Info Teknologi

“Peluang Budidaya Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) di Masa Pandemi Covid-19”

“Peluang Budidaya Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) di Masa Pandemi Covid-19”Pandemi Covid-19 telah melemahkan berbagai sektor dalam pemenuhan kebutuhan pangan mayarakat. Kemandirian pangan menjadi solusi penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga di masa pandemi Covid-19. Protein hewani merupakan sumber nutrisi penting yang harus terpenuhi tubuh. Ayam dan telur adalah sumber protein hewani yang digemari masyarakat, namun khususnya telur saat ini ketersediannya masih didominasi oleh ayam petelur yang dibudidayakan dalam skala besar. Pemenuhan kebutuhan protein hewani dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui perakitan dan penyuluhan inovasi Ayam Kampung Balitbangtan (KUB). Ayam KUB merupakan ayam kampung asli hasil inovasi dari Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian yang mampu menghasilkan telur lebih banyak dibandingkan auam kampung biasa . Pelepasan galur ayam KUB-1 berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 274/Kpts/SR.120/2/2014.

Beberapa keunggulan Ayam KUB diantaranya : 1) Warna bulu beragam, seperti ayam kampung pada umumnya ;  2) Bobot badan : 1200 -1600 gram ; 3) bobot telur :  35-45 gram ; 4) Umur pertama bertelur  lebih awal (20 - 22 minggu) ; 5) Produktivitas telur lebih tinggi (160 -180 butir/ekor/tahun); 6) Produksi telur (henday) :  50 % ; 7) Puncak produksi telur : 65 % ; 8) Lebih tahan terhadap penyakit.

Langkah yang perlu dilakukan dalam memulai usaha ayam KUB-1 adalah: 1) menentukan tujuan usaha, 2) mencermati kondisi permodalan, 3) pemilihan lokasi yang tepat, dan 4) penempatan Tenaga Kerja.

Pakan merupakan faktor penting dalam budidaya ayam KUB-1. Informasi mengenai pakan ayam KUB-1 tersaji pada Tabel 1 dan 2.

 

Tabel 1.           Kebutuhan Protein sesuai Umur

Fase/Umur Pemeliharaan

Protein (%)

Energi Metabolisme (kkal/kg)

1-14 hari

22

3.050

15 - 30 hari

20

3.100

31 - 60 hari

19

2.900

61 - 90 hari

16 - 18

3.000

 

Tabel 2.           Kebutuhan Pakan sesuai Umur

Umur (Minggu)

Kebutuhan Pakan (g/e/hari)

0-1

5-10

1-2

10-15

2-3

15-20

3-4

20-25

4-5

25-30

5-6

30-40

6-7

40-50

7-8

50-70

Menjelang bertelur

80-90

Periode bertelur

90-100

 

Pakan yang lazim digunakan masyarakat adalah pakan komersil . Pakan Komersil merupakan pakan jadi yang sudah diramu sesuai dengan kebutuhannya. Selain pakan komersil terdapat Konsentrat protein tinggi, diramu untuk mengandung kadar protein kasar 30-40% dg energi 2800 – 3200 kkal/kg, kalsium 2-3%, fosfor total > 0,6-1,1%, serat kasar <5%.

Selain pakan komersil juga bisa menggunakan pakan buatan dengan meramu bahan-bahan pakan yang tersedia. Beberapa bahan pakan yang bisa digunakan diantaranya berdasarkan asal bahan adalah sebagai berikut: 1) bahan pakan asal tumbuhan, seperti tepung daun lamtoro, daun kelor, daun gamal, azola dan lain sebagainya, 2) bahan pakan asal hewan, seperti tepung ikan, tepung teri, tepung keong, tepung bekicot, tepung darah, 3) limbah industri, seperti tepung roti, tepung bumbu, limbah restoran, dan 4) bahan tambahan lain, seperti tepung kerang, tepung tulang, premik (produk campuran vitamin, mineral, asam amino, dan lain sebagainya).

