Pengembangan Kawasan Hortikultura s/d Juni 2011

Parent Category: Program Utama Written by BPTP Banten Hits: 3134

Pemetaan Lokasi Kawasan Hortikultura

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil Kegiatan :

Kabupaten Pandeglang

1. Pelatihan Teknologi Pembibitan Durian

Pelatihan penguasaan teknologi durian dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2011 di Kelompoktani Bina Tani 4, Desa Koroncong, Kecamatan Keroncong - Kabupaten Pandeglang. Materi pelatihan meliputi: teknologi pengelolaan kebun durian sehat dan teknologi perbanyakan bibit durian. Bimbingan teknis dan pelartihan pembibitan durian dilakukan melalui penyajian materi, diskusi kelompok dan praktek lapangan. Materi pengelolaan kebun durian secara sehat disampaikan oleh peneliti/pakar dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balibutrop) Solok Sumatera Barat, sedangkan materi dan praktek tentang perbanyakan bibit durian disampaikan oleh Tim dari BPTP Banten.

2. Pengembangan Durian di Kec. Keroncong

upaya pengembangan durian di Provinsi Banten khususnya di Kabupaten Pandeglang, pemerintah daerah bersama pemerinttah pusat melalui Direktorat Jenderal Hortikultura telah melalukan perbanyakan dan penanaman bibit durian Siseupah di Kec. Keroncong. Bantuan bibit durian Siseupah sebanyak 830 batang dan selanjutnya ditanam dan dikelola oleh anggota Poktan Bina Tani IV sebanyak 540 batang (25 orang), Poktan lain 214 batang (64 orang) dan diluar Desa Koroncong sebanyak 76 batang (9 orang).

3. Kawasan Sayuran di Kecamatan Majasari (penguatan kelembagaan, keragaan usaha tani dan display varietas/galur bawang merah

Kota Cilegon

1. Eksisting Usahatani Melon

upaya pengembangan usaha hortikultura di Kota Cilegon, Dinas Pertanian dan BPTP Banten akan melaksanakan pendampingan budidaya melon, cabe dan kacang panjang, masing-masing seluas 2.500 m2. Kegiatan demplot dilaksanakan pada kelompoktani Karya Muda, Kelurahan Pabean - Kec. Purwakarta. Pada pelaksanaan demplot, bantuan dari Dinas Pertanian meliputi benih, mulsa dan turus, sedangkan dari BPTP berupa pupuk kandang, pupuk kimia serta pelatihan teknis dan pendampingan lapangan

2. Bimbingan Teknis dan Pelatihan

Bimbingan teknis dan pelatihan dilaksanakan di Kantor UPTD Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cilegon selama 2 hari atau 2 angkatan (tanggal 24-25 Mei 2011) dengan jumlah peserta kedua angkatan sebanyak 120 orang yang berasal dari 6 kecamatan yaitu Jombang, Purwakarta, Cibeber, Grogol, Cilegon dan Pulomerak. Bimbingan teknis dan pelatihan dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cilegon, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kasie Hortikultura, Kepala UPTD, Penyuluh Lapangan dan THL serta petani pengembang melon di Kota Cilegon. Jadwal pelatihan diawali dengan sambutan dan pembukaan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cilegon. Dalam sambutannya menekankan bahwa Kota Cilegon merupakan penghasil melon pertama di Provinsi Banten, namun pada saat ini juga berkembang di Kabupaten Serang dan Kota Serang. Untuk itu petani harus mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilannya dalam upaya pengembangan melon di Kota Cilegon. Melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan petani termotivasi untuk mengembangkan usahatani melon.

Sebagai nara sumber dalam bimbingan teknis dan pelatihan tersebut adalah penelIti BPTP Banten (Mayunar) dan Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cilegon (Andang Eka Pria). Materi yang disampaikan pada acara tersebut meliputi teknis budidaya melon yang meliputi : persyaratan lokasi budidaya, jenis-jenis melon, penyemaian benih, pemupukan, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit serta prospek usaha. Materi pelatihan bagi peserta difokuskan pada Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya melon yang akan diimplentasikan pada lokasi demplot. SOP budidaya melon lebih difokuskan pada persiapan lahan, pemupukan serta pengedalian hama dan penyakit, karena ke-3 faktor sangat menentukan keberhasilan usahatani. Setelah penyajian materi dilanjutkan kunjungan lapangan pada

3. Pelaksanaan Display Galur Harapan

Dilihat dari daya kecambah dan daya tumbuh, varietas Apollo lebih baik dibandingkan galur harapan, namun beberapa galur harapan sangat baik karena memilki daya kecambah dan daya tumbuh diatas 90 % yaitu G. 86H, G. K.8M dan G. K8H. Hasil penagamtan menunjukkan bahwa galur yang pal;ing cepat berkecambah adalah 78 M dan K8M, selanjutnya K8H dan NMN, sedangkan yang terakhir 411 dan 86H. Benih yang cepat tumbuh dan kondisinya sangat baik adalah galur 78 M, K8M, K8H dan NMN, selanjutnya 411 dan 86H. Khusus galur 411 dan 86H, kemunculan bibit kepermukaan media semai lebih lambat dibanding galur lainnya, dan bahkan cangkang biji banyak yang menempel pada daun lembaga sehingga perlu dilepas karena dapat mengganggu pertumbuhan bbibit

