JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Mewujudkan BPP Model Kostratani di Kota Serang dan Kabupaten LebakKostratani (Komando Strategis Pertanian tingkat Kecamatan) dibuat untuk mengoptimalkan tugas, fungsi dan peran BPP, khususnya dalam menggerakkan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan, dan kerja keras, serta kolaborasi semua lini.

Sebagai pusat gerakan pembangunan pertanian, Kostratani bertugas melakukan pendampingan dan pengawalan gerakan pembangunan pertanian.

Dalam rangka optimalisasi peran dan fungsi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai Kostratani, BPTP Banten menetapkan BPP Kasemen di Kota Serang dan BPP Cibadak Kabupaten Lebak sebagai BPP yang akan menjadi Model Kostratani Binaan.

Syarat calon model BPP Kostratani adalah: 1) terdapat pada lokasi yang dekat kantor/lokasi pendampingan/kegiatan lain di UK/UPT BBPSDMP, Balitbangtan, dan Barantan; 2) terdapat fasilitas listrik dan teknologi informasi; 3) terdapat keinginan/semangat penyuluh; dan 4) ada dukungan Distan Kabupaten/Kota dan Provinsi.

Selanjutnya, indikator model BPP Kostratani adalah: 1) tersedia data dan informasi pertanian; 2) terlaksananya program utama Kementan (Propaktani, Gedor Horti, Grasida, Sikomandan, Gratieks, PMS, KUR, Inovasi, Petani Milenial, dll); 3) terkoneksi dengan AOR; 4) terdapat fasilitas belajar (demplot/SL); 5) terdapat informasi/cara akses modal, pasar, dll; dan 6) terdapat mitra.

Untuk itu, sejumlah persiapan telah dilakukan. Senin, 03/08/2020, Kepala BPTP Banten melakukan koordinasi persiapan sosialiasi dan tahapan pengembangan BPP Model Kostratani dengan UPTD Penyuluhan Dinas Pertanian Kota Serang dan BPP Kasemen sebagai BPP Model Kostratani Binaan BPTP Banten untuk Kota Serang.

Kepala UPTD Penyuluhan Dinas Pertanian Kota Serang menyambut baik rencana dan mendukung penuh pengembangan BPP Model Kostratani di BPP Kasemen.

Tindak lanjut dari koordinasi adalah persiapan sosialisasi kostratani kepada forum pimpinan kecamatan antara lain camat, danramil, Kapolsek gapoktan, dan seluruh stakeholder terkait. Pelaksanaan sosialisasi direncanakan pada pekan ke-2 Agustus 2020.

BPP Kasemen yang diwakili oleh koordinator penyuluh, penyuluh pertanian, dan POPT menyatakan siap mendukung dan mensukseskan BPP Model Kostratani di BPP Kasemen.

Esoknya, koordinasi serupa juga dilakukan ke BPP Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak sebagai BPP Model Kostratani Kabupaten Lebak.

BPTP Banten berupaya mendorong terwujudnya BPP model Konstratani di Kota Serang dan Kabupaten Lebak melalui pendampingan teknis yang akan dilakukan secara intens.

Optimalisasi Populasi Tanaman dengan Jajar LegowoPada kesempatan ini kami ingin mengulas kembali mengenai Jajar Legowo atau Jarwo.

Jajar Legowo berasal dari bahasa Jawa yaitu luas “lego” dan “dowo” artinya luas dan panjang.

Pengaturan legowo memungkinkan jumlah tanaman pinggir menjadi bertambah. Tambahan tanaman pinggir dikarenakan adanya lorong yang terbuka dimana satu baris tanaman dihilangkan.

Jika menginginkan semua baris tanaman menjadi tanaman pinggir, maka gunakan legowo 2:1.

Ada apa sebenarnya dengan tanaman pinggir?

Jika mengamati tanaman padi di sawah, seringkali terlihat tanaman pinggir itu tumbuh lebih baik dibandingkan dengan tanaman yang di tengah. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan adanya “efek tanaman pinggir”.

Pada tanaman pinggir, pemanfaatan sinar matahari, sirkulasi udara sekitar tanaman dan pemanfaatan pupuk lebih baik. Karenanya, kondisi iklim mikro tanaman yaitu sekitar rumpun tanaman menjadi lebih baik karena suhu dan kelembaban tidak terlalu tinggi. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap perkembangan hama dan penyakit menjadi lebih terkendali pada kondisi demikian.

Apakah dengan membuat jalur terbuka dengan menghilangkan baris tanaman sudah memenuhi prinsip legowo?

