JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pendampingan di Tangerang s/d Juni 2013

Kelompok Rukun Bakti

Kelompok "Rukun Bakti" terletak di Desa Mekarbakti, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Terbentuk sejak tahun 2004 beranggota 20 orang dan mendapatkan bantuan ternak sapi 20 ekor. Sedangkan di tahun 2012 kelompok mendapatkan bantuan penyelamatan betina produktif 43 ekor. Data kepemilikan sapi dapat dilihat pada tabel 1 dan 2

Tabel 1. Data kepemilikan sapi potong anggota kelompok Rukun Bakti sampai dengan bulan Juni 2013

No

Nama

Status Ternak

Status kepemilikan

Jml (Ekor)

Anggota

Jantan

Betina

Bantuan

Milik

Gaduh

1

Hadili

4

4

4

2

Engkong

7

7

7

3

Sopian

2

2

2

4

Marna

2

2

2

5

Suharja

4

4

4

6

Dede

2

2

2

7

Aseng

4

4

4

8

Ading

1

1

1

9

Basri

2

2

2

10

Usman

1

1

1

11

Uu

3

3

3

12

Uwing

2

2

2

13

Diman

1

1

1

14

Barta

1

1

1

15

Mursid

1

1

1

16

Wahi (Mamat)

2

2

2

17

Amil

1

1

1

18

Ajot

1

1

1

19

Linah

1

1

1

20

Nedi

1

1

1

Jumlah

0

43

43

0

0

43

Sumber: Data Primer Kelompok Rukun Bakti, 2013

 

Kelompok Rukun Bakti memiliki struktur kepengurusan yang lengkap: ketua (Suharja), sekretaris (Kholido Muhibin) dan bendahara (Suharli). Belum memiliki jadwal rutin pertemuan kelompok. Adapun pertemuan 2-3 bulan sekali karena adanya agenda pendampingan dari dinas. Materi yang telah diperoleh berkaitan dengan budidaya sapi potong yaitu: pembuatan silase, hay dan inseminasi buatan. Kendala yang dihadapi dalam memajukan kelompok disebabkan pada belum adanya kesamaan visi di tiap anggota kelompok, sehingga misi yang diemban juga belum searah dan belum mampu memenuhi target. Sedangkan dari segi teknis, kendala yang dihadapi yaitu kontinuitas ketersediaan pakan hijauan.

Alternatif pemecahan masalah yang dilakukan tim PSDS/K BPTP Banten yaitu dengan memotivasi kelompok Rukun Bakti melalui introduksi hijauan pakan ternak (rumput gajah). Tahap awal pada bulan April, materi teknologi pakan disampaikan dalam ruangan pertemuan dengan teknik ceramah dan diskusi, sedangkan budidaya rumput gajah langsung di praktikan di lapang. Respon positif dari pembelajaran nampak dari jumlah anggota yang antusias menanam rumput gajah. Hingga Bulan Mei tercatat 3 anggota yang mulai menanam: Abdul Choir (500 m2), Mursid (500 m2) dan Halimi (200 m2). Jarak tanam yang digunakan seragam yaitu 1 m x 1 m. Sehingga distribusi 3.000 batang rumput gajah tahap pertama telah tertanam dan pada bulan Juni kelompok Rukun Bakti kembali mendapatkan distribusi rumput gajah sebanyak 4.000 stek.

Dampak pembelajaran di atas dilihat dari segi teknis, sedangkan dari segi sosialnya dapat diketahui dari kondisi pengetahuan anggota kelompok. Data pengetahuan diperoleh dari hasil pre test dan post test. Diketahui bahwa proses pembelajaran merupakan faktor ekstenal responden yang mampu memberikan kontribusi dalam peningkatan pengetahuan peserta. Sebesar 62,5 % peserta pembelajaran teknologi reproduksi dan pakan mengalami peningkatan pengetahuan. Sedangkan faktor internal responden/karakteristik individu yang mempengaruhi peningkatan pengetahuan yaitu umur dan pendidikan. Peserta yang mengalami peningkatan pengetahuan termasuk kategori usia produktif (< 40 tahun) dengan tingkat pendidikan minimal lulus Sekolah Menengah Pertama/sederajat.

