• selamat-datang-BPTP-Banten.jpg

Kab. Lebak Kini Tersentuh Teknologi Proliga Cabai Melalui Bimtek

Kab. Lebak khususnya Kec. Wanasalam kini dapat menerapkan Teknologi Proliga Cabai setelah pelaksanaan Bimtek oleh BPTP Banten pada 15 Juni lalu.

Melalui Bimtek, BPTP Banten hilirisasikan teknologi Proliga Cabai dan Pengenalan OPT Cabai beserta Pengendaliannya kepada Kelompok Tani Tenjo Laya 1 dan Tani Jaya yang berlokasi di Kec. Wanasalam.

Bertempat di halaman kantor BPP Kec. Wanasalam, Bimtek diikuti oleh peserta sebanyak 40 orang, dan 17 orang di antaranya merupakan penerima bantuan benih dan sarana produksi lainnya dari dana APBN Kementerian Pertanian yang disalurkan melalui Dinas Pertanian Provinsi Banten.

Kepala Seksi Penjamin Mutu Kemurnian dan Kelestarian SDG tanaman, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Lebak, M. Romli, SP yang hadir mewakili Distan Kab. Lebak menyampaikan terima kasih kepada BPTP Banten, dan mengharapkan agar setelah kegiatan ini, luas pertanaman dan produksi cabai di Kab. Lebak bisa meningkat dan berkualitas.

ST. Rukmini, SP, M.Si selaku Sub Koordinator KSPP mewakili Kepala BPTP Banten hadir pada Bimtek tersebut dan menyampaikan bahwa teknologi yang akan disampaikan oleh para peneliti BPTP Banten merupakan teknologi hasil penelitian Badan Litbang Pertanian yang telah teruji dalam meningkatkan produksi petani. Oleh karenanya, Rukmini mengharapkan para petani dapat menyimak dengan baik materi yang disampaikan dan agar petani melakukan pendalaman materi melalui diskusi di sesi akhir.

Teknologi Proliga Cabai disampaikan oleh Silvia Yuniarti, SP, MP, peneliti BPTP Banten yang telah mengikuti TOT teknologi tersebut di Balitsa - Lembang.

Teknologi Proliga atau Produksi Lipat Ganda telah dibuktikan mampu menghasilkan produksi hingga 20 ton cabai/hektar. Silvia menjelaskan tentang Teknologi Proliga mulai dari syarat penentuan lokasi, waktu tanam, pemilihan varietas, persemaian sehat, pemangkasan, pengolahan tanah, penanaman, pemupukan hingga pemanenan.

Teknologi Proliga Cabai berupa: 1) penggunaan varietas unggul, 2) persemaian sehat, 3) kepadatan populasi dengan 30.000 tanaman/ha dengan jarak tanam 50 x 70 cm ( dua satu zig zag), 4) pemasangan mulsa plastik hitam silver, 5) penanaman 4 baris tanaman jagung sebagai barrier vektor virus kuning, 6) pemberian 20 ton pupuk kandang ayam/ 30 ton pukan sapi + 1000 kg NPK, dan 7) pengendalian OPT dengan prinsip PHT.

Terkait no. 7 tersebut, dalam Bimtek tersebut juga disampaikan Pengenalan OPT Cabai dan Pengendaliannya oleh Sri Kurniawati, SP, M.Si, peneliti BPTP Banten dengan kepakaran hama dan penyakit tanaman.

Bimtek ini dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan sehubungan pandemi Covid-19.


.