JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

BPTP Banten

GratiEks, Pacu Komoditas Ekspor Pertanian Banten Rabu (09/09/202), Kepala BPTP Banten Dr. Ismatul Hidayah, SP, MP hadiri pertemuan pembahasan Program GratiEks Banten yang berlangsung di Hotel Le Dian - Serang. Pertemuan yang dilaksanakan dalam rangka mensukseskan Program Nasional 1000 Desa GratiEks tersebut diselenggarakan oleh Karantina Pertanian Cilegon.

GratiEks (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor) merupakan gerakan sebagai ajakan pemerintah kepada seluruh pemegang kepentingan pembangunan pertanian untuk melipatgandakan lalu lintas ekspor menjadi tiga kali lipat dengan memanfaatkan teknologi, inovasi, jejaring dan kerjasama yang kuat.

GratiEks menjadi langkah strategis dan merupakan program jangka panjang dalam meningkatkan produksi hingga 7% per tahun. Gerakan ini juga diyakini akan mendorong pembukaan jutaan lapangan kerja di sektor pertanian. Upaya ini sekaligus merealisasikan arahan Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H dalam mendorong roda ekonomi nasional.

Dalam rangka mensukseskan 1000 Desa GratiEks, Karantina Cilegon telah menetapkan 29 Desa dengan 3 komoditas ekspor dari 3 wilayah kabupaten di Provinsi Banten, yaitu Kab. Lebak, Kab. Serang, dan Kab. Pandeglang.

Menurut Kepala Karantina Pertanian Cilegon drh. Arum Kusnila Dewi, M.Si, tiga komoditas yang ditetapkan yaitu buah manggis, daun talas beneng dan melon emas yang merupakan komoditas unggulan ekspor Banten. Ketiga komoditas tersebut akan dipacu dan didorong ekspornya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, koordinasi lintas instansi diperlukan. Untuk itu, selain Kepala BPTP Banten, dalam pertemuan tersebut juga hadir Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Ir. H. Agus M. Tauchid S. M.Si, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang H. Budi S Januardi, SPt, MM, Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cilegon, Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Kodim Cilegon, Polres Cilegon, dan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak.

Talas Beneng Menembus Pasar Eropa dan AustraliaRabu (09/09/2020), acara Temu Teknologi BPTP Banten dengan tema "Peluang Pengembangan Talas Beneng sebagai Sumber Pangan Alternatif" telah berlangsung dengan lancar dan baik.

Peserta zoom sebanyak 100 orang ditambah peserta yang menyaksikan dari Youtube tampak antusias mengikuti acara. Hal ini menunjukkan bahwa minat dan keingintahuan peserta terhadap Talas Beneng cukup tinggi.

Mengawali acara, Kepala BPTP Banten Dr. Ismatul Hidayah, SP, MP menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkesempatan untuk mengikuti kegiatan Temu Teknologi tersebut yang terselenggara atas kerjasama antar instansi pemerintah dan pelaku usaha.

Kepala Dinas Pertanian H. Budi S Djanuardi, SPt, MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa Talas Beneng telah masuk dalam daftar 8 komoditas unggulan ekspor Provinsi Banten. "Talas BEneur (besar) dan koNENG adalah kepanjangan dari Talas Beneng" jelas H. Budi S Djanuardi, SPt, MM.

Lebih lanjut disampaikan bahwa beberapa keunggulan dari Talas Beneng antara lain adalah: setiap saat bisa dipanen, tidak mengenal masa kadaluarsa panen, semakin lama maka akan semakin tumbuh besar, bahkan hingga umur 2.5 tahun, bobot umbinya bisa mencapai lebih dari 40 kg. Talas Beneng menjadi jawaban di antara sumber-sumber pangan alternatif.

Bak tanaman kelapa, tidak ada yang terbuang dari bagian tanaman Talas Beneng baik umbi sebagai sumber pangan, batang sebagai sumber bahan pakan ternak, dan daunnya dengan kandungan zero nikotin sehingga menjadi bahan baku rokok herbal.

Pemerintah dan pelaku usaha optimis bahwa komoditas ini dapat memberdayakan masyarakat dan meningkatkan pendapatannya.

Selanjutnya, terdapat 3 narasumber dalam acara Temu Teknologi ini, yaitu: 1) Dr. Pepi NS, SP, M.Si (peneliti BPTP Banten) yang mengulas tentang Budidaya Talas Beneng, 2) Dudi Supriadi, SP (Penyuluh sekaligus praktisi Talas Beneng) mengupas tentang Pengolahan Talas Beneng, 3) Ardi Maulana (Pelaku Usaha/Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Talas Beneng) menjelaskan tentang Potensi dan Peluang Pasar Talas Beneng.

Teknis budidaya Talas Beneng dan pengolahannya akan kami posting di waktu berikutnya. Kali ini, kami akan sedikit mengulas tentang Potensi dan Peluang Pasar Talas Beneng sebagaimana yang dijelaskan oleh Narasumber ke-3, Ardi Maulana.

