JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Pentingnya Mineral untuk Ternak Ruminansia"Mineral dibutuhkan oleh ternak dalam jumlah sedikit, namun sangat penting dalam proses fisiologis dan pertumbuhan ternak" ungkap Maureen CH, SPt, M.Sc (Peneliti BPTP Banten) dalam paparannya pada Bimtek

Pengembangan Teknologi Pakan, Selasa, 6 Oktober 2020 yang diselenggarakan secara virtual oleh UPTD Pengujian Pakan dan Pembibitan Ternak, Dinas Pertanian Provinsi Banten.

Materi yang disampaikan Maureen berjudul "Teknologi Pakan Mendukung Pengembangan Ternak Ruminansia di Provinsi Banten" dengan secara khusus menyoroti tentang "Kebutuhan Mineral untuk Ternak Ruminansia dan Pembuatan Urea Molasses Block (UMB)"

Maureen menjelaskan bahwa mineral berperan penting dalam kehidupan ternak. Fungsinya berkaitan dengan pertumbuhan, produksi, reproduksi, kesehatan dan daya tahan tubuh (imunitas) ternak.

Secara umum, mineral berfungsi sebagai pembentuk kerangka tubuh, komponen senyawa organik (protein dan lipid) dalam jaringan lunak, misalnya otot dan pembuluh darah, mengontrol tekanan osmotik dalam cairan tubuh, mengatur kesimbangan asam basa, berperan sebagai katalis (co-factor) dalam sistem enzim dan hormon.

Lebih lanjut Maureen menyampaikan bahwa mineral dibutuhkan dalam jumlah kecil, kekurangan mineral dapat menyebabkan gangguan pada proses metabolisme (mis. laju pertumbuhan berkurang, produksi susu berkurang, daya reproduksi di bawah tingkat optimum, daya tahan terhadap penyakit menurun) dan juga dapat menimbulkan penyakit defisiensi mineral (mis. Grass tetany, Rachitis, Osteoporosis dll).

Bila ternak kekurangan mineral, gejala yang dapat terlihat antara lain: 1) adanya Pica atau kelainan atau gangguan makan (abnormal appetite) pada ternak, misalnya sapi yang memakan tulang, tanah, kain dll; 2) lemah, kurus, hilang nafsu makan, menurunkan konsumsi pakan; 3) keguguran dan kesulitan beranak.

Maureen menunjukkan bahwa salah satu cara untuk pemenuhan kebutuhan mineral dan protein bagi ternak ruminansia adalah melalui pemberian Urea Molases Block (UMB) ataupun dengan pemberian mineral block (Comin Block).

Selanjutnya dilakukan praktek pembuatan UMB dan Comin Block yang dijelaskan oleh Ahmad Muhtami, S, PKP (Penyuluh BPTP Banten).

Muhtami menjelaskan bahwa bahan utama pembuatan UMB dan Comin Block adalah molases. Bahan lainnya berupa dedak, garam dan semen putih.

Dalam pembuatan UMB, ditambahkan urea untuk mensuplai NPN bagi mikroba rumen ternak. Sedangkan, Comin Block lebih ditujukan untuk mensuplai kebutuhan mineral bagi ternak.

Secara rinci, Muhtami melakukan praktek pembuatan keduanya, yaitu dengan mencampur bahan-bahan yang digunakan dan dilanjutkan dengan pencetakan dan pengeringan.

UMB dapat diberikan pada sapi/kerbau berumur diatas 1 tahun dan kambing/domba berumur lebih dari 6 bulan.

Untuk ternak sapi/kerbau, pemberian UMB dibatasi tidak lebih dari 500 gram/ hari. Sedangkan untuk ternak kambing/domba, pemberian UMB dibatasi tidak lebih dari 100 gram/hari. Perlu diingat bahwa UMB ataupun Comin Block bukan merupakan pakan utama, melainkan berupa pakan pelengkap.

Pemberian UMB ataupun Comin Block harus dibarengi dengan pemberian pakan dan air minum sesuai dengan kebutuhan ternak.

Cara Menghitung Takaran Pupuk TanamanHalo, kali ini informasi yang akan dibagikan oleh BPTP Banten adalah bagaimana cara menghitung takaran atau dosis pupuk yang akan diaplikasikan ke tanaman.

Seringkali informasi rekomendasi pupuk disajikan dalam bentuk pupuk tunggal seperti Urea, SP36 dan KCl. Sementara itu, ketersediaan pupuk bersubsidi yang banyak diperoleh di kios adalah pupuk urea dan pupuk majemuk seperti NPK Phonska. Oleh karenanya, perlu kita ketahui bagaimana cara mengkonversi takaran pupuk tunggal ke pupuk majemuk.

Perlu diketahui bahwa kandungan unsur hara pada Urea adalah 45% N, SP36 mengandung P2O5 36%, KCl mengandung K2O sebesar 60%, NPK Phonska 15:15:15 mengandung N 15%, P2O5 15% dan K2O 15%.

Ini artinya bahwa dalam 100 kg urea mengandung nitrogen sebesar 45 kg. Dalam 100 kg SP36 mengandung 36 kg P2O5 (senyawa Phospat yang diserap tanaman). Selanjutnya pada 100 kg KCl mengandung K2O (senyawa kalium yang diserap tanaman) sebanyak 60 kg.

Demikian pada 100 kg NPK Phonska 15:15:15 mengandung nitrogen 15 kg, P2O5 15 kg dan K2O 15 kg.

Bagaimana aplikasinya?