Kelompok Bina Karya

Kelompok yang terbentuk sejak tahun 2010, hingga 2012 anggota berjumlah 20 orang.Komoditas utama yang diusahakan adalah tanaman padi dan sapi potong. Tahun 2011 kelompok Rukun Bakti mendapatkan bantuan pejantan sapi potong 4 ekor. Memiliki struktur kepengurusan: ketua (Ahmad), skretaris (Saepudin) dan bendahara (Suryadi). Berdasarkan analisa dinamika kelompok, diketahui bahwa kelompok Rukun Bakti belum memiliki kesamaan tujuan. Hal tersebut nampak dari hasil identifikasi kebutuhan yang mayoritas belum mengangkat pengembangan/keberhasilan usaha sapi potong. Padahal kelompok Rukun Bakti merupakan kelompok yang akan difokuskan pada usaha perbibitan sapi potong.

Tentunya pengurus perlu mengeluarkan waktu, tenaga dan pikiran ekstra untuk mampu mengarahkan anggota untuk satu visi. Motivasi eksternal telah dilakukan oleh dinas dengan adanya penyuluhan tentang reproduksi sapi potong. Sedangkan BPTP Banten berupaya memajukan kelompok dengan introduksi pakan hijauan ternak dan menyentuh dinamika kelompok. Kegiatan yang telah dilakukan sampai dengan Juni 2013 di kelompok Rukun Bakti meliputi:

Bulan Mei, pengambilan data primer mengenai data populasi sapi potong dan praktik lapang mengenai budidaya rumput gajah. Secara langsung petugas lapang dan anggota kelompok mempraktikkan. Distribusi 7.000 stek rumput gajah dengan hasil: jarak tanam yang digunakan, luas lahan dan penggunaan bibit bervariasi.

Tabel 2. Data Populasi Sapi Potong Kelompok Rukun Bakti Sampai Dengan Mei 2013

No

Nama

Status Ternak

Status kepemilikan

Jml (Ekor)

Anggota

Jantan

Betina

Bantuan

Milik

Gaduh

1

Ahmad

2

Saepudin

1

1

1

3

Suryadi

3

1

2

3

4

Suherman

0

5

Sudarsim

1

1

1

6

As'ari

1

1

1

1

2

7

H. Johani

1

1

1

8

Amat

1

2

1

2

3

9

Rubani

1

1

1

10

Rasudin

1

1

1

11

Raman

2

2

2

12

Romli

2

2

2

13

Raswanta

1

1

1

14

Ade S

2

2

2

15

Januri

1

1

1

16

Asmayudin

1

1

1

17

Supendi

1

1

1

18

Sahroni

0

19

Sanusi

0

20

Satibi

2

1

1

2

Jumlah

5

20

4

12

9

25

Data Pemanfaatan Lahan untuk Rumput Gajah di Kelompok Rukun Bakti

No

Jarak tanam (cm)

Jml Bibit (stek)

Luas Lahan (m2)

Jml anggota yg teribat (org)

1

50 x 50

3,500

2,500

20

2

75 x 75

1,500

1,000

20

3

100 x 100

2,000

1,000

20

Sumber: Data Primer Kelompok Rukun Bakti, 2013

Bulan Juni, sebelum melakukan pertemuan penguatan kelembagaan tim PSDS/K menggali informasi tentang dinamika kelompok. Tujuannya untuk mengetahui kondisi pengetahuan anggota, hasil pre test. Hasil pre test menunjukkan bahwa anggota kelompok memerlukan pemantapan materi tentang pentingnya kelompok. Sehingga tindak lanjut yang dilakukan tim PSDS/K BPTP yaitu dengan menyelenggarakan pertemuan yang mengupas tentang materi dinamika kelompok.