JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Surat Kabar BERKAH, Edisi Nomor 334, Tahun Keduabelas, 1-7 Maret 2012

Menunggu durian berbuah, ubi jalar sudah dapat dipanen. Itulah yang dialami oleh pengelola pertanian di Kebun Rumah Hutan Kampung Cidampit, Desa Sayar, Kecamatan Tatakan, Kabupaten Serang dengan menggunakan teknologi tumpang sari. Budidaya tanaman durian dengan pengelolaan yang baik, tanaman sampai berbuah memerlukan waktu minimal lima tahun. Lima tahun bukanlah waktu yang singkat bagi petani untuk mendapatkan basil usahanya.  Hal inilah yang menyebakan beberapa petani enggan untuk mengusahakan tanaman tahunan seperti durian. Untuk itulah dalam usaha tanaman tahunan diperlukan intensifikasi menggunakan teknologi tumpang sari dengan tanaman pangan lainnya untuk mendapatkan pengahasilan sebelum tanaman pokok berproduksi. Banyak jenis tanaman pangan yang dapat ditumpangsarikan dengan tanaman durian, salah satunya adalah ubi jalar.

Keunggulan Ubi Jalar

Pada saat awal penanaman tanaman durian, lahan sudah terbuka.  Areal penanaman berlimpah cahaya matahari.  Kondisi ini sangat berpeluang dikelola secara intensif dengan menggunakan pola tanam tumpang sari.  Salah satu jenis tanaman yang dimanfaatkan sebagai tumpang sari yaitu ubi jalar.  Ubi jalar memiiki banyak keunggulan.  Keunggulannya yaitu mudah ditanam, adaptif di segala kondisi tanah dan pertumbuhannya terus menerus, sehingga dapat digunakan sebagai penutup tanah guna mencegah gulma yang akan tumbuh menutupi areal penanaman. Keunggulan lain adalah : risiko kegagalan relatif kecil, biaya produksi relatif rendah, pemasaran mudah, sumber pendapatan petani di daerah sentra produksi, daya adaptasi luas, teknologi budi daya lebih mudah dan hasil olahannya sangat bervariasi.

Manfaat lain dari ubi jalar adalah nilai gizi yang cukup tinggi untuk kebutuhan tubuh manusia. Ubi jalar yang berwarna kuning kaya karbohidrat dan provitamin A. Daun dan pucuk muda tinggi kandungan vitamin A dan C serta proteinnya. Ubi jalar terbukti dapat mengurangi resiko buta pada anak balita.  Hal itu terungkap dalam hasil penelitian dari Puslitbang Gizi Depkes yang melaporkan bahwa di Kabupaten Jaya Wijaya, Irian Jaya, yang semula diduga mempunyai prevalensi penyakit mata yang disebabkan kekurangan vitamin A lebih dari pada 0,5 persen, temyata akhirnya tidak dijumpai lagi. Hal ini antara lain disebabkan oleh kebiasaan masyarakat setempat yang senang mengkonsumsi ubi Jalar dan daunnya, yang masing-masing mengandung betakaroten, senyawa provitamin A dalam jumlah yang banyak. Satu porsi ubi rebus yang berwarna kuning emas, sekitar 200 gram saja misalnya, mampu menyediakan betakaroten sekitar 5400 mikrogram, atau setara dengan 900 retinol ekivalen (RE). Angka tersebut sudah jauh di atas angka kecukupan vitamin A yang dianjurkan (350-600 RE).  Berdasarkan keunggulan tersebut, ubi jalar dapat diandalkan sebagai tanaman tumpang sari dengan durian untuk meningkatkan pendapatan petani sebelum tanaman utama menghasilkan. Ubi jalar dapat dipanen pada umur 3,5-4 bulan, sehingga petani durian di saat menunggu durian berbuah telah mendapatkan hasil dari panen ubi jalar.  Diperkirakan total biaya produksi untuk usahatani ubi jalar mencapai Rp 3.670.000 per hektar dan keuntungan mencapai Rp 6.250.000 per hektar dengan produksi sekitar 9-12 ton.