Jawabannya, tentu saja belum.

Prinsip Jajar Legowo selain membuat jalur terbuka agar tanaman seakan-akan menjadi tanaman pinggir adalah dengan menambah populasi.

Bagaimana caranya agar populasi bertambah, sedangkan satu baris tanaman dihilangkan?

Penambahan populasi dilakukan dengan menyisipkan tanaman dalam barisan sehingga menjadi setengah jarak tanam sebelumnnya. Misalkan pertanaman sistem tegel dengan jarak tanam 25 x 25 cm dengan jarak tanam legowo menjadi 25 x 12,5 x 50 cm (legowo 2 : 1). Jika pertanaman dilakukan demikian maka populasi tanaman otomatis akan bertambah dari tegel sebanyak 160.000 rumpun tanaman/ha menjadi 213.300 rumpun tanaman/ha atau meningkat 33% populasinya. Hal ini tentu saja berdampak positif bagi peningkatan produksi.

Peningkatan produksi dengan sistem tanam legowo 2:1 dapat meningkatkan produksi sebesar 1-2 ton/ha.

BPTP Banten melalui kegiatan pendampingan budidaya padi Jarwo Super di Kelompok Tani Pasir Haleuang Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Provinsi Banten telah memasuki tahapan pindah tanam. Umur bibit berkisar 18-21 HST. Varietas yang digunakan Inpari 43 dan Inpari 39.

Persiapan tanam yang dilakukan pada lokasi tersebut agar tercapai populasi yang optimum adalah penyiapan alat untuk menggaris bidang tanam pada lahan atau disebut “caplak”.

Terdapat 2 jenis caplak yang digunakan yaitu untuk membuat barisan berukuran 25-27 cm dan satu caplak lagi digunakan yang berukuran 12,5-13,5 cm untuk garis memotong dalam barisan.

Penggunaan 2 caplak ini untuk menghindari kesalahan dalam pembuatan garis tanam, karena jika digunakan satu caplak dengan mata garis bolak-balik dikhawatirkan petani lupa untuk membaliknya sehingga bidang garis tanam menjadi pola tegel.

Dengan penggunaan caplak tersebut, maka petani merasa optimis dapat melaksanakan cara tanam Jajar Legowo sesuai dengan yang direkomendasikan serta berharap memperoleh hasil yang lebih baik dibandingkan dengan musim sebelumnya.

UPBS Menjaga Produksi Benih Tetap Unggul BermutuUnit Produksi Benih Sumber BPTP Banten memproduksi berbagai varietas benih baik kelas FS (Foundation Seed), SS, (Stock Seed), maupun ES (Extension Seed atau benih sebar).

Selain melakukan penyiapan pra produksi seperti penentuan lokasi dan pemilihan varietas benih serta proses produksi benih, UPBS sangat memperhatikan penyimpanan benih.

Penyimpanan benih dapat didefinisikan sebagai upaya mengkondisikan ruang simpan benih untuk mempertahankan mutu benih.

Kondisi penyimpanan yang baik adalah kondisi penyimpanan yang mampu mempertahankan mutu benih seperti saat sebelum simpan sepanjang mungkin selama periode simpan.

Daya simpan benih dipengaruhi oleh sifat genetik benih, mutu benih awal simpan dan kondisi ruang simpan. Oleh karena itu, hanya benih yang bermutu tinggi yang layak untuk disimpan.

Kondisi ruang yang secara nyata berpengaruh terhadap daya simpan benih adalah suhu dan kelembaban ruang simpan.

Tujuan dari penyimpanan adalah mempertahankan mutu benih hingga benih siap di tanam.

Kondisi ruang penyimpanan yang baik untuk benih-benih yang bersifat ortodoks, termasuk padi adalah pada kondisi kering dan dingin.

Beberapa kaidah yang berkaitan dengan penyimpanan benih adalah untuk setiap penurunan 1% kadar air atau

10oF (5,5oC) suhu ruang simpan akan melipatgandakan daya simpan benih. Kondisi tersebut berlaku untuk kadar air benih antara 14% sampai 5% dan pada suhu dari 50oC – 0oC dan penyimpanan yang baik bila persentase kelembaban relatif (% RH) ditambah dengan suhu ruang simpan (oF) sama dengan 100. Untuk memenuhi kondisi demikian, idealnya ruang simpan benih dilengkapi dengan AC (air conditioner) dan dehumidifier (alat untuk menurunkan kelembaban ruang simpan).

