JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sekilas BPTP Banten

Provinsi Banten dibentuk melalui Undang-Undang No. 23/2000, tanggal 17 Oktober 2000 terdiri dari 4 Kabupaten dan 2 Kota, sedangkan jumlah penduduk pada tahun 2001 tercatat sebanyak 8.258.055 jiwa (BPS, 2002). Saat ini Provinsi Banten terdiri dari 4 Kabupaten (Serang, Pandeglang, Lebak, Tangerang) dan 4 Kota (Kota Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan) dengan luas wilayah 9.018,64 km2 dan jumlah penduduk sebanyak 9.782.779 jiwa (BPS, 2010).  Dalam konteks pembangunan wilayah, pertanian merupakan salah satu sektor unggulan, dimana kontribusinya terhadap PDRB Provinsi Banten menduduki urutan ke-4 setelah industri, perdagangan dan transportasi, sedangkan penyerapan tenaga kerja menduduki urutan pertama yaitu sebanyak 779.640 jiwa (26,73 %). Selain itu, potensi lahan pertanian juga cukup luas yaitu 196.653 ha (lahan sawah) dan 681.212 ha (lahan kering). Dalam upaya mendukung otonomi daerah (UU No. 22/1999), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah melakukan reorientasi dengan penataan dan pematapan organisasi. Perubahan yang sangat signifikan ditandai dengan dibentuknya Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) pada sejumlah provinsi di Indonesia. Khusus BPTP Banten, pembentukannya baru tertuang dalam SK. Mentan No. 633/Kpts/OT.140/12/2003 tangal 30 Desember 2003. Pembentukan BPTP sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Litbang Pertanian di daerah dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan penelitian kepada pengguna serta mempercepat adopsi dan pengembangan inovasi teknologi. Tantangan Badan Litbang Pertanian ke depan semakin dinamis yaitu bagaimana teknologi, produk dan alternatif kebijakan yang dihasilkan mampu menjadi dinamisator, trendsetting dan katalisator dalam pembangunan pertanian. Dalam mendukung pembangunan pertanian daerah, BPTP senantiasa proaktif dan berperan dalam inovasi teknologi strategis adaptif spesifik lokasi sekaligus menjadi mitra kerja pemerintah daerah dalam merumuskan program dan kebijakan pengembangan pertanian di wilayah kerjanya.
 
Dr. Ir. Muchamad Yusron, M.Phil earned a degree in agriculture (S1) Department of Soil Science in 1985 from the