JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Koran KABAR BANTEN, 7 Januari 2012

AREN sebagai salah satu komoditas unggulan Banten telah memberikan sumbangan terhadap ekonomi keluarga dan pendapatan asli daerah.  Pemanfaatan tanaman aren selain diolah menjadi gula, juga dimanfaatkan menjadi kolang-kaling, tawas dan tepung aci.

Produksi gula aren setiap tahun di Banten mencapai produksi 1.202,80 ton.  Hasil olahan gula aren umumnya dalam bentuk gula cetak.  Pengolahan menjadi gula semut masih sangat terbatas.

Selisih harga setiap kilogram antara gula cetak dan gula semut mencapai Rp 2.000-4.000,-.  Respon petani untuk memproduksi gula semut cukup tinggi sejalan dengan tingginya harga jual produk tersebut.  Akan tetapi lemahnya tingkat penguasaan teknologi terutama pada penyadapan (pengawetan nira) menyebabkan petani enggan untuk memproduksi gula semut.

Persyaratan untuk membuat gula semut adalah nira yang memiliki kualitas tinggi antara lain pH minimal 6 - 7, sementara itu umumnya pH nira petani berkisar antara pH 4 - 5,5.  Oleh karena itu gula yang dihasilkan bermutu rendah.

Teknologi pengawetan dalam pengolahan gula aren menjadi hal penting dan menentukan terhadap agribisnis gula aren.  BPTP Banten telah melakukan penelitian di Desa Curug Rangrang, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang mulai Maret-Desember 2011.

Tujuan penelitian adalah meningkatkan mutu nira dan gula aren dengan menggunakan bahan pengawet alami berbasis sumberdaya lokat.  Jenis bahan pengawet yang digunakan adalah buah manggis muda. Buah manggis banyak tersebar di daerah Munjul dan sekitarnya.

Berdasarkan hasil analisis terhadap mutu nira dan gula semut dari pengawetan menggunakan buah manggis muda mampu mempertahankan mutu nira dan juga meningkatkan mutu gula semut.

Sedangkan dosis dan perlakuan bahan pengawet yang efektif mengawetkan nira adalah dosis sedang (6 gr/lt nira).  Aplikasi tersebut mampu mempertahankan mutu nira dan menghasilkan gula semut paling baik yaitu pH 6,5 - 7, warna gula cerah dan tekstur keras dengan gula reduksi rendah (< 3 ).  Keunggulan teknologi tersebut antara lain memngkatkan mutu gula aren > 40 %, secara teknis mudah diterapkan dan secara ekonomis cukup menguntungkan. (Eka)***