JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PUAP Provinsi Banten 2009

PENDAHULUAN :
1. Program PUAP merupakan bentuk fasilitasi bantuan modal usaha untuk petani anggota baik petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumahtangga tani yang dikoordinasikan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam pelaksanaan PUAP, Gapoktan didampingi oleh tenaga Penyuluh Pendamping dan Penyelia Mitra Tani (PMT).
2. Di Provinsi Banten pada tahun 2008, terdapat 298 Gapoktan yang mendapat program PUAP tersebar di 298 desa, sedangkan pada tahun 2009 terdapat 422 Gapoktan melalui dana APBN dan APBN-P yang tersebar di 8 Kabupaten/Kota.

METODOLOGI KEGIATAN :
3. PUAP di Provinsi Banten dilakukan di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota. Terdapat delapan Kabupaten/Kota yang mendapat program PUAP yaitu Kab. Serang, Kota Serang, Kab. Lebak, Kab. Pandeglang, Kab. Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kota Cilegon. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Desember 2009.
4. Ruang lingkup kegiatan meliputi: 1) Kesekretariatan; 2) Pengembangan Gapoktan; 3) Pendampingan Teknologi Pertanian dan 4) Supervisi, monitoring dan evaluasi PMT dan Gapoktan. Selain itu juga melaksanakan koordinasi dengan berbagai stakeholder terkait pelaksanaan program PUAP. Kegiatan yang dikerjakan BPTP sebagai Sekretaris Tim Pembina PUAP Provinsi antara lain: 1) Fasilitator PMT (dokumen kontrak, BOP, evaluasi kinerja), 2) Melakukan verifikasi dokumen administrasi Gapoktan PUAP dan RUB, 3) Surat menyurat dan dokumentasi, dan 4) Pelaporan.

HASIL DAN KINERJA KEGIATAN :
5. Kegiatan sekretariat PUAP di BPTP adalah melakukan antara lain : 1) Koordinasi dengan dengan pelaksana program dalam monitoring perkembangan program PUAP tahun 2008 dan pelaksanaan PUAP tahun 2009, 2) Mengkoordinir kegiatan penandatangan kontrak PMT dengan Biro Organisasi dan Kepegawaian Departemen Pertanian baik PMT; 3) Melakukan rapat bulanan dengan PMT dan 4) Melakukan verifikasi RUB yang disusun oleh Gapoktan sebelum diserahkan ke Departemen Pertanian.
6. Tidak semua dana yang disediakan dapat terserap semuanya (85%) karena dana BOP PMT yang tersedia memang lebih besar dari realisasinya. Dana BOP PMT yang tersedia untuk PMT PAW (2 orang) dan PMT 2009 (14 orang) dialokasikan selama 8 bulan yaitu dari bulan Mei sampai dengan bulan Desember, namun kenyataannya hanya PMT PAW yang bekerja dari bulan Mei sedangkan PMT 2009 mulai bekerja pada bulan Agustus. Hal ini menyebabkan masih ada selisih dana yang tidak termanfaatkan. Sementara itu, dana untuk penyiapan teknologi juga tidak dapat terserap semuanya dikarenakan terbatasnya sumberdaya manusia yang menyiapkan teknologi pertanian dalam bentuk booklet dan lainnya.
7. Pengembangan Gapoktan PUAP melalui kegiatan apresiasi yang dilaksanakan oleh BPTP dengan sasaran adalah : (1) Tersosialisasinya inovasi teknologi hasil Litbang Pertanian, dan (2) Terbentuknya LKM-A di tiap Gapoktan penerima program PUAP. Sebagai pembicara sesuai dengan kompetensinya melibatkan Tim PUAP Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, Penyuluh Pendamping, Gapoktan, BPTP dan PMT. Apresiasi Gapoktan dilaksanakan empat kali dengan peserta di masing-masing Gapoktan terdiri dari Ketua, Bendahara dan Penyuluh Pendamping.
8. Pendampingan teknologi pertanian oleh BPTP dilakukan dengan berbagai cara untuk meningkatkan pemahaman dan adopsi teknologi pertanian kepada Gapoktan. Pendampingan dilakukan dalam penyusunan RUB, kemudian juga dilakukan dengan mengadakan pelatihan, pertemuan reguler dengan Gapoktan, dan monitoring di lapangan. Teknologi yang didesiminasikan disesuaikan dengan kebutuhan Gapoktan. BPTP juga mencetak booklet/leaflet SLPTT padi, jagung, kedele, SPO sayuran dan lainnya yang didistribusikan ke Gapoktan, Penyuluh Pendamping dan lainnya.
9. Dalam rangka peningkatan kapasitas SDM pengurus Gapoktan maka dilakukan pelatihan-pelatihan tentang administrasi keuangan (pencatatan, pelaporan keuangan,dan neraca), pembuatan laporan, teknik operasional Lembaga Keuangan Mikro. Selain itu juga dilakukan kunjungan ke Pekan Agro Inovasi Pertanian di Bogor dan studi banding ke Gapoktan PUAP berprestasi di Provinsi Jawa tengah dan DI. Yogyakarta.
10. Dengan menggunakan kriteria seperti sudah simpanan pokok dan simpanan wajib; pengelolaan administrasi sudah rapi; terpisah dari Gapoktan dan sudah ada sekretariat dan pengurus LKM, dari 298 Gapoktan 2008 terdapat 37% Gapoktan yang berinisiasi LKM. Tingkat inisiasi LKM di Gapoktan PUAP 2008 masih rendah disebabkan sebagian besar Gapoktan penerima PUAP 2008 di Provinsi Banten adalah Gapoktan Pemula. Namun perkembangannya sampai bulan Desember 2009 terdapat dari sejumlah 722 Gapoktan (2008 dan 2009) terdapat 2.35% atau sebanyak 17 Gapoktan (10 Gapoktan 2008 dan 7 Gapoktan 2009) sudah menjadi LKM.

KESIMPULAN DAN SARAN :
11. Program PUAP telah menunjukkan dampak positip sesuai dengan sasaran program. Dengan adanya bantuan modal ini, petani telah terhindar dari rentenir atau tengkulak yang selama ini memberi pinjaman modal usahatani ke petani dengan bunga yang sangat tinggi. Dampak positip lainnya adalah : 1) Peningkatan kemampuan Gapoktan dalam berusahatani terutama dengan penerapan inovasi teknologi pertanian dan kemampuan di bidang tata kelola keuangan; 2) Gapoktan dipercaya menjadi distributor pupuk subsidi; 3) Berkembangnya penangkaran benih terutama padi; 4) Berkembangnya kegiatan usaha agribisnis dan usaha ekonomi rumahtangga petani di perdesaan; 4) Meningktanya jumlah petani, buruh tani dan rumahtangga tani yang mendapat bantuan modal usaha.
12. Untuk lebih mengoptimalkan keberhasilan program PUAP diperlukan pendampingan secara terus menerus oleh semua pihak yang terkait terutama selain penyuluh pendamping dan PMT juga tim teknis kecamatan termasuk kepala desa dan tim teknis kabupaten/kota./ Untuk kelancaran tersebut, diharapkan pemerintah daerah menyediakan dana APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota yang cukup untuk kegiatan pendampingan dan monitoring program PUAP.