Menurut Ardi, umbi basah Talas Beneng telah diekspor ke Belanda melalui Jawa Timur (Malang) dengan rata-rata pengiriman 16 ton per minggu. Permintaan ekspor ke Belanda mencapai 70-90 ton/bulan. Harga yang ditawarkan berkisar Rp.1.500 - 2.500/kg.

Tingginya permintaan tersebut, Ardi membuka peluang bermitra dengan petani lainnya. Ayo manfaatkan peluang ini.

Bahkan saat ini, pihak pengusaha Korea Selatan telah melakukan permintaan umbi sebesar 300 ton/bulan dan belum terpenuhi.

Di dalam negeri pun, permintaan cukup tinggi. Tercatat permintaan di luar wilayah Banten mencapai 190 ton per bulan dan baru terpenuhi sebesar 10 ton.

Untuk daun, permintaan ekspor berupa daun kering per bulan mencapai 340 ton. Namun, hingga kini baru terpenuhi sebanyak 18 ton/bulan ke Negara Australia. Dengan demikian, peluang pasar mencapai 322 ton/bulan. Harga yang ditawarkan mencapai Rp.20.000/kg.

Selain belum terpenuhinya total permintaan ekspor ke Australia yang mencapai 200 ton/bulan, peluang pasar ekspor lainnya adalah permintaan dari Malaysia sebesar 40 ton/bulan dan New Zealand sebeaar 100 ton/bulan.

Permintaan ekspor Talas Beneng dalam bentuk gaplek telah dilirik oleh India dan Turki, masing-masing sebesar 50 ton/bulan.

 

Materi Webinar :

- BUDIDAYA TALAS BENENG

- PENGOLAHAN TALAS BENENG

- PELUANG PASAR TALAS BENENG

- VIDEO .......... Link

Ayam KUB Semakin Diminati MasyarakatSejak kami melaunching Layanan SILINCAH dan sosialisasi teknologi budidaya Ayam KUB, peminat DOC

Ayam KUB semakin menunjukkan peningkatan, baik dalam bentuk perorangan maupun kelompok, salah satunya adalah Kelompok Wanita Tani (KWT).

Beternak Ayam KUB menjadi salah satu jawaban aktivitas ekonomi yang memungkinkan dilakukan oleh masyarakat pada lingkungan yang sesuai di masa pandemi Covid-19.

Hal itulah yang dilakukan oleh KWT Griya Karya Mandiri yang berlokasi di Cibugel, Cisoka Kabupaten Tangerang. KWT tersebut mengajak anggotanya mengikuti pelatihan budidaya Ayam KUB pada Selasa lalu (08/09/2020) dengan mengundang BPTP Banten sebagai narasumber.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Kepala BPTP Banten Dr Ismatul Hidayah, SP, MP, peneliti BPTP Banten Dewi Hariyani, SPi, M.Si, dan Penyuluh BPTP Banten: Eka Yuli Susanti, STP, dan Iin Setyowati, SP, MSc.

Kegiatan berlangsung dengan mengikuti protokol kesehatan seperti seluruh peserta menggunakan masker dan jaga jarak.

Mengawali acara, Endang selaku Ketua KWT menyampaikan bahwa

KWT Griya Karya Mandiri telah merintis kelompok percontohan pertanian terpadu mandiri pangan yang mampu menyediakan pangan untuk keluarga dengan membudidayakan tanaman dan sumber protein seperti ikan dan ayam.

Lebih lanjut, Endang menyampaikan bahwa KWT berharap pendampingan dalam budidaya ayam terus dapat dilakukan hingga mandiri sehingga tujuan yang diinginkan tercapai, yaitu penyediaan pangan protein dan menjadi sumber tambahan penghasilan masyarakat di masa pandemi.

Kegiatan pelatihan di KWT Griya Karya Mandiri juga diapresiasi oleh Ketua RT setempat yang menyempatkan diri menghadiri acara tersebut dan menyampaikan sambutan. Ketua RT menyambut baik acara tersebut, dan berharap KWT dapat melakukan budidaya Ayam KUB yang tidak menimbulkan polusi/bau bagi masyarakat lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPTP Banten Dr. Ismatul Hidayah, SP, MSi menyampaikan beberapa hal meliputi tupoksi BPTP sebagai kepanjangan tangan Kementerian Pertanian di daerah dan berbagai kegiatan BPTP dalam rangka optimalisasi lahan pekarangan.

Kepala BPTP Banten juga menyampaikan bahwa BPTP selalu siap melakukan pendampingan KWT dalam mewujudkan kelompok mandiri pangan dalam budidaya tanaman dan Ayam KUB di pekarangan secara sehat.

Materi Teknologi Budidaya Ayam KUB disampaikan oleh Dewi Hariyani, SPi, M.Si, meliputi pengenalan Ayam KUB, keunggulannya, dan cara pemeliharaan Ayam KUB, yang diiringi diskusi dengan peserta.

Sebagai stimulus, BPTP Banten memberikan DOC Ayam KUB kepada KWT Griya Karya Mandiri yang diterima langsung oleh Ketua KWT.

Acara diakhiri dengan panen bersama sayuran hidroponik yang dikelola KWT.

Rencana Temu Teknologi Peluang Pengembangan Talas beneng Sebagai Sumber Pangan Alternatif