Kabupaten Pandeglang

1. Pelatihan Teknologi Pembibitan Durian

Pelatihan penguasaan teknologi durian dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2011 di Kelompoktani Bina Tani 4, Desa Koroncong, Kecamatan Keroncong - Kabupaten Pandeglang. Materi pelatihan meliputi: teknologi pengelolaan kebun durian sehat dan teknologi perbanyakan bibit durian. Bimbingan teknis dan pelartihan pembibitan durian dilakukan melalui penyajian materi, diskusi kelompok dan praktek lapangan. Materi pengelolaan kebun durian secara sehat disampaikan oleh peneliti/pakar dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balibutrop) Solok Sumatera Barat, sedangkan materi dan praktek tentang perbanyakan bibit durian disampaikan oleh Tim dari BPTP Banten.

2. Pengembangan Durian di Kec. Keroncong

upaya pengembangan durian di Provinsi Banten khususnya di Kabupaten Pandeglang, pemerintah daerah bersama pemerinttah pusat melalui Direktorat Jenderal Hortikultura telah melalukan perbanyakan dan penanaman bibit durian Siseupah di Kec. Keroncong. Bantuan bibit durian Siseupah sebanyak 830 batang dan selanjutnya ditanam dan dikelola oleh anggota Poktan Bina Tani IV sebanyak 540 batang (25 orang), Poktan lain 214 batang (64 orang) dan diluar Desa Koroncong sebanyak 76 batang (9 orang).

3. Kawasan Sayuran di Kecamatan Majasari (penguatan kelembagaan, keragaan usaha tani dan display varietas/galur bawang merah

Kota Cilegon

1. Eksisting Usahatani Melon

upaya pengembangan usaha hortikultura di Kota Cilegon, Dinas Pertanian dan BPTP Banten akan melaksanakan pendampingan budidaya melon, cabe dan kacang panjang, masing-masing seluas 2.500 m2. Kegiatan demplot dilaksanakan pada kelompoktani Karya Muda, Kelurahan Pabean - Kec. Purwakarta. Pada pelaksanaan demplot, bantuan dari Dinas Pertanian meliputi benih, mulsa dan turus, sedangkan dari BPTP berupa pupuk kandang, pupuk kimia serta pelatihan teknis dan pendampingan lapangan

2. Bimbingan Teknis dan Pelatihan

Bimbingan teknis dan pelatihan dilaksanakan di Kantor UPTD Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cilegon selama 2 hari atau 2 angkatan (tanggal 24-25 Mei 2011) dengan jumlah peserta kedua angkatan sebanyak 120 orang yang berasal dari 6 kecamatan yaitu Jombang, Purwakarta, Cibeber, Grogol, Cilegon dan Pulomerak. Bimbingan teknis dan pelatihan dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cilegon, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kasie Hortikultura, Kepala UPTD, Penyuluh Lapangan dan THL serta petani pengembang melon di Kota Cilegon. Jadwal pelatihan diawali dengan sambutan dan pembukaan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cilegon. Dalam sambutannya menekankan bahwa Kota Cilegon merupakan penghasil melon pertama di Provinsi Banten, namun pada saat ini juga berkembang di Kabupaten Serang dan Kota Serang. Untuk itu petani harus mampu meningkatkan kemampuan dan keterampilannya dalam upaya pengembangan melon di Kota Cilegon. Melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan petani termotivasi untuk mengembangkan usahatani melon.

Sebagai nara sumber dalam bimbingan teknis dan pelatihan tersebut adalah penelIti BPTP Banten (Mayunar) dan Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cilegon (Andang Eka Pria). Materi yang disampaikan pada acara tersebut meliputi teknis budidaya melon yang meliputi : persyaratan lokasi budidaya, jenis-jenis melon, penyemaian benih, pemupukan, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit serta prospek usaha. Materi pelatihan bagi peserta difokuskan pada Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya melon yang akan diimplentasikan pada lokasi demplot. SOP budidaya melon lebih difokuskan pada persiapan lahan, pemupukan serta pengedalian hama dan penyakit, karena ke-3 faktor sangat menentukan keberhasilan usahatani. Setelah penyajian materi dilanjutkan kunjungan lapangan pada

3. Pelaksanaan Display Galur Harapan

Dilihat dari daya kecambah dan daya tumbuh, varietas Apollo lebih baik dibandingkan galur harapan, namun beberapa galur harapan sangat baik karena memilki daya kecambah dan daya tumbuh diatas 90 % yaitu G. 86H, G. K.8M dan G. K8H. Hasil penagamtan menunjukkan bahwa galur yang pal;ing cepat berkecambah adalah 78 M dan K8M, selanjutnya K8H dan NMN, sedangkan yang terakhir 411 dan 86H. Benih yang cepat tumbuh dan kondisinya sangat baik adalah galur 78 M, K8M, K8H dan NMN, selanjutnya 411 dan 86H. Khusus galur 411 dan 86H, kemunculan bibit kepermukaan media semai lebih lambat dibanding galur lainnya, dan bahkan cangkang biji banyak yang menempel pada daun lembaga sehingga perlu dilepas karena dapat mengganggu pertumbuhan bbibit