JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Tabloid Mingguan POLICE LINE, Nomor 021, Tahun 111, Desember 2011

Pemanfaatan keberagaman sumber daya pertanian spesifik lokasi sangat berperan dalam keberhasilan pembangunan pertanian, salah satu peran Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten, yaitu menghasilkan inovasi pertanian spesifik lokasi dalam optimasi pemanfaatan sumber daya lokal.

Berdasarkan pembelajaraan dari berbagai upaya penerapan inovasi untuk pemberdayaan petani, BPTP Banten melaksanakan diseminasi dengan tema "Diseminasi Inovasi Pertanian Spesifik Lokasi".  Kegiatan ini diharapkan menjadi forum pertemuan berbagai stakeholder terkait agar dapat sating belajar dari pengalaman serta mampu membangun jejaring kerja sama berkelanjutan yang saling menguntungkan.

Menurut Kardiyono STP.MSi., sebagai penanggung jawab seluruh kegiatan ini mengharapkan, kegiatan diseminasi inovasi pertanian spesifik lokasi bertujuan, 1. Mengkomunikasikan hasil-hasil komunikasi inovasi teknologi pertanian spesifik lokasi Provinsi Banten; 2. Mengkomunikasikan hasil pembelajaran yang telah di laksanakan dari berbagi kegiatan pemberdayaan petani di Banten; 3. Meningkatkan kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan petani; 4. Mempertemukan dan menjaring kerja sama berbagai pihak yang berkepentingan dalam pengembangan dan diseminasi pertanian.

Diseminasi Pertanian Spesifik Lokasi ini dilaksanakan pada tanggal 5 - 6 Desember 2011 di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPT) Banten, Jln. Ciptayasa km 01 Ciruas, Serang, Banten, ujarnya.

Pesertanya terdiri dari para pakar, pengambil kebijakan, peneliti, penyuluh, petani, penangkar benih, praktisi bidang pertanian dan masyarakat umum yang di perkirakan sebanyak 400 orang peserta, kata Kardiyono.

Kardiyono menambahkan, dalam rangka meningkatkan produksi padi di Banten, BPTP juga mengadakan Pelatihan Petani Penangkar Benih Padi dan Temu Usaha yang diharapkan produsen dan produk pertanian dengan pelaku pemasaran saling mengenal.  Selain itu juga dihadiri oleh petani penghasil produk hortikultura, peternak, industri pengolahan pangan lokal, asosiasi petani hortikultura, pengelola supermarket, pengelola restoran dan wirausahawan bidang pertanian, imbuhnya (Royani Apidi)