JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pendampingan di Lebak s/d Juni 2013

Kelompok Solear Jaya, Desa Sindangjaya, Kecamaytan Maja, Kabupaten Lebak

Awal kegiatan Bulan Maret, kegiatan pertama yaitu evaluasi kelompok dan pengambilan data perkembangan populasi kerbau.

Tabel 1. Populasi Kerbau Kelompok Solear Jaya sampai dengan Maret 2013.

No

Nama

Status Kepemilikan

Bantuan

Gaduhan

Milik

Total

(Ekor)

(Ekor)

(Ekor)

(Ekor)

1

Syamsudin

3

10

7

20

2

Ambari

3

1

4

3

Sapri

3

7

4

14

4

Samin

3

10

2

15

5

Rusdi

3

10

2

15

6

Misjaya

2

4

2

8

7

Marhasan

2

8

2

12

8

Jahi

2

4

10

16

9

Atok

0

10

Enung

2

10

8

20

11

Sanaan

2

9

2

13

12

Alias

3

3

6

13

Saman

2

2

2

6

14

Jajat

2

1

3

15

Umyati

0

16

Janah

2

1

3

17

Armanah

0

18

Jasmanah

0

19

Arsah

2

1

3

20

Metun

2

1

3

21

Tio

1

1

2

22

Munah

1

1

2

23

Marni

0

24

Sarni

0

25

Uun

1

1

2

26

Arti

1

1

2

27

Bambang

1

8

9

Dikelola kelompok

1

1

Jumlah

179

Sumber: Data Primer Kelompok Solear Jaya, 2013

 

Dari Tabel di atas diketahui bahwa populasi bertambah 31 ekor atau meningkat 17, 3% dari jumlah kerbau di awal pendampingan tahun 2011. Jumlah anggota juga bertambah 1 orang menjadi 27 orang (10 orang wanita dan 17 orang laki-laki).

Bulan April : 1). Pembelajaran dilaksanakan dengan penajaman materi pada teknologi pakan ternak dan pemanfaatan pupuk organik. Introduksi yang telah dilakukan yaitu budidaya rumput gajah dengan lokasi percontohan penanaman di sekitar areal kandang (500 m2). Persiapan lahan dengan memanfatkan pupuk organik yang telah dihasilkan kelompok.Pupuk organik yang dihasilkan yaitu 9 ton, berasal dari 2 perlakuan bahan.3 ton kotoran kerbau dicampur dengan dekomposer orgadek (kelompok II) dan 6 ton kotoran kerbau dicampur dengan sekam dan dekomposer orgadek (kelompok I dan III). Sebagai narasumber pembelajaran yaitu drh. Eko Kardiyanto, peneliti BPTP Banten; 2). Motivasi juga diberikan melalui kegiatan Studi Banding.Pengurus dan perwakilan beberapa anggota kelompok Solear Jaya melakukan kunjungan ke Gapoktan Juhut Mandiri Kabupaten Pandeglang. Pemilihan lokasi studi banding tidak terlepas dari keberhasilan gapoktan hingga ditetapkan sebagai lokasi laboratorium lapang Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Salah satu keberhasilannya yaitu dengan adanya kegiatan integrasi ternak-tanaman.Sehingga dapat dijadikan titik ungkit bagi tumbuhnya semangat/motivasi kelompok Solear Jaya.

Dampak dari studi banding sangat positif, pada Bulan Mei Kelompok Solear Jaya telah mengaplikasikan pupuk organik pada tanaman sawi, dimana proses kegiatannya langsung dikelola oleh anggota wanita tani. Kegiatan yang berprinsip pada pemberdayaan wanita ini berkaitan erat dengan introduksi integrasi ternak-tanaman. Karena tahap persiapan lahan hingga penanaman tidak terlepas dari konsep intergrated farming system. Pembelajaran tentang pembuatan mikroorganisme lokal (MOL) juga disampaikan, sebagai alternatif dalam penggunaan starter/decomposer pada pembuatan pupuk organik. Selain itu juga pembuatan pestisida nabati yang digunakan dalam pemeliharaan tanaman sawi.Sampel MOL dan pestisida nabati yang diintroduksikan merupakan hasil yang telah dibuat di Laboratorium BPTP Banten (hasil uji laboratorium pada lampiran 2). Sehingga kelompok Solear Jaya cukup memberikan penilaian terhadap kemudahan memperoleh bahan, kemudahan dalam proses pembuatan, aroma dan warna. Preferensi Kelompok Solear Jaya terhadap MOL dan pestisida nabati, pada lampiran 3.Hasilnya diketahui bahwa preferensi kelompok Solear Jaya mengarah pada pembuatan pestisida nabati kode I dan MOL I. Penilaian yang diberikan yaitu sangat mudah dalam memperoleh bahan dan pembuatannya.Sedangkan aroma dan warna termasuk dalam kategori suka.Aplikasi MOL diterapkan pada kelompok I dan II pembuat pupuk organik, sedangkan pestisida nabati diaplikasikan pada tanaman sawi kelompok Cantik dan Sexi.

Pemanfaatan pupuk organik lebih digiatkan dengan adanya distribusi bibit sayuran.Pemilihan jenis sayuran didasarkan pada hasil diskusi yang telah dilakukan oleh anggota (wanita).Tanaman yang dipilih memiliki kecenderungan berupa sayuran yang dapat dikonsumsi sehari-hari, yaitu cabai, tomat, sawi, seledri dan terong.Adapun distribusi bibit sayuran yang dilaksanakan pada Bulan Juni sejumlah 150 polybag mencakup cabai, bunga kol, sawi, seledri dan terong.Tomat belum terpenuhi karena kondisi bibit yang belum siap pindah tanam.

Pembelajaran yang telah diperoleh kelompok Solear Jaya memberikan dampak positif. Indikatornya adalah adaya peningkatan jumlah anggota yang terlibat dalam pengolahan dan pemanfaatan pupuk organik. Anggota kelompok Solear Jaya yang terlibat dalam pengolahan pupuk organik bertambah, menjadi 6 orang. Sedangkan pelaku yang memanfaatkan pupuk organik juga bertambah, menjadi 8 orang yang notabene tidak tergabung sebagai anggota kelompok.Kegiatan integrasi ternak-tanaman yang menunjukkan bahwa kegiatan tersebut bermanfaat dan dapat menambah pendapatan masing-masing kelompok. Data integrasi ternak-tanaman pada lampiran 8. Khusus kelompok manis, tercatat bahwa dari 14 bedengan yang dibuat 12 bedengan hasilnya di panen dan 2 bedengan dimanfaatkan sebagai penghasil benih sawi. Sistem kerja gotong royong keseluruhan anggota dengan menggunakan lahan milik 2 orang anggota.

Pelaksanaan kegiatan pendampingan di Kelompok Solear Jaya tidak terlepas dari kendala/hambatan.Titik kritis yang dinilai terletak pada kondisi kelompok yang termasuk kategori kurang dinamis. Terlihat dari beberapa faktor: 1) Komunikasi antar pengurus dalam melaksanakan kegiatan yang kurang lancar; 2) Krisis kepercayaan anggota terhadap pengurus kelompok dan 3) Fungsi dan tugas pengurus yang kurang maksimal. Alternatif dalam mengatasi kendala tersebut yaitu akan diadakannya pertemuan khusus yang mengulas tentang pentingnya penguatan kelembagaan.