JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PUAP 2010

  1. PUAP adalah bagian dari pelaksanaan program PNPM-Mandiri melalui bantuan modal usaha dalam menumbuhkembangkan usaha agribisnis sesuai dengan potensi pertanian di desa sasaran. Jumlah desa di Provinsi Banten sebanyak 1504 desa dan jumlah penduduk miskin sekitar 7,64 persen atau 788.067 orang (BPS Provinsi Banten, 2008). Program PUAP di Provinsi Banten dilaksanakan sejak tahun 2008 dengan jumlah desa penerima sebanyak 298 desa yang tersebar di 7 Kabupaten/Kota yang dikawal oleh 13 orang Penyelia Mitra Tani (PMT). Pada tahun 2009 terdapat peningkatan jumlah desa penerima bantuan program PUAP yaitu sebanyak 402 desa dan 22 desa tambahan yang tersebar di 8 Kabupaten/Kota. Dengan demikian sampai akhir tahun 2009, total desa penerima bantuan program PUAP di Provinsi Banten sebanyak 722 desa yang dikawal oleh 26 PMT
  2. Tujuan kegiatan adalah terlaksananya program PUAP pada tahun sebelumnya dan tahun 2010. Adapun tujuan secara terinci melaksanakan : 1) Tugas sekretariat PUAP, 2) Apresiasi pendampingan dalam pembentukan dan pengembangan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A), 3) Pendampingan inovasi teknologi pertanian pada 30 Gapoktan yang berada pada desa terintegrasi (FEATI, SL-PTT, PRIMA TANI, dll), 4) Koordinasi, konsinyasi, peningkatan kapasitas SDM dan keikutsertaan dalam workshop dan pelatihan terkait PUAP, 5) Penyediaan dan pendistribusian materi diseminasi dan 6) Monitoring dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan PUAP.
  3. Target pelaksanaan kegiatan PUAP 2010 terbagi menjadi dua kelompok yaitu Gapoktan 2008-2009 dan Gapoktan 2010. Pendampingan pengembangan LKM-A difokuskan untuk 30 Gapoktan PUAP 2008-2009 yang berpotensi untuk pengembangan LKM-A, sedangkan pendampingan inovasi teknologi untuk Gapoktan PUAP 2008 dan 2009 difokuskan untuk Gapoktan yang berada pada desa integrasi program PUAP, FEATI, SL-PTT dan eks PRIMA TANI serta Gapoktan 2010. Kegiatan yang bersifat koordinasi, dilaksanakan pada tingkat pusat dan daerah, kegiatan yang bersifat workshop dan pelatihan dilaksanakan pada tingkat pusat atau antar provinsi. Kegiatan yang bersifat koordinasi, pendampingan, pembinaan, monitoring dan evaluasi, dilaksanakan pada tingkat daerah lingkup Provinsi Banten yang meliputi 8 Kab/Kota yaitu Kab. Serang, Kota Serang, Kab. Lebak, Kab. Pandeglang, Kab. Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kota Cilegon.
  4. Sekretariat melaksanakan tugas-tugas terkait dengan kelancaran program PUAP. Pada tahun 2010, jumlah Gapoktan penerima dana BLM PUAP sebanyak 115 Gapoktan yang tersebar di Kab Serang (30), Kota Serang (15), Kota Cilegon (9), Kab. Pandeglang (31), Kab. Lebak (10), Kab. Tangerang (15) dan Kota Tangerang Selatan (5). Jumlah PMT yang menerima BOP secara bulanan sebanyak 30 orang terdiri dari 25 orang PMT SKPA I, 1 orang PMT SKPA II dan 4 orang PMT SKPA III. Namun ada 3 orang PMT SKPA I yang tidak menerima penuh BOP dikarenakan tidak disiplin dalam pelaporan bulanan.
  5. Sekretariat telah mengadakan temu koordinasi dengan berbagai instansi untuk identifikasi potensi Gapoktan dalam pengelolaan keuangan untuk pengembangan LKM-A dan inovasi teknologi yang dibutuhkan oleh Gapoktan untuk mengembangkan usahanya menuju agribisnis yang berkelanjutan. Pendekatan perolehan data dan informasi menggunakan diskusi kelompok secara mendalam (FGD) dengan membahas langkah dan tahapan kegiatan kedepan perihal pengembangan LKM-A di Provinsi Banten. Dari hasil diskusi diperoleh beberapa data, meliputi : 1) Database calon Gapoktan dan materi yang diperlukan untuk pelatihan LKM-A, (2) Data kebutuhan teknologi Gapoktan yang diperlukan untuk apresiasi teknologi, (3) Data rekapan desa usulan PUAP tahun 2010 dan (4) Data Komoditas unggulan pada Gapoktan PUAP per Kabupaten/Kota dan identifikasi kebutuhan teknologi.