Contoh: kebutuhan pupuk tanaman padi per ha adalah 135 N, 36 kg P2O5 dan 20 kg K2O, maka takaran pupuk yang diperlukan adalah:

N = 135/45 x 100 = 300 kg Urea

P2O5 = 36/36 x100 = 100 kg SP36

K2O = 20/60 x 100 = 33 kg KCl

Bagaimana takaran pupuk yang diperlukan jika akan menggunakan pupuk Urea dan NPK Phonska?

Berikut cara menghitungnya:

Pertama, tentukan standar perhitungan dari kebutuhan pupuk tunggal yang paling rendah. Pada contoh di atas kebutuhan yang paling rendah adalah kebutuhan KCl sebesar 33 kg (K2O 20 kg).

Maka: Pupuk NPK Phonska yang diperlukan = 20/15 x 100 = 133 kg/ha

Artinya, dalam 133 kg Phonska mengandung 20 kg N, 20 kg P2O5, dan 20 kg K2O.

Dalam hal ini kebutuhan K2O sudah terpenuhi. Akan tetapi kebutuhan N dan P2O5 belum tercukupi. Maka, untuk menghitung kekurangan N dengan pemberian Urea yang perlu ditambahkan adalah:

Kekurangan hara N:

135 kg N – 20 kg N = 115 kg N atau sama dengan 115 /45 x 100 = 256 kg Urea.

Selanjutnya,

Kekurangan hara P:

36 kg P2O5 - 20 kg P2O5 = 16 kg P2O5 atau sama dengan 16/36 x 100 = 44 kg SP36.

Maka takaran pupuk 300 kg Urea, 100 kg SP36 dan 33 kg KCl setara dengan 256 kg Urea, 133 kg Phonska dan 44 kg SP36.

Bagaimana, mudah bukan untuk menghitungnya?

Gapoktan Taruna Mekar - Pandeglang: Nominator Pemenang Championship Kinerja Klaster Cabai Bank Indonesia Tahun 2020Pandeglang dikenal sebagai salah satu wilayah produsen utama tanaman hortikultura di Provinsi Banten. Agroekosistim wilayah ini sangat mendukung pengembangan aneka tanaman sayuran dan buah.

Gapoktan Taruna Mekar yang berlokasi di Desa Pamarayan Kecamatan Jiput adalah salah satu Gapoktan yang sukses mengembangkan tanaman hortikultura di Kabupaten Pandeglang.

Produksi utamanya adalah cabai keriting dengan hasil rata-rata tahun ini adalah 14 ton/ha. Gapoktan ini juga menerapkan budidaya dengan sistim rotasi tanaman, yaitu musim tanam I cabai, II melon, III kacang panjang, dan IV kembali ke cabai. Dengan demikian, sepanjang tahun Gapoktan ini berproduksi.

Gapoktan Taruna Mekar telah menjadi Klaster Cabai Binaan Bank Indonesia sejak tahun 2015, dan tahun ini telah dinilai sebagai klaster yang telah mandiri. Cabai yang dihasilkannya tidak hanya dijual dalam bentuk segar tetapi juga dalam bentuk olahan, yaitu pasta cabai dan telah memiliki pasar yang jelas, yaitu sentra industri balado emping yang ada di Desa Banyuresmi Kecamatan Jiput.

Adalah Agus Cahyadi, Ketua Gapoktan bersama Ahmad Suherlan (Sekretaris) dan Maman Suparman (Bendahara) telah mengelola klaster ini dengan baik sehingga tahun ini telah masuk dalam nominasi 3 (tiga) besar nasional dalam Program Penilaian Championship Kinerja Klaster Cabai Bank Indonesia Tahun 2020.

Berbagai instansi berperan dalam pengembangan Klaster Cabai Taruna Mekar baik BPTP Banten, Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Desa Pamarayan, maupun pihak-pihak lainnya.

BPTP Banten sejak tahun 2017 melakukan pendampingan teknologi pertanian khususnya penggunaan pupuk berimbang dan pengendalian hama dan penyakit tanaman cabai bagi Klaster Cabai Taruna Mekar.

Salah satu anggota mengakui bahwa sejak bergabung dalam Klaster Cabai Taruna Mekar, produksi cabainya meningkat lebih dari 100 %.

Kami BPTP Banten menyampaikan selamat atas kesuksesan Klaster Cabai Taruna Mekar. Semoga klaster ini jadi JUARA dalam Program Penilaian Championship Kinerja Klaster Cabai Bank Indonesia tahun 2020 karena klaster ini memang layak jadi JUARA. Aamiin YRA.

 

BPTP Banten Mengucapkan Dirgahayu Provinsi Banten Ke-20 Tahun 2020

Ibu-ibu Rumah Tangga: Tetap Sehat dan Produktif di Tengah PandemiDi tengah pandemi Covid-19, berbagai aktifitas Ibu-ibu Rumah Tangga (IRT) menjadi lebih intens dilakukan dibanding sebelum pandemi. Sebut saja, aktifitas memelihara dan mengoleksi tanaman hias dan aktivitas bertanam sayuran.

Dari rentang bulan Maret hingga saat ini banyak permintaan bantuan benih sayuran ke BPTP Banten yang berasal dari berbagai kelompok masyarakat dengan sasaran utama adalah para Ibu Rumah Tangga (IRT).

Aktivitas memelihara tanaman hias dan bertanam sayur menjadi rutinitas yang dapat memberikan energi positif  bagi Ibu-ibu Rumah Tangga karena selain dilakukan dengan penuh kesenangan, aktifitas tersebut juga memberikan nilai ekonomi.

Melalui kegiatan bertanam sayuran, minimal akan memberikan dampak mengurangi belanja dapur rumah tangga.