JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Itik Damiaking, SDG Lokal Banten yang Prospektif

Itik Damiaking, SDG Lokal Banten yang ProspektifItik Damiaking, SDG Lokal Banten yang ProspektifItik merupakan salah satu komoditas penting dalam penyediaan protein hewani dan mudah didapat di pedesaan dengan harga terjangkau. Di Indonesia terdapat banyak rumpun Itik dan salah satunya adalah Itik Damiaking yang merupakan itik asli dari wilayah Banten tepatnya dari Kabupaten Serang.Sentra Itik damiaking di Kabupaten Serang terdapat di Kecamatan Pontang, Kecamatan Tirtayasa, Kecamatan Tanara, dan Kecamatan Lebakwangi. Saat ini keberadaan Itik Damiaking sudah menyebar ke wilayah Kabupaten lainnya di Provinsi Banten seperti Tangerang, Lebak, dan Pandeglang.

Ciri khas utama Itik Damiaking adalah warna bulunya yang menyerupai jerami padi kering yaitu coklat muda kekuningan, sehingga dinamakan dami (jerami) aking (kering). Ciri khas lainnya adalah bentuk badan langsing dan leher yang panjang sehingga menyerupai botol atau sama dengan keturunan dari Indian Runner. Sebagian Itik Damiaking memiliki kaki dan paruh berwarna kuning. Hal ini karena kemungkinan salah satu tetuanya adalah Itik Alabio yang memiliki ciri khas warna kuning pada kaki dan paruhnya.Performa eksterior Itik Damiking sebenarnya dapat dibedakan antara jantan dan betina. Itik jantan memiliki kepala dan leher hijau bercahaya gelap dan khas. Kepala dan dada yang coklat berangan dibatasi oleh semacam kalung putih. Sedangkan itik betina memiliki bintik coklat dengan garis mata gelap dan spekulum biru. Perbedaan lainnya pada ekor dimana itik betina berekor lonjong lebih pendek dan lebih tumpul

Itik Damiaking dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan yang menjanjikan bagi peternak. Kemampuannya memproduksi telur adalah 200 butir per ekor per tahun dengan umur siap bertelur sekitar 5 bulan dan lamanya berproduksi sekitar 2 tahun.Harga telur Itik Damiaking relatif lebih tinggi dibandingkan Itik lokal lain, karena Itik Damiaking memiliki ukuran telur yang lebih besar. Postur dan pertulangan Itik Damiaking juga lebih kasar dari pada itik lokal lain, hal ini menyebabkan harga bibit itik Damiaking lebih mahal daripada Itik lokal lainnya. Harga bibit Itik Damiaking saat ini sebesar Rp 80.000,- per ekor, sedangkan itik lokal lain Rp 75.000,- per ekor.

Berdasarkan kajian BPTP Banten, tingkat keuntungan usaha budidaya semi-intensif pada periode I dengan skala pemeliharaan 30-200 ekor berkisar antara Rp 161.250 – Rp 1.131.667,-/bulan atau Rp 1.935.000 – Rp 13.580.000,-/tahun dengan R/C ratio 1,67-1,79.Selanjutnya pada periode II tingkat keuntungan yang diperoleh adalah Rp 193.000 – Rp 1.344.167,-/bulan atau Rp 2.317.500 – Rp 16.130.000,-/tahun dengan R/C ratio 1,81-1,94. Oleh karena itu, itik Damiaking sangat prospektif dikembangkan di Provinsi Banten.