JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Hasil PSDSK Tahun 2014

Swasembada daging sapi merupakan salah satu target utama Kementerian Pertanian pada periode tahun 2010-2014. Pelaksanaan Program Swasembada Daging Sapi/Kerbau (PSDSK) dikelompokkan menjadi dua lokasi yaitu 20 provinsi prioritas dan 13 provinsi pendukung. Provinsi Banten merupakan salah satu provinsi pendukung PSDS/K dalam periode 2010-2014 yang diharapkan mampu memberikan kontribusi peningkatan produksi daging sapi sebesar 180 ton/tahun. Realisasi kegiatan mengacu pada target Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten mendukung kegiatan PSDSK melalui pendampingan inovasi teknologi. Output pendampingan yaitu: 1) meningkatnya koordinasi dan sinergitas program dengan berbagai stakeholder pembangunan peternakan di Provinsi Banten (2 kabupaten), 2) terlaksananya pendampingan usaha peternakan sapi/kerbau untuk meningkatkan populasi populasi, ADG dan bobot potong (50 % - 75 %), 3) meningkatnya pengetahuan penyuluh/petugas lapang dan petani pelaksana PSDS/K melalui pelatihan dan temu lapang (50 orang). Lokasi pendampingan terdiri atas 3 kelompok, Bina Karya (Tangerang), Ratu Galuh (Lebak) dan Harapan Mulya (Pandeglang). Hasil yang diperoleh meliputi: 1) meningkatnya koordinasi dan sinergitas program dengan berbagai stakeholder pembangunan peternakan di Provinsi Banten. Awal pendampingan 2 Kabupaten (Tangerang dan Lebak) bertambah 1 Kabupaten Pandeglang, 2) Pertambahan jumlah ternak disebabkan dari bertambahnya peserta yang bergabung dalam pendampingan dan adanya kelahiran pedet. 3) Teknologi yang berperan dalam peningakatan populasi ternak yaitu teknologi reproduksi, dengan tingkat keberhasilan inseminasi buatan di kelompok Bina Karya mencapai 58,33 %, 4) Pengembangan luasan areal hijauan pakan ternak seluas 38.000 m2, 5) meningkatnya pertambahan bobot badan harian sapi potong, rata-rata prosentase mencapai 74,99 %, 6) Produksi pupuk organik berbahan dasar sapi potong yang dilaksanakan kelompok Bina karya menghasilkan 9,5 ton, dan pupuk organik yang berasal dari kotoran kerbau dihasilkan kelompok Harapan Mulya sebanyak 15 ton, 7) Peningkatan pengetahuan peserta pelatihan (20 orang) mencapai 92,5 %, 8) Respon peserta temu lapang (80 orang) terhadap teknologi menunjukkan kategori puas, sedangkan respon peserta terhadap kelembagaan dan narasumber menunjukkan kategori cukup puas.

 

Selengkapnya.....