Teknis Pola Tanam Tumpang Sari

Pola tanam tumpang sari antara tanaman ubi jalar dengan durian dilakukan pada lahan yang sama. Penanaman ubi jalar dengan memanfaatkan area yang kosong disela-sela jarak tanam durian. Jarak tanam durian sangat tergantung pada jenis dan kesuburan tanah, kultivar durian, serta sistem budidaya yang diterapkan.  Untuk kultivar durian berumur genjah, jarak tanam 10 m x 10 m. Sedangkan kultivar durian berumur sedang dan dalam jarak tanam 12 m x 12 m. Intensifikasi kebun durian melalui teknik budidaya tumpang sari, dapat dilakukan pada saat tanaman durian masih kecil (berumur kurang dari 3 tahun),

Pembuatan Lubang Tanam Durian

Pengolahan tanah untuk durian, dilakukan dengan pembuatan lubang tanam. Lubang tanam dipersiapkan 60 cm x 60 cm x 60 cm. Saat menggali lubang, tanah galian dibagi menjadi dua. Sebelah atas dikumpulkan di kiri lubang, tanah galian sebelah bawah dikumpulkan di kanan lubang. Lubang tanam dibiarkan selama + 1 minggu. Penyampuran media tanam dengan tanah galian bagian atas setelah dicampur dengan pupuk kandang dengan dosis 1/3 volume lubang. Untuk menghindari gangguan rayap, semut dan hama lainnya dapat dicampurkan insektisida butiran berbahan aktif Carbofuran. Selanjutnya lubang tanam diisi penuh sampai tampak membukit setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah. Tanah tidak perlu dipadatkan. Penutupan lubang sebaiknya dilakukan 7-15 hari sebelum penanaman.

Cara Penanaman Durian

Benih durian yang akan ditanam di lapangan sebaiknya berukuran tinggi 75-100 cm, kondisinya sehat, pertumbuhan bagus, terlihat dari batang yang kokoh dan perakaran yang banyak serta kuat. Lubang tanam yang tertutup tanah digali kembali dengan ukuran sebesar media benih durian. Penanaman dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  1. Polybag / pembungkus benih durian dilepas (sisinya digunting / diiris hati-hati)
  2. Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam sampai batas leher
  3. Lubang ditutup dengan tanah galian.  Pada sisi tanaman diberi ajir agar pertumbuhan tanaman tegak ke atas sesuai arah ajir
  4. Pangkal benih ditutup rumput / jerami kering sebagai mulsa, lalu disiram air
  5. Diatas benih dapat dibangun naungan dari rumbia atau bahan lain. Naungan ini sebagai pelindung agar tanaman tidak layu atau kering tersengat sinar matahari secara langsung

Pengolahan Lahan Tanaman Ubi Jalar

Tanaman ubi jalar menyukai tanah yang gembur dan tidak tahan terhadap tanah yang terlalu basah karena umbi mudah busuk. Dengan guludan atau bedengan tanah yang gembur pembentukan umbi akan berkembang dengan baik dan pada saat pemanenan akan mudah sehingga tidak ada umbi yang putus dan tertinggal di dalam tanah. Pengolahan dilakukan dengan pembuatan guludan, dengan ukuran tinggi 30 cm dan lebar 60 cm, jarak antar guludan 80 cm di antara lubang tanam durian. Pastikan guludan sudah gembur dan bebas dari gulma, maka penanaman bisa dilakukan. Sebaiknya tanah yang akan ditanami ubi jalar cukup mendapatkan penyinaran matahari.

Cara Penanaman Ubi Jalar

Langkah membuat tumpang sari tanaman durian dengan ubi jalar, diawali dengan penanaman ubi jalar menggunakan jarak tanam 75 x 30 cm, keperluan stek batang + 35.555 stek/ha. Ubi jalar dibiarkan tumbuh terlebih dahulu hingga 1,5-2 bulan. Kondisi ini diharapkan agar kelembaban tanah tetap terjaga, karena sebagian permukaan lahan sudah tertutup oleh tanaman ubi jalar. Setelah itu benih durian baru ditanam. Kedua tanaman tersebut dibiarkan tumbuh bersama-sama.  Bila tanaman ubi jalar sudah terlihat menutupi lahan, maka dilakukan pemangkasan.  Pangkasan ubi jalar tersebut ditimbun ke dalam tanah. Di dalam tanah akan terjadi proses pembusukan. Proses pembusukan dan penguraian tersebut akan mengundang predator. Predator-predator ini bergerak aktif di dalam tanah membuat rongga-rongga dan terowongan. Aktivitas organisme ini membuat tekstur tanah menjadi gembur.

Banyak manfaat yang diperoleh dari pola tanam tumpang sari antara tanaman tahunan dan tanaman semusim. Manfaat pertama adalah dapat menghasilkan pendapatan pengusahanya dalam waktu yang relative singkat. Selain itu tingkat kelembaban kebun tetap terjaga, memudahkan pemeliharaan terutama dalam penanggulangan gulma dan struktur fisik tanah tetap gembur.