Dalam budidaya Ayam KUB terdapat 3 tahapan pemeliharaan yaitu : Periode starter, grower dan layer. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ayam KUB-1 berdasarkan periodenya tersaji pada Tabel 3.

Tabel 3. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Pemeliharaan Ayam KUB-1

No

Periode Starter (0 – 21 Hari)

Masa Grower

Masa layer

1

Kandang hangat, bersih dan kering

Kandang bersih dan kering

Kandang bersih dan kering

2

Penerangan penuh 24 jam

Penerangan alami

Penerangan alami

3

Hindari terpaan angin dari luar kandang

Luas kandang yang dibutuhkan

Luas kandang yang dibutuhkan

4

Luas kandang yang dibutuhkan

Jenis pakan

Jenis pakan

5

Pakan dengan kandungan nutrisi / gizi tinggi

Pemberian pakan bisa dilakukan 2 sampai 3 kali sehari

Pemberian pakan bisa dilakukan 2 sampai 3kali sehari

6

Ketersediaan pakan dan minum yang selalu ada

Pencatatan setiap kegiatan (Pemberian pakan, pemberian vaksin/obat/suplemen, kematian, penimbangan bobot badan)

Pencatatan setiap kegiatan (Pemberian pakan, pemberian vaksin/obat/suplemen, kematian, jumlah telur)

7

Pencatatan setiap kegiatan (Pemberian pakan, pemberian vaksin/obat/suplemen, kematian, penimbangan bobot badan)

Seleksi berdasarkan bobot badan

Mengurangi resiko stress

8

Seleksi berdasarkan bobot badan

 

 

 

Faktor lain yang tidak kalah pentingnya dengan pakan adalah kesehatan ayam. Pencegahan penyakit pada ayam dapat dilakukan dengan biosekuriti secara ketat dan vaksinasi. Jadwal vaksinasi ayam KUB-1 tersaji pada Tabel 4.

Tabel 4. Jadwal Vaksinasi ayam KUB-1

Umur (hari)

Jenis Vaksin

Aplikasi

1

Mareks

Suntik sub cutan

4

ND IB

Tetes mata

7

IBD/Gumboro

Tetes mulut

21

IBD/Gumboro

Tetes mulut

28

ND Avinew

Tetes mata

70

ND IB

Tetes mata

77

Coriza Haemovac

Suntik IM paha/dada

112

ND IB EDS Kill

Suntik IM paha/dada

Setiap bulan wajib vaksin ND IB

Keberhasilan dalam budidaya ayam KUB-1 dapat tercapai dengan adopsi teknologi budidaya ayam KUB-1 secara utuh. Diseminasi dan penyuluhan budidaya ayam KUB-1 dilakukan BPTP Banten menggunakan berbagai metode dan media yang relevan. Metode dan media yang digunakan dalam diseminasi dan penyuluhan teknologi ayam KUB oleh BPTP Banten adalah sebagai berikut :

  1. Pendampingan peternak melalui Unit Pengelola Benih Sumber ayam KUB-1.
  2. Pendampingan peternak binaan.
  3. Layanan konsultasi secara langsung.
  4. Penggunaan new media yaitu layanan interaktif melalui whatsApp, vidio youtube, artikel di website, facebook, layanan pemesanan ayam secara online dan klinik pertanian melalui website BPTP Banten dengan menu SILINCAH.
  5. Pelaksanaan Temu Teknologi secara virtual.

Penggunaan berbagai metode dan media tersebut diharapkan dapat memacu percepatan adopsi teknologi budidaya ayam KUB-1 oleh masyarakat. Adopsi teknologi budidaya ayam KUB-1 oleh masyarakat diharapkan dapat mewujudkan kemandirian pemenuhan kebutuhan protein hewani dalam skala rumah tangga atau skala usaha, sehingga dapat membantu stabilitas perekonomian masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Subcategories

.