JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Surat Kabar BERKAH Edisi Nomor 333, Tahun Kesepuluh, 8-15 Pebruari 2012

Penyuluhan merupakan salah satu usaha pemberdayaan petani dan keluarganya beserta masyarakat pelaku agribisnis melalui kegiatan pendidikan non formal di bidang pertanian agar diharapkan mereka mampu menolong dirinya sendiri baik di bidang ekonomi maupun sosial sehingga mampu meningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Penyuluhan Pertanian adalah suatu Sistem untuk memberdayakan petani dan keluarganya melalui kegiatan pembelajaran yang bertujuan supaya para petani dan keluarganya mampu secara mandiri mengorganisasikan dirinya dan masyarakatnya untuk bisa hidup lebih sejahtera.

Farmer   Empowerment Through Agricultural Technology and Information (FEATI) atau lebib dikenal dengan Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP) merupakan sarana penyuluhan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan aksesibilitas terhadap informasi, teknologi, modal dan sarana produksi, pengembangan agribisnis dan kemitraan usaha.  Sasaran dari FEATI adalala Petani yang telah tergabung dalam kelompok tani (poktan); Gabungan Kelompok Tani (gapoktan) serta Asosiasi dan korporasi petani. Provinsi Banten sejak tahun 2007 hingga 2011 merupakan salah satu daerah sasaran dari program FEATI dari Kementerian Pertanian. Terdapat 40 Gapoktan yang mendapatkan program tersebut. FEATI di Provinsi Banten dilaksanakan dengan metode Farmers Managed Extension Activities (FMA) yang menitikberatkan pada pengembangan kapasitas manajerial, kepemimpinan dan kewirausahaan pelaku utama dalam pengelolaaan kegiatan penyuluhan pertanian. Dalam metode FMA ini pelaku utama dan pelaku usaha mengidentikasi permasalahan dan potensi yang ada pada diri, usaha dan wilayahnya, merencanakan kegiatan belajarnya sesuai dengan kebutuhan mereka secara partisipatif dalam rangka meningkatkan produktivitas usahanya guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Melalui kegiatan ini petani mendapatkan fasilitas untuk merencanakan dan mengelola sendiri kebutahan belajarnya, sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten merupakan salah satu institusi Kementerian Pertanian di daerah yang mendampingi program FEATI di Provinsi Banten khususnya dalam teknologi pertanian.  Pada tahun 2011 BPTP Banten telah melakukan pengkajian terkait keterlibatan petani dalam Uji coba teknologi / demonstrasi plot (Demplot) FEATI.  Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterlibatan petani peserta pembelajaran Demplot, baik yang terlibat langsung uji coba, yang menerapkan maupun yang meningkat produktivitasnya. Pengkajian ini melibatkan seluruh FMA yang melakukan uji coba teknologi dengan jumlah 8 FMA.

Hasil pengkajian diperoleh bahwa jumlah anggota poktan yang melakukan uji coba teknologi sebanyak 953 orang. Peserta terbanyak dari FMA Agri Kencaha Kecamatan Pontang berjumlah 228 orang dengan materi ujicoba adalah pembesaran itik.  Secara keseluruhan persentase anggota poktan yang terlibat secara langsung dalam uji coba sebanyak 63,3 % atau 591 orang.  Dari 591 anggota poktan yang mengikuti uji coba secara langsung, 63,85 % atau sebanyak 271 orang menerapkan teknologi yang didapatkannya dalam uji coba.  Persentase terbesar peserta pembelajaran yang menerapkan teknologi uji coba adalah FMA Karya Makmur, Kecamatan Mancak dengan 100 peserta pembelajaran menerapkan teknotogi benih bermutu dan pupuk berimbang.  Penerapan teknologi oleh petani pembelajaran di FMA Karya Makmur dikarenakan teknologi tersebut sesuai dengan kondisi petani, benih kacang yang digunakan mudah didapat dan mampu meningkatkan produktivitasnya rata-rata 0,24 kwintal/ha.  Serta dosis pemupukan dianggap sesuai dengan lahan yang ada.  97,5 % peserta pembelajaran yang telah menerapkan teknologi pasca uji coba teknologi mengalami peningkatan produktivitasnya. Hal ini memberikan gambaran bahwa uji coba teknologi yang dilakukan dengan metode FMA dari petani, oleh petani dan untuk petani mampu meningkatkan produktivitas, akan tetapi keberhasilan suatu metode dalam penyampaian materi penyuluhan tidak terpisahkan dari komitmen masing-masing pelaku, dalam hal ini petani. Jika petani telah mempunyai komitmen untuk maju, maka akan lebih mudah dalam mencapai tujuan pembelajaran, sejahtera dan mandiri.