  6. Telah dilakukan pelatihan LKM-A sebanyak dua angkatan untuk 30 Gapoktan PUAP tahun 2008 dan 2009. Sampai bulan Desember sekitar 17 Gapoktan telah membentuk LKM-A dan mengadakan acara launching yang dihadiri oleh berbagai pihak. Secara umum sebaran LKM-A yang telah terbentuk dan potensi LKM-A di Provinsi Banten masih didominasi oleh Kabupaten Serang (13 Gapoktan). Hal ini karena dukungan pembiayaan dari Pemda setempat dalam kegiatan pendampingan pelatihan melalui BPKP dan didukung SDM yang memadai. Terdapat 43 Gapoktan potensi LKM-A yang tersebar di Kab. Pandeglang (6 Gapoktan), Lebak (5 Gapoktan), Serang (20 Gapoktan), Tangerang (4 Gapoktan), Kota Cilegon (2 Gapoktan) dan Kota Serang (6 Gapoktan).
  7. Hasil identifikasi kebutuhan teknologi memperlihatkan masih banyak teknologi yang dibutuhkan oleh Gapoktan. Namun dengan keterbatasan sumberdaya manusia dan waktu, tidak dapat semua kebutuhan teknologi dipenuhi melalui kegiatan apresiasi teknologi. Upaya pendampingan teknologi yang dibutuhkan petani dan diseminasi inovasi dilakukan pula melalui kegiatan selain PUAP, seperti SL-PTT, Perbanyakan Benih, Temu Informasi, Roadshow, FEATI dan Pameran.
  8. Apresiasi teknologi pada kegiatan PUAP difokuskan untuk 3 inovasi pertanian yaitu teknologi pengemasan, inovasi pengembangan produk aren dan talas beneng serta teknologi pengolahan dan pengembangan keripik singkong. Kegiatan Apresiasi Teknologi dibagi menjadi dua bagian yaitu kegiatan Gelar Teknologi dan Pendampingan Teknologi. Kegiatan Gelar Teknologi dialokasikan untuk 2 inovasi pertanian yaitu pengolahan keripik singkong dan teknologi pengemasan. Pendampingan teknologi dilakukan untuk pengembangan produk aren dan talas beneng serta teknologi lain yang dibutuhkan petani secara spesifik. Lokasi kegiatan Gelar Teknologi diarahkan pada lokasi yang integrasi dengan kegiatan BPTP Bantendan atau SKPD Provinsi/Kabupaten. Kesimpulan
  9. BPTP Banten sebagai sekretariat PUAP telah melaksanakan fungsinya yaitu sebagai fasilitator PMT (penyiapan dokumen kontrak PMT, penyediaan BOP dan pelaporan PMT), koordinasi pelaksanaan kegiatan dengan Tim Pembina, Tim Teknis dan Tim PUAP Pusat, pelaksana verifikasi dan penyampaian dokumen administrasi Gapoktan PUAP 2010, surat menyurat, dokumentasi dan pelaporan. Kegiatan apresiasi LKM-A PUAP dilaksanakan berupa pelatihan manajemen dasar LKM-A dan pendampingan pengembangan LKM-A. Kegiatan pelatihan telah dilaksanakan kepada 32 Gapoktan dalam 2 angkatan. Data sampai dengan bulan awal Desember 2010 tercatat sebanyak 17 Gapoktan telah membentuk LKM-A.
  10. Apresiasi teknologi Gapoktan PUAP dilakukan melalui kegiatan pendampingan teknologi dan pengembangan produk Gapoktan serta gelar teknologi. Inovasi pertanian telah diperkenalkan kepada 30 Gapoktan PUAP 2008-2009 dan 55 Gapoktan PUAP 2010. Inovasi pertanian yang telah diintroduksi kepada Gapoktan adalah inovasi produk gula aren, inovasi pengemasan produk keripik talas beneng, inovasi produk pangan berbahan baku talas beneng, teknologi pembuatan sari buah salak dan teknologi pengemasan serta strategi pemasaran produk.
  11. Upaya peningkatan kapasitas SDM pengelola PUAP selalu ditingkatkan melalui keikutsertaan pada workshop/pelatihan terkait program PUAP. Koordinasi dan sikronisasi kegiatan pun terjalin dengan baik melalui pertemuan dan diskusi dengan Tim Pembina, Tim Teknis dan Tim PUAP Pusat. Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan berkala untuk setiap kegiatan PUAP di BPTP Banten. Telah banyak dampak dari program PUAP, tidak hanya penambahan modal bagi Gapoktan sehingga semakin banyak anggota yang dapat mengakses modal untuk usahatani, tetapi juga menyerap tenaga kerja, meningkatkan produktivitas pertanian dan meningkatkan roda perekonomian pedesaan.