Info Teknologi

BONUS DEMOGRAFI SEBAGAI PELUANG MENCIPTAKAN SWASEMBADA BERAS MELALUI LAHAN PASANG SURUT

Tahun 2020 hingga 2030 negara Indonesia akan dihadiahi bonus demografi. Bonus demografi yang dimaksud yaitu ketika negara Indonesia memiliki jumlah penduduk usia produktif dengan jumlah yang melimpah, yaitu sekitar 2/3 dari jumlah penduduk keseluruhan (Yasin, 2004). Bonus demografi dapat dilihat dengan parameter Dependency ratio (angka beban ketergantungan) yang cukup rendah, yaitu mencpai 44. Hal ini berarti bahwa dalam setiap 100 penduduk usia produktif (15-64 tahun) hanya menanggung sekitar 44 penduduk tidak produktif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia tahun 2010 menunjukkan dependency ratio Indonesia sebesar 50,5. Sementara pada tahun 2015 dependency ratio memiliki angka lebih kecil yaitu 48,6. Angka dependency ratio ini akan semakin kecil lagi pada tahun 2020 hingga 2030, yang akan menciptakan bonus demografi untuk Indonesia.

 

SELENGKAPNYA

Pemanfaatan Ampas Kedelai sebagai Limbah Susu Kedelai Menjadi Olahan Rangining Ampas Kedelai

Pemanfaatan Ampas Kedelai sebagai Limbah Susu Kedelai  Menjadi Olahan Rangining Ampas KedelaiSaat ini usaha pengolahan sari kedelai/susu kedelai rumahan kian menjamur seiring dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Usaha pengolahan sari kedelai kian diminati masyarakat karena tidak memerlukan skill khusus serta modal yang diperlukan pun relatif kecil. Produk sampingan (by product) yang dihasilkan oleh usaha pengolahan sari kedelai yaitu berupa ampas kedelai. Biasanya ampas kedelai digunakan untuk pakan ternak atau bahkan dibuang begitu saja. Padahal, kandungan gizi yang terkandung dalam ampas kedelai masih cukup tinggi. Kandungan gizi dalam ampas kedelai yaitu protein, lemak, serat pangan, mineral, monosakarida dan oligosakarida. Ampas kedelai memiliki kandungan isoflavone sebesar 22%, sumber antioksidan yang potensial, bersifat prebiotik, menurunkan kadar kolesterol dan gula darah. Oleh sebab itu, ampas kedelai dapat dijadikan alternatif  bahan pangan sebagai sumber protein dan serat. Kandungan protein kasar, lemak kasar dan serat ampas kedelai secara berurutan yaitu 28.36%, 5.52% dan 7.6%.

SELENGKAPNYA                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      

 

Strategi Penyuluhan di Era New Normal

Strategi Penyuluhan di Era New NormalPandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya dikotomi perilaku, dimana pembatasan sosial dapat berdampak pada mandegnya roda perekonomian dan dapat berdampak pada tidak stabilnya ketersediaan pangan.

Sementara itu pelonggran sosial dapat berdampak pada penyebaran Covid-19.

Komdisi ini menyebabkan perlunya dilakukan adaptasi dengan adanya pelonggaran bersyarat, dimana pelonggaran aktivitas masyarakat dapat dilakukan dengan mengikuti protokoler kesehatan, sehingga roda perekonomian tetap berjalan dan sebaran Covid dapat ditekan.

SELENGKAPNYA ..........

Mendulang Dollar dari Porang, Bagian 1: Pengenalan Tanaman

Porang (Amorphophallus muelleri Blume; sin. A. blumei (Scott.) Engler; sin. A. oncophyllus Prain) merupakan jenis tanaman umbi yang mempunyai potensi dan prospek untuk dikembangkan di Indonesia. Selain mudah didapatkan, tanaman ini juga mampu menghasilkan karbohidrat dan indeks panen tinggi [1]. Porang merupakan tanaman yang potensial untuk dikembangkan sebagai komoditi ekspor karena beberapa negara membutuhkan tanaman ini sebagai bahan makanan maupun bahan industri [2]. Umbi porang mengandung glukomanan yang dikenal sebagai Konjac Glucomannan (KGM) yang berkisar 65 – 74% [3]. Kandungan glukomanan banyak digunakan dalam bahan industri makanan tradisional di Asia seperti mie, tofu dan jelly. Indonesia mengekspor porang dalam bentuk gaplek atau tepung ke Jepang, Australia, Srilanka, Malaysia, Korea, Selandia Baru, Pakistan, Inggris dan Italia [2].

Selengkapnya... 

Pemeliharaan Itik Berbasis Sumber Daya Lokal

Pemeliharaan Itik Berbasis Sumber Daya LokalItik merupakan komoditas ternak yang telah lama dibudidayakan oleh masyarakat Banten. Tujuan pemeliharaannya beragam, antara lain sebagai sumber pendapatan, tabungan atau sumber protein keluarga (Hadiatry et.al. 2018).

Umumnya pemeliharaan itik dilaksanakan secara tradisional yaitu pemeliharaan dilaksanakan seadanya tanpa memperhitungkan kebutuhan hidup ternak dan biasa dilaksanakan berdampingan dengan budidaya padi yaitu dengan menggembalakan itik di areal persawahan.

Sistem pemeliharaan ini lazim dilaksanakan oleh peternak Banten karena mudah untuk dilaksanakan dan tidak membutuhkan modal besar.

SELENGKAPNYA .......... (Buku saku)

.