Namun jika kondisi tersebut belum dapat dipenuhi, gudang penyimpanan selayaknya memenuhi persyaratan, yaitu: (1) tidak bocor, (2) lantai harus padat (terbuat dari semen/beton), (3) mempunyai ventilasi yang cukup, agar terjadi sirkulasi udara yang lancar sehingga gudang penyimpanan tidak lembab, (4) Bebas dari gangguan hama dan penyakit (ruangan bersih, lubang ventilasi ditutup kawat kasa).

Setiap benih disimpan secara teratur, setiap varietas terpisah dari varietas lainnya Sedangkan cara penumpukan hendaknya diatur sedemikian rupa, agar tumpukan rapih, mudah dikontrol, tidak mudah roboh dan keluar masuk barang mudah.

Apabila benih tidak disimpan dalam rak-rak benih, maka di bagian bawah tumpukan harus diberi balok kayu agar benih tidak bersentuhan langsung dengan lantai ruang simpan.

Setiap tumpukan benih harus dilengkapi dengan kartu pengawasan yang berisi informasi : (1) Nama varietas, (2) Tanggal panen, (3) Asal petak percobaan, (4) Jumlah/kuantitas benih asal (pada saat awal penyimpanan), (5) Jumlah kuantitas pada saat pemeriksaan stok terakhir, (6) Hasil uji daya kecambah terakhir (tanggal, % daya kecambah).

Demfarm Jagung Sukses Semangat Petani TerjagaJagung merupakan salah satu komoditas andalan yang diharapkan terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan industri khususnya industri pakan.

Kabupaten Lebak telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai salah satu lokasi pengembangan komoditas jagung berbasis korporasi, tepatnya di wilayah Kecamatan Gunungkencana.

Sejak ditetapkan sebagai wilayah pengembangan jagung, BPTP Banten secara rutin setiap tahun melakukan pendampingan dengan menempatkan kegiatan terkait pada lokasi tersebut pada wilayah desa yang berbeda-beda.

Pada postingan kami beberapa waktu lalu telah menampilkan tentang aktivitas BPTP Banten tahun ini dalam melakukan pendampingan melalui demfarm jagung seluas 7 ha di wilayah Kecamatan Gunungkencana yang dikenal memiliki lahan kering yang cukup luas, tepatnya di lokasi Kelompok Tani Desa Mandiri Benih (DMB) Makmur Bersama, Desa Gunungkendeng.

 

Demfarm Jagung Sukses Semangat Petani TerjagaDemfarm jagung di lokasi tersebut bertujuan memberikan percontohan dalam meningkatkan produksi dan produktivitas serta kualitas hasil usahatani yang berbasis teknologi inovatif.

Teknologi yang diperkenalkan pada demfarm tersebut adalah: 1) pemupukan dengan rock phosphate yang merupakan sumber P alami yang mampu meningkatkan produksi sampai dengan lebih dari 10 ton/ha. Rock phosphat mampu bertahan dalam tanah sampai 5 musim sehingga sangat penguntungkan bagi petani apalagi di saat kesulitan mendapatkan pupuk P; 2) sistem tanam zig-zag yang bertujuan untuk meningkatkan populasi tanaman; dan 3) penggunaan varietas NASA 29, varietas Badan Litbang Pertanian dengan membandingkan dengan varietas jagung lainnya.

NASA 29 memiliki potensi hasil yang tinggi mencapai 13,5 t/ha. Selain potensi hasil yang tinggi, jagung ini memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai, karat, dan hawar. Keunggulan lainnya adalah stay green, yaitu warna batang dan daun di atas tongkol masih hijau saat biji sudah masak/waktu untuk panen sehingga dapat dimanfaatkan untuk pakan.

Menurut pengakuan Udin Samsudin, Ketua KT DMB Makmur Bersama, hasil panen jagungnya kali sangat memuaskan dibanding tahun-tahun sebelumnya ketika tidak ada pendampingan. Menurutnya, biji jagungnya lebih berisi, bernas, lebih berat dan memenuhi sepanjang tongkol. Udin bersama anggota kelompoknya merasa senang dan bersyukur dan mengharapkan tidak ada kendala dalam pemasaran sehingga hasilnya benar-benar dapat dinikmati oleh petani.

BPTP Banten terus mendorong semangat para petani di wilayah tersebut, apalagi anggota Kelompok DMB Makmur Bersama sebagian besar tergolong petani pemula yang beralih profesi dari pekerjaan lainnya.

VIDEO ..........