dikenal dengan nama Itik Damiaking.

Itik tidak hanya dipelihara untuk diambil telurnya, tetapi juga daging itik merupakan salah satu sumber untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi masyarakat Banten. Khususnya di wilayah Kab. Serang, terdapat masakan khas dari itik atau bebek yang dikenal dengan sebutan Bebek Gerem Asem.

Umumnya pemeliharaan itik di Provinsi Banten dilaksanakan secara tradisional, yaitu pemeliharaan seadanya tanpa memperhitungkan kebutuhan hidup ternak dan umumnya dilaksanakan di areal persawahan.

Melalui berbagai kegiatan kajian dan diseminasi, BPTP Banten telah memperkenalkan sistem pemeliharaan secara semi intensif dan intensif kepada peternak itik, yaitu dengan memelihara itik secara terkurung dalam periode waktu tertentu maupun secara terus menerus.

Terkait dengan hal tersebut, peternak perlu menerapkan tata laksana pemeliharaan yang meliputi tata laksana pakan dan perkandangan yang sesuai dengan kebutuhan itik. Selain itu, sistem pemeliharaan perlu dilaksanakan dengan menerapkan prinsip berbasis sumberdaya lokal untuk keberlanjutan usaha di masa mendatang.

Kali ini kita akan ulas tentang Tata Laksana Pakan dalam Budidaya Itik. Tata Laksana Perkandangan akan kami bahas di waktu-waktu berikutnya.

Menurut Maureen CH, SPt, M.Sc (Peneliti Bidang Peternakan BPTP Banten), beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan tata laksana pakan dalam budidaya itik antara lain:

  1. Konsisten dalam penerapan jadwal pemberian pakan itik. Pada saat DOD sd. umur 2 minggu, pakan diberikan ad-libitum. Mulai umur 2 minggu sd. umur >8 minggu, pakan diberikan 2 kali per hari dan air minum harus selalu tersedia.
  2. Jumlah kebutuhan pakan dan kandungan gizi yang dibutuhkan berbeda pada tiap fase umur. Air minum disediakan minimal 2 kali dari jumlah kebutuhan pakan/ekor/hari.
  3. Formulasi pakan dapat dibuat dengan menggunakan bahan baku pakan spesifik lokasi yaitu bahan baku pakan yang banyak tersedia di lokasi. bahan baku pakan yang dipilih harus kontinyu ketersediaannya, memiliki harga terjangkau dan kandungan gizi yang dibutuhkan oleh itik.
  4. Bahan pakan yang digunakan dalam formulasi pakan dihitung berdasarkan berat kering bahan. Hal ini perlu ditekankan oleh petugas pendamping kelompok mengingat peternak terbiasa menghitung jumlah pakan yang diberikan dalam bentuk basah.