JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Rencana Pendampingan PSDSK T.A 2011

Terkait dengan swasembada daging sapi, saat ini pengembangan kerbau menjadi salah satu komitmen Kementerian Pertanian. Bentuk komitmen tersebut diwujudkan dengan memperluas PSDS menjadi Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau (PSDSK). Menteri Pertanian pada saat membuka acara Evaluasi Perbibitan Kerbau Nasional pada tanggal 3 November 2010 di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menyatakan pencapaian swasembada daging sapi merupakan target yang cukup berat, sehingga kerbau perlu dikembangkan dalam rangka mendukung pencapaian swasembada daging (Trobos, 2010). Hal ini disebabkan karena posisi ternak kerbau yang cukup penting sebagai penghasil daging yang dapat menjadi komplemen bahkan substitusi daging sapi (Diwyanto dan Eko, 2006). Bila dibandingkan antara populasi sapi potong dan kerbau di Provinsi Banten, kerbau memiliki populasi yang lebih besar. Tercatat pada tahun 2010 populasinya mencapai 156.670 ekor yang memposisikan Banten sebagai provinsi yang memiliki populasi kerbau terbesar ke-lima di Indonesia (Kemtan, 2010b). Penyebaran kerbau meliputi seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Banten dengan jumlah yang bervariasi satu dengan lainnya. Berdasarkan data BPS tahun 2009, populasi ternak kerbau tertinggi berada di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Tangerang, populasi tertinggi selanjutnya berada di Kabupaten Pandeglang dengan persentase secara berturut-turut 35,73%, 17,81% dan 17,10%. Dalam rangka mendukung pelaksanaan PSDSK di provinsi Banten, diperlukan upaya percepatan diseminasi inovasi teknologi baik dalam pengembangan sapi potong maupun kerbau. Terkait dengan keterbatasan waktu, dana dan tenaga pelaksana, kegiatan dilakukan secara bertahap sesuai dengan prioritas. Fokus kegiatan pendampingan PSDSK yang dilaksanakan BPTP Banten ditujukan untuk pendampingan kerbau, mengingat potensinya yang sangat besar di Provinsi Banten. Namun tidak tertutup kemungkinan, pendampingan dilaksanakan juga untuk komoditas sapi potong, terkait dengan situasi dan kondisi yang akan dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan.

Sasaran
  1. Meningkatkannya pengetahuan dan keterampilan petani/peternak dalam kegiatan budidaya kerbau/sapi potong.
  2. Berkembangnya inovasi teknologi hasil dari Badan Litbang Pertanian dalam pengelolaan budidaya kerbau/sapi potong pada Kelompok Tani/Ternak.
  3. Berkembangnya budidaya kerbau/sapi potong pada Kelompok Tani yang mengarah pada pengelolaan agribisnis secara profesional.
Indikator keluaran
  1. Terlaksananya sosialisasi dan konsolidasi kegiatan pendampingan PSDSK dengan instansi terkait, ditingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.
  2. Terlaksananya pendampingan teknologi melalui kegiatan pembelajaran melalui pertemuan-pertemuan yang membahas tentang manajemen pakan spesifik lokasi, reproduksi, perkandangan dan kesehatan ternak.
  3. Terlaksananya pendampingan teknologi melalui kegiatan pelatihan pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik.
  4. Terlaksananya pendampingan inovasi teknologi pada 1 Kelompok Tani/Ternak