JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Koran SINAR TANI, edisi nomor 331, tahun Keduabelas, 23-31 Januari 2012

BPTP Banten melakukan evaluasi terhadap petani peserta pembelajaran pada 40 FMA (Farmer Managed Extention Activity) yang ada di kabupaten Serang.  Dalam wawancara dengan petani, anggota FMA yang menerima diseminasi dari BPTP dengan berbagai metode, diperoleh infoamasi bahwa pada umumnya petani lebih berminat / suka dengan metode ujicoba atau demonstrasi.  "Kalau langsung praktek dan dijelaskan dengan contoh kami jadi lebih mengerti", tegas salah satu anggota pembelajaran FMA yang diwawancara oleh BPTP.
Petani lebih menyukai metode demonstrasi / ujicoba karena beberapa alasan. Pertama,metode ini tidak terlalu banyak teori / ceramah..  Metode ceramah sering kali dilaksanakan pada acara temu-temu, workshop dan lokakarya. Petani yang terbiasa dengan bahasa teknis yang lebih praktis tidak terlalu berminat / suka dengan metode ini.  Petani terkadang merasa bosan dan tidak faham dengan penjelasan dengan metode ceramah.  Apalagi apabila pelaksanaan diseminasi dengan metode ini bertempat di ruangan dengan waktu yang cukup panjang misalnya 1 hari penuh.
Kedua, metode demonstrasi / ujicoba ini memberikan pemahaman yang lebih jelas.  Petani dapat melihat langsung bagaimana implementasi dari paket teknologi yang didiseminasikan oleh BPTP.  Petani dapat langsung melihat pengaruh dari kinerja teknologi yang diberikan.  Hal ini lebih menarik dan memberikan motivasi bagi petani untuk mencoba teknologi tersebut.
Ketiga, dalam penyampaian  / bahasa dalam ujicoba / demonstrasi adalah bahasa petani, dimana petani lebih menyukai teknologi yang langsung disertai penerapannya.  Petani tidak menyukai bahasa yang teoritik dan tidak disertai praktek langsung.  Bahasa praktis yang biasanya langsung dipraktekkan dalam kegiatan pembelajaran memberikan kesan yang lebih dalam sehingga tetap diingat oleh petani.
Keempat, petani pada umumnya tidak menyukai metode diseminasi dengan terlalu banyak catatan / teori, namun tidak dipraktekan.  Dalam proses pembelajaran petani juga tidak telaten untuk selalu mencatat teknologi yang disampaikan.  Ada pepatah mengatakan petani lebih suka langsung memegang cangkul dan mencangkul, dibandingkan harus menulis dalam catatan bagaimana cara mencangkul yang benar.
Kelima, petani belum mempunyai kegemaran banyak membaca.  Sehingga, petani hanya membaca sekilas dari metode penyebaran leaflet / brosur / poster, namun masih ragu untuk menerapkan teknologi yang dimuat.  Petani lebih menyukai materi yang tidak selalu / tertulis namun lengkap dengan praktek langsung, tidak terlalu banyak membaca, namun lebih banyak mendengarkan dan mempraktekkan.
Keenam, melalui metode ujicoba petani merasa terlibat langsung dalam proses penerapan teknologi sehingga mendapatkan pengalaman secara langsung pula.  Secara langsung mengalami akan memberikan pembelajaran yang lebih melekat dalam fikiran petani, dan praktik langsung pada media yang digunakan untuk ujicoba memberikan gambaran yang lebih kongkrit
Sedikitnya ada 6 alasan yang dikemukakgn oleh petani anggota pembelajaran FMA ketika ditanya metode diseminasi apa yang paling diminati / disukai yaitu metode yang langsung praktek, dengan kata lain ujicoba / demonstrasi.  Hal ini memberikan gambaran dan peluang bagi pemangku kebijakan bahwa ujicoba / demonstrasi dapat lebih banyak mewarnai kegiatan diseminasi / penyebaran teknologi dari BPTP.
Ketertarikan petani terbadap metode ujicoba / demonstrasi ini akan memberikan peluang hagi BPTP untuk mendapat respon positif apabila melakukan ujicoba.  Petani tidak segan-segan untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, baik berupa lahan, maupun tenaga kerja.  Hal ini akan cukup membantu kelancaran kegiatan demonstrasi yang dilakukan oleh BPTP.
Selain itu, dari kegiatan ujicoba / demonstrasi BPTP dapat melakukan MOU dengan petani, sebagai salah satu pembelajaran bagi petani.  Hal ini adalah salah satu pembelajaran untuk menjalin kemitraan dengan pihak lain. Apabila petani telah terbiasa:dengan administrasi MOU maka ketika mereka mengadakan kemitraan dengan pihak lain hal ini menjadi suatu hal yang mudah.
Dari segi keuntungan, demonstrasi yang menguntungkan akan menjadi contoh bagi petani.  Teknologi yang diterapkan dalam demonstrasi tersebut akan.diyakini sebagai faktor yang menyebabkan keuntungan tersebut. Apabila petani telah yakin penerapan teknologi itu menguntungkan, maka merekapun tidak lagi menjadi lokasi demonstrasi mereka akan tetap mengusahakan komoditas yang perah diujicobakan.
Dalam rangka mendukung percepatan penyebaran informasi teknologi pertanian hingga sampai ke penggunan dapat dicapai melalui kegiatan program FEATI.  Program ini mencakup kegiatan, penyuluhan, dukungan teknologi dan pelayanan informasi pertahian (Deptan, 2007).  Metode penyuluhan yang dilakukan melalui kegiatan program FEATI adalah demonstrasi teknologi yang sesuai komoditas potensial.  Demonstrasi merupak metode penyuluh pertanian yang dilakukan dengan cara peragaan dengan tujuan memperlihatkan, membandingkan dan membuktikan pemanfaatan satu atau beberapa komponen teknologi yang dianjurkan dibandingkan dengan satu atau beberapa komponen teknologi yang sudah berkembang sebelumnya (Miranti et al., 2009).  Melalui demosntrasi teknologi diharapkan agar pelaku utama mampu meningkatkan kapasitas dalam penerapan jenis teknologi, .serta menjadi media bagi penyebaran informasi teknologi pertanian ke pengguna lainnya.