JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kambing Kosta, SDG Banten Asli

Kambing Kosta, SDG Banten Asli

Kambing Kosta adalah kambing lokal adaptif dan tersebar di Provinsi Banten. Kambing Kosta terdaftar sebagai plasma nutfah Indonesia yang harus dijaga kelestariannya. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Banten berupaya melestarikan kambing melalui kegiatan pengembangan Sumber Daya Genetik Asli di Provinsi Banten.

Kambing Kosta merupakan persilangan kambing lokal Indonesia yang biasa disebut dengan kambing kacang/kambing jawa dengan kambing khasmir yang tersebar di wilayah India. Saat ini kambing kosta dapat dijumpai di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kabupaten Pandeglang.

Kambing Kosta memiliki sifat prolifik yaitu beranak lebih dari satu. Ciri khas Kambing Kosta meliputi: 1) warna bulu coklat tua sampai hitam, 2) hidung rata dan kadang ada yang melengkung, tanduk pendek, bulu pendek. Beberapa jenis sering dijumpai berwarna putih atau cokelat di area hidung. Kambing ini potensial sebagai ternak penghasil daging, sehingga arah pengembangannya tidak hanya menjaga spesies tetapi juga sebagai sumber pangan protein asal hewani.

Kambing Kosta, SDG Banten AsliSifat adaptif kambing kosta sangat berpengaruh terhadap produktivitasnya. Umur birahi pertama berkisar 5-7 bulan. Mayoritas kambing kosta kawin secar alami dan umumnya Kambing Kosta betina kawin pada umur 6-8 bulan serta beranak pertama pada umur 11–14 bulan. Kambing Kosta mampu beranak sampai lebih dari 12-15 kali beranak, sehingga dapat menghasilkan anak lebih dari 24-45 anak/induk selama masa produksi. Sementara mortalitas anak sampai dewasa rendah.